
Selesai sudah perjuangan Aisyah di bangku kuliah, hari ini adalah hari yang bersejarah untuknya dengan tangis haru meneteskan bulir kebahagiaan di pipinya. Semu keluarga hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada Aisyah.
"Selamat ya nak, Kita semua bangga sama kamu bisa sarjana dengan gelar cumlaude dan menyisakan kenangan prestasi di kampus itu sudah lebih dari cukup...". Ucap Nenek memeluk Aisyah.
"Iya Nek, Kek, Ayah, Ibu, dan semuanya... Akhirnya Aisyah wisuda... Aisyah berterima kasih untuk selama ini sudah membantu Aisyah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah ini, maafin Aisyah yah... Ngerepotin terus.. Sampe dewasa begini...". Ucap Aisyah yang meneteskan air matanya.
"Sini peluk...". Ucap Ibu yang sedari tadi menahan air matanya.
"Tidak usah terima kasih nak, semuanya sudah kewajiban kami, semoga sukses ke depannya ya... Kamu ngga pernah ngerepotin Kita semua kok... Anak Ibu hebat". Ucap Ibu, tangisnya pecah kala itu.
"Kalo ngerasa ngerepotin berarti harus dinikahin biar ada yang direpotin lagi... Hahah". Celetuk Bang Abi menggodanya.
"Huh! Kesel deh... Lagi haru-haru begini masih digodain..". Kesal Aisyah.
'Afira Sinta Lestari lahir di Semarang, 09 Juli 1998 puteri bapak Sudirman'. Ucap seorang MC acara itu memanggil wisudawan dan wisudawati untuk seremonial.
"Bentar lagi Aisyah naik ke panggung, Aisyah pamit ke samping panggung dulu yah Ayah, Ibu, semuanya...". Pamit Aisyah, dijawab anggukan keluarganya.
Sesi Foto
"Di rapatkan lagi ke samping kiri, wisudawati tidak memegang bunga atau boneka parsel?". Tanya sang fotografer.
"Bukannya disediakan pihak kampus pak?". Tanya Aisyah singkat.
"Untuk tahun ini ditiadakan mba, karena banyak yang dibawakan pihak keluarga, pacar, dan kerabatnya". Jawab Fotografer tersebut.
"Oh iya... Itu, Maaf ya Aisyah... Soalnya parselnya tertinggal di rumah nenek dan tadi ngga ada waktu buat ambil, gugup ke sininya takut ngga keburu". Ucap paman Ilham meminta maaf.
"Udah... Tidak masalah, hanya formalitas saja ngga ada juga ngga papa.. Nanti kan bisa foto di studio". Jawab Aisyah tenang, tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Tiba-tiba seseorang datang.
"Assalamualaikum...". Ucap orang tersebut.
"Wa'alaikumussalam... Warahmatullah...". Jawab Aisyah dan semua orang yang ada di stand fotografi.
"Alhamdulilah ada yang peka juga...". Ucap Bang Abi melihat orang tersebut membawa buket bunga anggrek putih dan ungu yang dibalut parsel khas untuk hadiah pemberian.
"Sini nak, ikut foto". Ajak Kakek kepadanya.
"Ah tidak Nek, Aku hanya ingin memberikan ini saja". Jawab laki-laki itu yang tak lain adalah Hamdan.
"Sudah jangan sungkan! Masih mau jadi cucu Kami atau tidak ha?". Ancam Kakek.
"Baiklah... Kek". Jawabnya menuruti ajakan Nenek.
"Baiklah silahkan untuk pasangan wisudawati bisa menempatkan diri di tengah bersamanya". Perintah fotografer itu.
"Maaf Pak, Kami bukan pasangan". Ucap Aisyah.
"Tapi kalian terlihat sangat cocok...". Jawab fotografer itu.
"Sudahlah, tidak apa Hamdan sinilah ke samping kanan Aisyah". Tutur Ibunya Aisyah.
"Tapi Bu... ". Jawab Hamdan ragu.
"Tidak mengapa, jadi pasangan beneran juga Ibu setuju kok!". Goda Ibu yang disambut wajah merah merona dari Hamdan dan Aisyah, hal ini membuat jiwa jahil Bang Abi membara dan mengatakan,
"Sinilah calon adik ipar! Aku tahu hatimu sudah lompat ke sana ke mari seperti kembang api". Godanya menjahili Hamdan yang disambut tawa semua orang dan merangsang semu merah di wajah yang digodanya.
__ADS_1
"Bisa dipercepat untuk keluarga ini? Yang lain sudah mengantri". Sindir fotografer itu.
"Ayo cepat sini, nanti tanduk merah bapak fotografer nya muncul bahaya!". Ucap bang Abi yang membuat semua tertawa. Akhirnya Hamdan
"Ini Aisyah...". Ucapnya memberikan buket bunganya.
"Terima kasih Kapten, tau aja bunganya anggrek". Ucap Aisyah.
"Ehemmmm... Jiwa jomblo ku meronta-ronta". Sindir Rizkiansyah adik bungsu ibu Aisyah.
"Cari pasangan dong... Dasar jomblo ngenes!". Ejek Bang Abi.
"Pegel ini Kaki ayah nunggu cekrak-cekrek sampe bertahun-tahun gini".
"Iya- iya...". Jawab muda-mudi yang bercanda gurau itu.
Akhirnya beberapa foto berhasil di ambil. Hasilnya memuaskan namun tidak langsung jadi. Setelah berfoto Aisyah meminta izin kepada keluarganya untuk berfoto swa dengan teman-teman.
"Ayah, Ibu, semuanya... Aisy izin mau foto sama temen-temen KKL ya...". Pamit Aisyah.
