
Tiga part episode setelah ini tentang cowok yang pernah mendekati Aisyah, namun ditolak hingga Dia meninggal masih mencintai Aisyah, membuat Aisyah merasa bersalah. Padahal meninggal bukan karena Aisyah tapi ya...ada salah satu kaitannya dengan Aisyah. ๐
Davin Arzhan Ramadhan itulah namanya, Dia adalah kakak tingkat Aisyah, Mahasiswa semester akhir yang tinggal menunggu skripsi dengan jurusan yang sama dengan Aisyah. Arzhan terbawa perasaan ketika bersama dengan Aisyah berawal ketika dua bulan lalu mereka hadir di suatu kegiatan yang sama. Arzhan merasa iba berakhir menjadi cinta kepada Aisyah yang selalu terlihat sendirian tidak seperti yang lainnya selalu bergerombol dengan teman-temannya.
"Aisyah, kenapa kamu selalu sendirian?" tanyanya mendekati Aisyah
"Ya karena nyaman" Jawab Aisyah singkat
"Oh...eummm...apa aku boleh temenin kamu?" Tanya Arzhan ragu
"Boleh-boleh saja tapi jangan terlalu dekat..." Jawab Aisyah sedikit ketus, jujur Aisyah tidak suka didekati cowok seperti ini
"Baiklah...sebagai tanda pertemanan boleh dong aku minta nomor WA kamu...?" Modus Arzhan pada Aisyah
"Cari saja di akun Facebook milikku, namanya sana persis dengan nama lengkap ku!, Maaf aku tidak bisa berlama-lama di sini... Assalamualaikum wr wb" Aisyah yang sudah semakin tidak nyaman akhirnya meninggalkan Arzhan, sedangkan Arzhan langsung mengambil ponselnya dan mencari aplikasi Facebook dan mengetik di kolom pencarian nama lengkap Aisyah.
'Ini dia...yah...benar ada nomor WA-nya' gumamnya sambil stalker akun Facebook Aisyah, scroll... scroll... scroll...
'Ternyata dia benar-benar muslimah yang ta'at...pantas saja tadi seperti tidak nyaman denganku. Orang-orang terdekatnya juga rata-rata mondok di ponpes.... Masyaallah...idaman banget deh' gumam Arzhan tanpa disadari ngepoin Aisyah sampai benar-benar postingan terakhir.
Arzhan langsung menghubungi Aisyah lewat WA sejak saat itulah mereka saling menyimpan nomor satu sama lain.
Tanpa Aisyah ketahui Arzhan benar-benar mencari tahu detail tentang Aisyah sampai teman dekat Aisyah pun tahu. Suatu hari Arzhan hendak memberikan bunga kepada Aisyah melalui Halizah sahabat Aisyah
"Liz, lihat Aisyah ngga?" Tanya Arzhan kepada Halizah
"Belum berangkat...ada apa ya kak?" Tanya Halizah heran
"Aku mau nitip bunga buat Aisyah, tapi kamu jangan bilang dari siapa...kalau ditanya jawab aja 'nanti kamu tahu sendiri'...ya...ya... please bantu aku" ucap Arzhan memohon
"Ya sudahlah...akan ku berikan tapi kamu perlu tahu, Aisyah tidak mudah menerima pemberian orang lain yang tidak jelas" jelas Halizah dengan nada tegas dan sedikit mengancam
"Ya...baiklah...terima kasih banyak Liz.." ucap Arzhan sambil memberikan bunga
__ADS_1
"Sama-sama, aku ke kelas dulu ya... Assalamualaikum..." pamit Halizah Kepada Arzhan
"Iya... waalaikumussalam wr wb..."
******
Di kelas, Aisyah sudah duduk manis mengetik sesuatu di laptopnya, tiba-tiba Haliza datang tak lupa mengucapkan salam
"Assalamualaikum.... Aisyah" ucapnya yang membuat Aisyah mengalihkan pandangannya
"Waalaikumussalam warahmatullah....Eh Zah...kenapa kamu baru berangkat? tumben aku duluan... kesiangan ya kamu?, Yeay...aku menang" tanya Aisyah mengejek Halizah, padahal halizah tidak terlambat.
"Ngga...aku udah berangkat duluan tapi duduk di taman samping, kamu lewat tengah jadi ngga lihat deh...oh iya aku punya kado buat kamu" jelasnya mengklarifikasi dugaan Aisyah yang ternyata salah itu.
"Hadiah? mana? tumben nih...tapi aku ngga ultah loh... jangan-jangan nyogok nih...ada maunya ya..." ucap Aisyah menerka niat baik Halizah
"Ngga.... istighfar buk...jangan su'udzhon terus ga baik...haha... nih" celetuk Halizah dan memberikan bunga titipan itu kepada Aisyah.
