
"Tentu saja aku mau" Rey menjawab tanpa berpikir karena senang.
"Lihat.. Kamu juga percaya cerita itu" Key masih mengejek Rey
"Tidak.. Bukan begitu.." Rey bingung menjelaskannya karena dia sudah tahu kebenarannya dari desti.
"Jadi kamu tidak mau menjadi pacarku?" Key sangat senang melihat wajah rey yang bingung.
"Tentu saja aku mau, tapi bagaiman dengan dimas?" Rey masih bingung dengan yang dimaksud oleh key.
"Baiklah ini hari pertama kita, sebaiknya kamu mengingat hari ini. oh dan Dimas sebenarnya adalah kakak tiriku dia bukan anak angkat, Dia hanya anak kandung dokter jeff bersama mendiang istrinya" Key akhirnya memperjelas hubungan mereka dan berkata jujur.
"Benarkah? Tentu saja aku akan mengingat hari ini sampai aku mati" Rey terlalu senang dan ingin memeluk key, tapi dia masih memegang makanan dan menyadari tangan key masih dipasangi gips.
"Sebaiknya aku harus memanggilmu apa? sayangku? pacarku? kasihku? ah semuanya terdengar aneh. Rey.. Rey.. Reyku sepertinya lucu. Baiklah Reyku sepertinya sebentar lagi kamu harus pergi bekerja, ingatlah untuk fokus dan jangan terlalu memikirkanku" Akhirnya kepercayaan diri key kembali bersamaan dengan pacarnya.
"Kamu bisa memanggilku apa saja, hanya saja jangan meninggalkanku lagi." Rey sangat senang sekaligus takut kalau key akan meninggalkannya.
"Rey.. Aku sangat tidak suka mendengar kata itu (meninggalkan), bisakah kamu tidak mengatakannya? ketahuilah walaupun aku meninggalkanmu, aku masih tetap sangat mencintaimu dan Aku tidak pernah berniat meninggalkan siapapun. tapi aku harap ketika aku meninggalkanmu suatu saat nanti, Kamu akan hidup dengan baik." Key menjadi serius dengan perkataanya dan menggap ini ujian pertamanya untuk rey.
"Lihat.. kamu mengatakannya lebih banyak dari pada aku, Baiklah aku tidak akan mengatakannya lagi" Rey mulai memahami perasaan pacarnya.
"Baiklah Reyku, kamu sebaiknya pergi bekerja dan jangan lupa untuk merawat pasienmu dengan baik. Aku akan merindukanmu, jadi cepatlah kembali. Ah.. dan tolong panggilkan mamaku diruangan suaminya. Dia mungkin lupa, tapi suaminya juga harus bekerja". Key menjadi tenang mendengar perkataan rey.
__ADS_1
Rey kemudian mencium kening key "Aku selalu ingin melakukan ini, baiklah pacarku kamu harus beristirahat dan tunggu Aku, aku akan segerah kembali setelah selesai bekerja" setelah itu dia melambaikan tangannya dengan senyuman lalu pergi meninggalkan key dengan senyuman diwajah key yang juga melambaikan tangan padanya, dan mencari mama key diruangan dokter jeff. Rey mengetuk lalu membuka pintu, dan melihat mama key yang sedang berbicara dengan dokter jeff lalu memintanya untuk kembali kekamar key "Permisi.. Tante, key memanggilmu." Lalu Rey pergi begitu saja dan menjalankan tugasnya, Dia ingin menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Melihat hal itu, mama key dan dokter jeff heran. Tapi mereka sadar harus kembali pada tugas masing - masing, "ah sudah waktunya kamu bekerja" karena terlalu asik berbicara, mama key lupa kalau mereka sedang diRS dan bukannya dirumah.
"Tidak apa, Rey lah yang memiliki tugas paling banyak. Dia hampir mengambil semua pekerjaanku dan dimas, jadi kami sedikit santai. Mungkin sebaiknya aku mengatur ulang jadwalnya, Tapi aku harus melihat satu pasien spesialku dulu. Ayok kita pergi bersama!" Dia ingin mengantarkan istrinya dan melihat keadaan key.
Para perawat yang melihat mereka saling berbisik, karena mereka berjalan sambil berpegang tangan menuju kamar key, dan tidak menyembunyikan hubungan mereka lagi. "Senang rasanya memegang tangan istri di tempat kerja" Dokter jeff bercanda tapi dia juga senang.
"Kamu harusnya malu dengan umurmu, lihat orang - orang sedang memperhatikan" wajah mama key memerah karena malu dan dokter jeff memegang tangannya dengan erat dan tidak ingin melepasnya.
