Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama

Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama
Yang dinanti


__ADS_3

"Sudah jangan terlalu banyak berpikir atau pun memikirkan perasaan orang lain, Sebaiknya kamu beristirahat saja agar segerah sembuh. Kamu tahu aku tidak suka bau rumah sakit, jadi sebaiknya cepatlah pulih! Aku juga rindu belanja dan jalan - jalan bersamamu" Desti menasehati key lagi.


"Baiklah aku juga sudah bosan, aku ingin bekerja. Aku sangat merindukan langit dan sudah lama aku tidak memposting sesuatu" key juga nampak tidak ingin banyak berpikir didepan desti.


...


Desti pun semakin dekat dengan dimas karena dimas tidak begitu sibuk lagi dan sering mengantarnya pulang bahkan makan malam bersamanya, sampai - sampai parah perawat mengira dimas berselingkuh dengan desti. Karena saat mereka makan malam bersama, seorang perawat melihat hal itu dan menceritakan pada temannya kemudian temannya juga bercerita pada perawat lain. Gosip bukanlah hal yang tabuh dan sering terjadi dimanapun, rumah sakit juga tidak terkecuali.


Tapi key dan keluarganya tidak tahu hal itu, karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan fokus untuk pemulihan key.


Sedangkan lisa yang masih menunggu donor jantung, terus berkeliaran dirumah sakit jadi dia tidak sengaja mendengar gosip para perawat. Dia pun pergi mencari Rey dan mengatakan padanya tentang gosip yang didengarnya mengenai dimas dan sahabat key, Tapi tentu saja Rey tidak percaya karena walau dia tidak percaya pada dimas tapi Rey sangat percaya pada desti.


...


Saat desti akan pulang, Dimas ingin mengantarnya karena dia sudah selesai bekerja. karena sudah malam, mama key juga sudah datang untung menjaga key.

__ADS_1


Dimas dan desti berjalan menuju mobil dimas yang ada diparkiran, karena jalannya agak gelap desti tersandung dan hampir jatuh, untung saja dimas dengan cepat menangkapnya dan akhirnya desti jatuh kepelukan dimas. Karena sudah malam, mereka dikelilingi lampu jalan dan suasana yang remang - remang terasa sangat romantis. Seakan dunia milik mereka berdua, mereka yang saling bertatapan bisa merasakan detak jantung satu sama lain yang berdetak dengan kencang, dan pada akhirnya mereka pun saling berciuman.


Mereka tidak menyadari kalau masih berada disekitar rumah sakit, Dan akhirnya Rey tidak sengaja melihat mereka. Saat melihat mereka, Rey menjadi marah karena mengira mereka telah menghkianati key. Dia pun langsung menarik baju dimas dan memukuli wajahnya dengan keras, hingga membuat dimas terjatuh karena kehilangan keseimbangannya. Karena begitu tidak terduga, Desti pun kaget dan berteriak. "Tidak, apa yang kamu lakukan?" Karena takut, Desti sampai lupa dengan sandiwara mereka dan dia pun memarahi Rey.


"Apakah kalian tidak merasa bersalah pada key? Des kamu bukan orang lain, kamu bahkan sahabat baiknya!" Rey juga membentak desti.


Desti sangat kesal karena Rey telah memukul lelaki yang dicintainya. "Kami tidak.. kami tidak pernah menghkianati key, mereka hanya berpura - pura!" dia tidak bisa menahan emosinya dan mengatakan kejujuran.


"Des.. biarkan saja!" Dimas yang mencoba bangun juga berusaha menahan desti untuk berkata jujur.


"apa maksudmu?" Rey yang emosi, masih sangat bingung mendengar perkataan desti.


Sekali pun berteman baik, beda pendapat juga adalah hal yang wajar. Karena setiap orang berbeda dan memiliki pendapatnya masing - masing.


...

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan desti, Rey pun sadar dengan kesalahannya dan meminta maaf pada desti. Tapi karena bingung dengan apa yang harus dia lakukan, dia sampai melupakan dimas yang menunggu dimobil. Rey berjalan dengan bingung memasuki rumah sakit, Saat sangat bingung dia yang tadinya pintar malah menjadi seperti robot rusak. Melihat rey yang seperti itu, desti lalu mengejarnya dan berkata untuk tidak mengatakan pada key dulu. Dan sebaiknya menunggu sampai key sembuh, lalu menyarankan rey untuk memikirkan baik - baik apa yang harus dilakukannya selama proses pemulihan key. Dia juga setuju karena masih belum tau caranya agar key mau menerimanya, jadi dia akan berusaha agar key mau membuka hati padanya.


