Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Ujian Kenaikan Pangkat Kapten


__ADS_3

Sore itu Hamdan telah selesai melaksanakan ujian kenaikan pangkat perwira TNI AD lengkap dengan pakaian dinas harian (PDH), menyelesaikan ujian berenang, saat berlangsung ujian kesamaptaan renang yang merupakan syarat mutlak untuk kenaikan pangkat, di kolam renang Kodam IV/Diponegoro Semarang, Jateng, Senin, 25 Mei 2020.


Ujian yang pertama kali dilaksanakan di jajaran kodam se-Indonesia, itu meluluskan 98 perwira pertama dan menengah Kodam IV/Diponegoro setelah mampu menyelesaikan kesamaptaan renang 50 meter. Kegiatan Kesegaran Jasmani (Garjas) merupakan suatu hal yang wajib dilaksanakan oleh prajurit dalam rangka untuk mendapatkan kesejahteraan berupa kenaikan pangkat lebih tinggi satu tingkat dari pangkat semula.


Nilai Garjas yang diperoleh setiap prajurit sangat menentukan kelayakan dalam pengajuan kenaikan pangkat, karena ada batas minimum nilai yang sudah menjadi aturan dan disesuaikan dengan kategori umur.


Sebelum melakukan kegiatan diadakan pengecekan awal kesehatan dari Denkesyah Semarang. Pelaksanaan Tes Garjas Uji Kenaikan Pangkat (UKP) kali ini meliputi Tes Kesegaran “A” yaitu melaksanakan lari dengan waktu 12 menit dan Tes Kesegaran “B” meliputi gerakan Pull Up, Sit Up, Push Up dan Longhes durasi waktu satu menit serta Shuttle Run.


Setelah seharian bertempur menghadapi ujian kenaikan pangkat yang Alhamdulillah nya membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan dan kini Hamdan telah menaikkan pangkatnya ke tingkat perwira, karena telah memenuhi syarat dulu SMU jurusan IPA dan memiliki NEM rata-rata nasional, dan persyaratan lainnya telah dipenuhi olehnya sehingga membuatnya mudah menaikkan pangkatnya ke jenjang perwira.


Pencapaian yang cukup bagus bagi seorang anggota TNI seperti Hamdan yang tidak memiliki basic keluarga dari kemiliteran. Begitu melelahkan mengikuti serangkaian tes dalam ujian kenaikan pangkat, karena sebagian besar adalah berupa tes fisik yang membutuhkan banyak tenaga dan stamina yang prima. Beruntung Hamdan telah belajar banyak dengan Kakeknya Aisyah yang sudah mendalami dunia kemiliteran dan mengajarinya tips dan trik menjaga stabilitas kondisi tubuh agar lolos dalam ujian kenaikan pangkat.


Setelah melaksanakan sholat Isya Hamdan sudah sangat kelelahan dan memutuskan untuk langsung beristirahat, begitulah kebiasaanya ketika merasa tidak ada yang dikerjakan lagi.


Keesokan harinya, Hamdan bermaksud mengabari Ummi nya tentang kenaikan pangkatnya sebagai kejutan.


"Assalamualaikum.... Ummi..." Ucapnya ketika Ummi nya mengangkat telepon dengan cepat.


Perempuan yang dipanggil mama oleh Hamdan dia adalah bibinya yang menganggap Hamdan sebagai anaknya sehingga dipanggil mama olehnya ketika SMP tinggal di sebuah pondok pesantren di Jepara. Sedangkan pada ibunya sendiri Hamdan memanggilnya Ummi.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah... Ada apa? kapten Ummi tumben pagi-pagi sudah menelpon". Jawab Ummi disambung pertanyaan karena heran.

__ADS_1


"Iya Ummi, Hamdan baik-baik saja kok, gimana di Jombang? baik-baik saja kan?". Tanya Hamdan. Karena di Semarang hanyalah singgah di rumah Kakek dari jalur Ummi dan di Jombang adalah rumah utama dimana di sana ada Kakek Hamdan dari jalur Abi yang memiliki sebuah pondok pesantren ternama.


"Iya, alhamdulillah... Baik-baik saja. Kamu belum jawab pertanyaan Ummi loh! ada apa nelpon pagi-pagi begini?". Tanya Umi yang masih penasaran.