"Hah? Bunga? apa kamu tidak salah memberiku bunga? Tau aja aku suka anggrek putih, seperti ABG kasih kejutan ke pacarnya aja... hahaha" tanya Aisyah penasaran dengan pemberian sahabatnya itu
"Maksudnya? apa ini? titipan siapa?" Tanya Aisyah yang penasaran dan sekarang mulai terlihat sinis
"Nanti kamu juga tau sendiri" jawab Halizah cuek
"Kamu kan tau aku paling ngga suka nerima sesuatu tanpa aku ketahui pemberinya, apalagi bukan hari ulang tahun ku...ngga tau lah...aku ngga mau terima...ini kamu kembalikan...barang ga jelas gini dikasih ke aku!" Sekarang Aisyah jadi badmood dibuat Halizah
"Udah sih terima aja jangan gitu...itu yang ngasih beli pake uang loh... usaha juga belinya...hargain pemberian orang Aisy... Ngga baik loh nolak rezeki" Halizah mulai membujuk Aisyah dan menenangkannya
"Ngga Zah...aku ngga mau terima! Ini kamu kembalikan saja ke yang ngasih... suruh kalo pengen ngasih langsung aja ke aku...bilang apa tujuannya! Jangan ga jelas gini...jadi males banget deh kalo udah ada yang kayak gini!" Ucap Aisyah kesal dan mengembalikan bunganya ke Halizah.
Ketika Halizah ingin membujuk Aisyah kembali dosen pun datang, sehingga Halizah mengurungkan niatnya.
"Assalamualaikum wr wb... selamat pagi semua..." Ucap seorang dosen mengawali mata kuliah pagi ini
__ADS_1
"Waalaikumussalam wr wb...pagi Bu..." dengan serentak semuanya menjawab
*****
Semua berlalu begitu cepat, mata kuliah selesai, hari ini hanya ada satu Makul. Aisyah memutuskan untuk langsung pulang karena masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan. Sedangkan Halizah bermaksud mengembalikan bunga ke Arzhan, mereka sudah bertemu di taman samping.
"Zhan..." Panggil Halizah dari arah Utara lorong kampus
"Ya...Zha... Assalamualaikum..." Ucapnya menengok ke arah Arzhan
"Aku mau ngembaliin bunganya, Aisyah menolaknya..." Ucap Halizah ringan
"Kenapa? Apa bunganya tidak bagus? Bukankah itu bunga kesukaannya?" Tanya Arzhan kecewa padahal dia sudah mencari tahu banyak tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai Aisyah, namun ditolak.
"Bukan gitu...kan aku sudah bilang, Aisyah ga bakal gampang nerima kalo ngga jelas siapa yang ngasih dan untuk apa! Kayanya kalau mau kasih sesuatu langsung ke Aisyaahnya dan sampaikan tujuannya apa!" Terang Halizah tegas dan lugas
"Ya, baiklah...yaudah Zah... thanks ya ...sebagai ucapan terima kasih ku kamu aku traktir makan mau ngga?" Tutur Arzhan menawarkan
"Boleh...lapar juga...aku ngga sarapan" Halizah menyetujui karena Ia sudah sangat lapar tadi pagi tidak sarapan.
Akhirnya mereka berboncengan menggunakan motor Arzhan, karena Halizah memang tidak membawa motor. Di tengah jalan yang kebetulan sangat sepi itu tiba-tiba Arzhan menaikkan gas motornya bisa dibilang gaspol ketika Halizah mengatakan,
" Zhan, sebenarnya Aisyah itu tidak ada perasaan apa-apa dengan Kamu, karena itulah Dia menolak pemberianmu" Ucap Halizah tiba-tiba, yang dibalas senyap oleh Arzhan tanpa berkata dan langsung menaikkan kecepatan motornya.
Halizah yang ketakutan pun menjerit dan mencubit pinggang Arzhan, "Aaaaaaaaa....Zhan...Kau boleh marah! tapi jangan bunuh anak orang...aku takut...belum wisuda udah meninggal...kasihan orang tuaku!" jeritnya disertai gerutu karena marah kepada Arzhan yang melampiaskan amarahnya ketika bersama Halizah, padahal Halizah tidak salah apa-apa.
"Apa kau bisa diam? Sudahlah pulang saja...aku tidak jadi mentraktir mu, aku mengantar kamu pulang saja! Kau sudah membuat ku kesal!" dengan nada tinggi Arzhan berkata kepada Halizah yang membuat Halizah semakin takut, kini Halizah hanya diam dan berdo'a
"Semoga tidak terjadi apa-apa Ya Allah...Selamatkan aku dari amarah hamba-Mu yang satu ini...aamiin" ucapnya pelan agar tidak terdengar oleh Arzhan.
Sampai di rumah Halizah tanpa berpamitan Arzhan langsung memutar motornya bergegas entah kemana, masih dengan ekspresi wajah yang marah dan diselimuti emosi yang memuncak sehingga terus mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Untung saja tidak terjadi apa-apa, kali ini Arzhan selamat tidak tahu besok.
Part ini author revisi ya...ada tambahan sedikit....tetep stay tune baca novel author๐
__ADS_1
jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan sebagai novel favorit biar kalian ngga ketinggalan up-nya Author ya... thanks yang udah setia nunggu up-nya๐ Semoga sehat selalu dan panjang umurnya ๐