Rey segerah berjalan menuju kamar key, saat masuk kedalam kamar dia melihat ada key dengan mamanya. "Ah, aku sangat lelah.. Tante apakah malam ini aku boleh menginap disini? Tante juga pasti lelah terus tidur di sofa. kalau aku tidak apa - apa tidur dimanapun karena sudah terbiasa, aku hanya tidak ingin tidur sendiri di kamar jaga. karena, aku ditugaskan di UGD jadi aku harus jaga malam" Dia seperti tidak memiliki rasa malu dan memaksa untuk tidur dikamar key.


"Kalau itu, kamu harus bertanya pada key." Mamanya tersenyum melihat tingkah Rey.


"Key apa kamu tidak kasihan dengan tante yang harus tidur di sofa setiap hari? aku masih mudah dan sudah terbiasa, jadi sebaiknya biarkan aku saja yg menjagamu" Rey mencoba meyakinkan key.


"Maaf ma, aku tidak menyadari itu. Baiklah, sebaiknya mama kembali kerumah dan datang lagi besok." Dia menjadi kasihan dengan mamanya


"Tidak apa key, Jangan terlalu memikirkannya. Baiklah aku akan pulang, kamu sebaiknya segerah istirahat agar cepat pulih dan jangan memikirkan yang tidak perlu" Mama key tidak ingin key merasa sedih, Dia pergi setelah mengelus kepala key.


Rey diam - diam merasa sangat senang karena banyak hal. Jadi dia terus berpikir saat berbaring di sofa, Key tidak memiliki pacar, Key mengkhawatirkanya, dan akhirnya dia juga bisa menginap dengan key lagi. Rey terus berpikir dan hanya diam sambil tersenyum, dia kemudian melihat ke arah key tapi hanya melihat punggunnya karena key tidak ingin melihatnya, Walau begitu dia sangat senang melihat punggung key. Dia jatuh cinta dan menjadi seperti orang bodoh.


Key pun tidak bisa tidur, dia mengira kalau rey sudah tidur karena tidak berbicara. Dia pun membalik badannya karena tangan kanannya masih di gips jadi lebih nyaman menghadap kekiri, rey yang menyadari itu segerah menutup matanya. Key yang mengira kalau rey sudah tertidur terus menatapnya, key tidak bisa menahan perasaanya saat melihat rey. Tapi karena masih belum yakin, Dia mencoba memanggil rey "rey apakah kamu sudah tidur?" dia tidak mengira kalau rey akan tertidur begitu mudah bahkan saat lampu masih menyala. Jadi dia berpikir kalau rey sangat kelelahan karena pekerjaannya yang terlalu banyak, key masih tidak bisa memalingkan tatapannya pada rey. "kamu pasti kelelahan, kamu terlihat manis saat tidur, bukankah sofa itu tidak nyaman? apakah aku telah menyusahkanmu? aku ingin membantumu mematikan lampu dan menyelimutimu, tapi melakukan hal kecil itu saja aku tidak bisa. Jika suatu saat aku mati, apa yang akan kamu lakukan? sebaiknya kamu menikahi gadis yang sehat agar bisa hidup bersamamu hingga tua. Lihat, kamu hanya seorang dokter bukan Tuhan. Kamu mungkin bisa menyembuhkanku tapi tidak bisa menghidupkanku. Aku akan merestuimu, sungguh percayalah! Aku hanya akan merindukanmu dari jauh seperti biasa, karena pekerjaanku jadi aku akan terus bepergian. Kali ini mungkin lebih lama, setahun? dua tahun? Aku juga tidak yakin kapan akan kembali. Aku harap saat kembali, kamu sudah menikah. Tapi aku juga harap kamu akan merindukanku, apakah kamu akan merindukanku?" kali ini key akhirnya mengatakan perasaan yang sudah lama dipendamnya.

__ADS_1


"Ah aku tidak tahan lagi" Rey tiba - tiba membuka matanya dan key sangat kaget melihat hal itu, Rey lalu berdiri berjalan ke arah key dan memegang wajahnya dengan lembut "tentu saja aku akan merindukanmu" setelah mengatakan itu, dia lalu mencium bibir key. Key sangat kaget sampai terdiam, tapi saat dicium dia malah menutup matanya dan tampak menikmatinya.


bersambung...


__ADS_2