"Hamdan ada kabar baik Ummi." Jawabnya menggantung, sengaja membuat Umi nya semakin penasaran.


"Iya... Kabar baik apa? Jangan buat Ummi mati penasaran dong! Kapten". Jawab Umi yang udah mulai lebay.


"Ih Ummi, jangan lebay gitu deh. Sekarang panggilan Ummi ke Hamdan udah bener...". Jawabnya.


"Maksudnya?" Tanya Ummi masih belum ngeh dengan jawaban Hamdan.


"Ummi, sekarang bisa panggil Kapten dengan benar hehe... Kemarin Hamdan udah lolos ujian naik pangkat Ummi... Alhamdulillah". Jawab Hamdan menjelaskan.


"Iya Ummi, syukron katsiron (terima kasih banyak) Ummi dan Abi udah mau mendukung Hamdan jadi tentara. Sampaikan terima kasih Hamdan kepada Abi dan semuanya yang ada di rumah ya... Abi pasti sedang kajian kan?" Ujar Hamdan menanggapi jawaban Ummi.


"Iya, La Syukron 'alaa wajib (tidak perlu berterima kasih atas sebuah kewajiban), ini udah kewajiban Abi dan Ummi. Iya insyaallah akan Ummi sampaikan. Iya habis subuh ada kajian sekarang Abi sedang mengajar. Pasti Abi sangat bangga". Ujar Ummi dengan yakin.


"Oke Mi... Udah dulu ya... Kapten mau olahraga pagi dulu ya... biar ngga kaku badannya...". Ucap Hamdan izin pamit untuk berolahraga.


"Iya, Kapten Umi semangat terus ya... Semoga selalu diberi kesehatan dan karir yang cemerlang... Aamiin... Assalamualaikum...". Ucap Umi mengakhiri telepon.

__ADS_1


"Iya Mi, Aamiin... Wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barokatuh...". Jawabnya mengakhiri sambungan teleponnya.


Setelah menelpon Ummi Hamdan bersiap untuk olahraga pagi semacam mengulang tes kebugaran. Ya itulah aktivitas runtinnya setiap pagi untuk menjaga stamina dan penampilan tentunya. Karena dibalik six pack nya penampilannya harus ada pengorbanan rutin olahraga dan jaga pola makan setiap harinya. Jadi tidak boleh lengah seharipun, karena satu kali saja meninggalkan aktivitas runtinnya itu maka akan terasa sakit badannya.


Memang demikian semacam kebalikan dari orang yang tidak biasa olahraga namun sehari saja dia olahraga maka akan membuat tubuhnya terasa sakit. Hal itu membuktikan bahwa olahraga sebaiknya rutin. Kalau hanya sekali dua kali maka badan terasa sakit karena kaget melakukan aktivitas yang tidak biasa dilakukan.


Setelah lelah mengitari lapangan khusus di tempat karantina dan melakukan serangkaian gerakan pembentuk tubuh akhirnya usai sudah ritual pagi anggota TNI ini.


"Ndan!", panggil Komandan Rhino yang tak sengaja bertemu dengan Hamdan.


"Siap Komandan!" Jawab Hamdan Semangat.


"Sekarang sudah jadi Kapten. Mau lanjut naik pangkat atau menikah?" Tanyanya setengah serius.


"Lanjut lah Ndan... Saya juga ingin seperti komandan" Jawabnya tegas.


"Bagus! Lanjutkan perjuanganmu! Sekali lagi selamat atas kenaikan pangkatnya. Ingat! Semakin tinggi pangkatnya, maka semakin besar pula tanggung jawabnya. Semangat terus semoga sukses terus kedepannya!" Ujarnya memberi ucapan selamat dan semangat kepada Hamdan.


"Siap Ndan! Terima kasih banyak" Ucap Hamdan menanggapi.


"Baiklah saya ke dalam duluan ya... Assalamu'alaikum" Pamit Komandan Rhino.

__ADS_1


"Siap Ndan! Wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barokatuh".


'Aku lupa, belum mengabari Kakek kalau sudah lolos ujian kenaikan pangkat, sebaiknya aku kabari kakek secara langsung saja agar datang di pelantikannya' pikir Hamdan.


__ADS_2