"Iya, jangan lama-lama ya... Habis ini langsung pulang ke rumah Kakek". Tutur Ibu.
"Iya Bu..". Jawabnya singkat dan beranjak meninggalkan mereka semua.
"Hei guys! Ayo banyakin kenangan...". Ucap Titi mengajak teman KKL nya yang termasuk Aisyah di dalamnya.
"Let's take picture guys...". Sambut Riana dengan tongsis yang sudah terpasang hpnya.
Setelah Puas swa foto lanjut di foto kan.
"Huhu... Ini aku bawa SLR ga guna nih!". Ucap Sisilia yang dikenal paling centil di antara mereka.
"Eh Pak Tentara...". Panggil Sisil pada Hamdan yang saat itu masih berseragam lengkap sekaligus bertugas untuk keamanan acara ini.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?". Tanya Hamdan yang belum menyadari ada Aisyah di situ.
"Wow... Pak tentara tampan sekali.. Boleh dong Sisilia yang cantiknya dari ujung kaki hingga ujung kepala ini minta fotoin". Rayu Sisil dengan manja.
"Ish Sisil... Jaim keles! Masa sarjana baru udah kek gini Sil ah!". Bisik Diora menyenggol lengan Sisil.
"Maafin teman Saya Pak sudah tidak sopan...". Ucap Kiara meminta maaf.
"Santai aja, sini kameranya...". Ucap Hamdan meminta kamera SLR nya.
"Uhuy.... Emang Tentara tampan idaman inces ini mah, thanks Pak Tentara gans...". Ucap Sisil dengan nada manjanya.
"Yang pake bros pink geser ke kanan sedikit..". Ucap Hamdan memberi arahan
"Sil, geser kanan!". Tutur Riana geram karena Sisil hanya diam fokus menatap Hamdan.
"Pegel ini kaki mau patah Sil!". Ucap Aisyah yang kini mulai angkat bicara kesal dan cemburu berkecamuk dalam hatinya.
"Iya.. Iya... Semuanya perhatian banget sama inces.. lup lup deh". Ucap Sisil tanpa rasa bersalah.
"Satu dua.. cekrek". Suara kamera yang memotret terdengar begitu nyaring menangkap wajah Aisyah yang masih terlihat kesal, Sisilia bergaya centil, dan yang lainnya menatap keduanya.
"Ish...! Kapten motret ngga bilang-bilang!". Ucap Aisyah tanpa disadari panggilan Kapten meluncur begitu saja dari lisannya.
__ADS_1
"Kapten?". Tanya teman-temannya bersamaan dengan terkejut
"Kalian kenal?". Tanya Sisil kepo.
"Iya...". Jawab keduanya singkat.
"Jangan-jangan....". Ujar Riana menerka
"Jangan salah paham!". Ucap Aisyah singkat.
"Cuma teman aja, Aku bawahannya Kakek Aisyah..". Ucap Hamdan menjelaskan.
"Okelah... Kalau begitu inces aman dong!". Ucap Sisil enteng.
"Udah lanjut foto aja...". Ajak Aisyah ketus.
"Cuma temen tapi ada yang cembokur ya eh cemburu maksudnya". Goda Diora.
"Udah udah lanjut kuy... Nanti tanduk merah Aisyah nongol bahaya! Didiemin Kamu!". Ucap Riana, akhirnya mereka melanjutkan fotonya.
"Gaya apa lagi yang belum? Kayaknya udah semua deh... Udahan ya.. Kasihan tuh Kaptennya Aisyah!". Ucap Diora yang dikenal paling peka diantara mereka.
"Eh... Aisyah ngga mau foto sama Kaptennya tuh? Keren tau wisuda gini foto sama Kapten gans". Celetuk Riana.
"Ayolah Syah... Kan ga nyentuh sih... Cakep pasti". Ucap Sisil yang melenyapkan kagumnya pada Hamdan.
"Ngga usah... Jangan alay gitu deh!". Ujar Aisyah menolak.
"Nanti nyesel loh.., mumpung ada bunga tuh yang kamu bawa..., sweet deh pasti hasilnya".
Setelah dibujuk dan dirayu akhirnya Aisyah setuju.
"Oke deh satu kali aja". Ucapnya singkat.
Akhirnya Riana yang sudah berambisi mengambil alih kamera yang dipegang Hamdan.
"Sini Kak, Aku yang fotoin". Pinta Riana.
"Ah iya... Ini". ucap Hamdan memberikan kameranya.
"Satu, dua,... Cekrek". Hitungan Riana memotret dengan kilat.
"Yah kok manyun sih... Senyum dong Aisy! Ulang lagi ini blur soalnya... Hehe". Ucap Riana beralasan agar foto diulang.
"Ngga bisa foto ngga usah fotoin ih... Riana menyebalkan!". Ucap Aisyah kesal.
"Sini inces aja yang ahli". Pinta Sisil sombong.
"Kali ini aku ngalah deh...". Ucap Riana.
"Kapten Tatap wajah cantik Puteri Asiyah, Beb senyum yang manis lihat ke Kapten satu dua ciiiissss....". Perintah Sisil memotret.
"Sweet banget... Inces juga mau dong foto sama Kapten!". Ucap Sisil yang melihat foto hasil jepretannya.
"Udah ya... Saya masih ada tugas...". Ucap Hamdan berpamit.
"Yah Inces ambyar...". Ucap Sisil kecewa.
__ADS_1
"hahahah... Kasihan deh Inces... Iya Kak Kapten makasih ya.. Udah fotoin kita-kita yang rempong ini". Ucap Riana kepada Hamdan.
"It's ok, Kalemin aja... See You all...". Ucapnya meninggalkan Aisyah dan kawan-kawannya.