"Untuk apa malu? Tidak ada batasan umur untuk cinta. Biarkan saja mereka, selagi kita tidak merugikan mereka maka itu baik - baik saja" Dokter jeff akhirnya bersikap sebagai lelaki dewasa yang sedang jatuh cinta.
Setelah sampai dikamar key mereka melihat key yang sedang membaca buku sambil tersenyum sendiri "Apakah ceritanya begitu lucu? hingga kamu tersenyum seperti itu." Dokter jeff menyapa anaknya
"Lihatlah anak nakal ini, bagaimana kalau dimas tersinggung? sepertinya terlalu lama di rumah sakit membuatmu sangat bosan" Mamanya menegur key yang jahil.
"lihat kamu begitu senang mengerjainya, Dimas pasti akan mengomelimu. Jadi sebaiknya kamu bersiap untuk itu, dan sepertinya sebentar lagi kamu akan pulang karena beberapa hari lagi gips itu akan dibuka. Aku ingin menemanimu saat kamu mebukanya, jadi kamu tidak boleh pergi sendirian" sebagai seorang ayah, jeff masih mengkhawatirkan anaknya.
"Tidak, aku akan pergi bersama pacarku. Jadi kalian tidak perlu khawatir" Key sengaja ingin melihat reaksi Rey saat menemaninya nanti, Tapi dia lupa harus melihat reaksi orangtuanya terlebih dahulu setelah mendengar perkataanya.
"Pa.. pacar? Entah kenapa aku sedih mendengarnya" Dokter jeff sangat kaget, karena anaknya tiba - tiba memiliki pacar.
"Pasti Rey, kapan kalian balikkan? Aku sudah tahu ini pasti akan terjadi cepat atau lambat." mama key hanya bersikap biasa saja, karena sudah cukup mengenal sifat anaknya.
__ADS_1
...
Rey berjalan memeriksa pasiennya satu persatu dan keluar masuk kamar pasien, Dia memeriksa mereka dengan cermat dan fokus dengan pekerjaannya. Walau dia begitu senang tapi dia melakukan tugasnya dengan baik, hari ini dia sering tersenyum saat bekerja. Bahkan perawat yang menemaninya bisa melihat perbedaan sikap rey "Apakah ada hal baik yang terjadi? Dokter terlihat begitu gembira hari ini." perawat itu bertanya karena penasaran.
"Tidak ada, fokuslah dengan pekerjaanmu. Apakah setelah ini masih ada yang lain?" Rey merasa tidak perlu menjelaskan pada siapapun.
"Sepertinya tidak ada." perawat itu tidak berani bertanya lagi.
Rey hanya berpesan untuk menelponnya jika ada masalah pekerjaan dan bergegas menuju kamar key. Saat membuka pintu, key tidak ada diruangannya. Rey menjadi panik dan segerah berlari keluar untuk bertanya pada perawat, tapi saat keluar dia malah bertemu dengan key yang didorong oleh mamanya dikursi roda. "apa kamu baik - baik saja? apakah terjadi sesuatu?" Rey terlihat khawatir.
"sepertinya kamu yang tidak baik, Aku hanya meminta mama untuk mengajakku berkeliling. Sebenarnya aku ingin melihatmu bekerja, tapi aku tidak bisa menemukanmu dan disinilah kamu." key juga ternyata merindukan pacarnya.
"lihat kalian berdua, seperti tidak bertemu setahun dan saling mencari" mama key mengejek mereka.
Rey hanya tersenyum malu mendengar perkataan ibu dan anak itu. Dia kemudian meminta untuk mendorong key dan mama key membukakan pintu, kemudian mereka masuk kedalam kamar. Dia menggendong key ketempat tidur "apakah pekerjaanmu sudah selesai?" key bertanya saat sudah duduk ditempat tidur.
"untuk saat ini sudah selesai, nanti sore akan ada tugas lain dan nanti malam ada satu operasi, aku akan sangat lelah jadi bolehkah aku tidur disini lagi malam ini?" Rey hanya ingin terus bersama key.
"Kini kamu sudah terdengar seperti seorang dokter. mendekatlah, lebih dekat.. kamu sudah bekerja keras" key menepuk kepala rey untuk menyemangatinya.
"Lihat kedua orang ini, mereka bahkan melupakanku. sebaiknya aku mencari suamiku." mama key masih mengejek mereka, lalu keluar begitu saja.
Melihat sikap mama key, mereka berdua pun tertawa. Dan Rey merasa bangga karena pujian key dan perhatian darinya, Rey juga senang telah berpacaran lagi dengan key dan berharap kebahagiaan itu akan bertahan selamanya.
__ADS_1
next..