Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Pertemuan di Kereta Senja


__ADS_3

"Iya ibu... Ini Aisyah... Aku lagi di stasiun... Sebentar lagi keretanya sampai Bu... Udah dulu ya... Assalamu'alaikum... Ibu...". Tutur Aisyah kepada ibunya. di seberang sana ibunya menjawab


"Iya nak.. Hati-hati di jalan.. Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..."


Percakapan singkat Aisyah dengan ibunya sebelum menaiki kereta jurusan Yogyakarta.


Nabila Aisyah Handoko mahasiswi semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam di salah satu Universitas Islam di Semarang, libur semester telah tiba dan hari ini Aisyah akan pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta. Aisyah menunggu kereta yang akan ditumpanginya...tak beberapa lama kereta pun sampai..


"Pemberitahuan kepada penumpang kereta ekonomi jurusan Semarang-Yogyakarta untuk mempersiapkan diri. Kereta akan sampai di gerbong utama, harap periksa kembali barang bawaan anda selamat menikmati perjalanan menuju Yogjakarta". Mendengar pemberitahuan dari petugas. Aisyah pun bergegas memasuki pintu gerbong, 'brug...!!!' karena terburu-buru seseorang mendorongnya dari belakang, sontak tubuh ramping Aisyah tersungkur di lorong gerbong.


"Anda.. Tiidak apa-apa?". Tanya seorang pria sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Tidak, Aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing.. Kepalaku terbentur pintu gerbong".


Jawab Aisyah memegang kepalanya yang masih sedikit sakit tanpa menoleh ke arah pria tersebut, Aisyah memilih mencoba berdiri sendiri dan menolak uluran tangan pria tersebut.


"Maafkan Aku, Aku tidak sengaja mendorongmu... Seseorang dari belakang mendorongku dengan kencang.." jelas pria itu meminta maaf kepada Aisyah.


"Tidak apa-apa, Aku baik-baik saja". Tanpa berpanjang kata Aisyah pun meninggalkan pria tersebut dan melanjutkan mencari kursi sesuai tiket yang dipesannya.


"Nah...ini dia gerbong 2 kursi 2C". Gumamnya..., dan langsung menaruh barang bawaannya kemudian duduk. Tiba-tiba ada seorang Tentara yang menghampiri kursi tempat Aisyah duduk.


gumam Tentara tersebut dan menaruh barang bawaannya kemudian duduk di samping tempat duduk Aisyah.

__ADS_1


"Hai, apa kau sudah membaik?". tanya Tentara tersebut pada Aisyah


"Hah? Apa maksud Bapak..?", Aisyah kebingungan karena ia tidak menyadari bahwa Tentara yang di sampingnya itu yang tadi menabraknya.


"Maaf ya... Tadi Saya yang dibelakang kamu waktu masuk pintu gerbong kereta... Gimana kepalanya? Apa....". Belum selesai Tentara itu berbicara Aisyah sudah memotong.


"Iya Pak..., sudah ya..., minta maaf terus..., kan sudah Saya bilang..., Saya tidak apa-apa..., hehe".


Dengan wajah senang Tentara itu pun berkata


"Syukurlah..., kalau Kamu masih pusing Aku merasa sangat bersalah..., karena tadi sangat keras Kamu tersungkur...", Aisyah hanya diam dan mengangguk...dan menghiraukan Tentara tersebut.

__ADS_1


Beberapa jam perjalanan mereka berdua hanya diam dan sibuk dengan handphone masing-masing tanpa berinteraksi. 'ting tung....', Suara nada khas sebelum pemberitahuan informasi kereta.


"Pemberitahuan kepada penumpang kereta jurusan Semarang-Yogyakarta sebentar lagi kereta akan sampai di stasiun Solo, kepada penumpang yang akan mengakhiri perjalanan di stasiun Solo harap mempersiapkan diri. Check kembali barang bawaan anda pastikan tidak ada yang tertinggal di dalam kereta". Tak beberapa lama Tentara tersebut pun bersiap karena ia akan mengakhiri perjalanannya di stasiun Solo. Kereta pun berhenti di stasiun Solo Tentara itu turun dari kereta, sedangkan Aisyah masih fokus dengan handphonenya, tak beberapa lama kereta pun melaju kembali. Alangkah terkenjutnya Aisyah ketika menoleh ke samping kirinya terlihat sebuah dompet bercorak army, tidak lain tidak bukan itu adalah dompet pak Tentara, lalu Aisyah mengambilnya....


__ADS_2