Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Penolakan Ketiga, Meninggal


__ADS_3

"Ya Allah...apakah hamba keterlaluan? Hamba hanya ingin menjaga hati untuk jodoh Hamba yang telah engkau siapkan Yaa Allah... Bukakanlah pintu hati Hamba jika Arzhan memang jodoh Hamba...namun tutuplah rapat pintu hati Hamba jikalau Arzhan hanya sebatas penguji iman Hamba, Sembuhkan lah Dia seperti sediakala...aamiin" ucap Aisyah dalam Do'anya seusai melaksanakan sholat Tahajjud dilanjutkan dengan membaca Alqur'an lalu Aisyah merasa masih sangat mengantuk, karena dia hanya baru tidur satu jam karena semalaman memikirkan Arzhan, apakah ini kesalahannya atau memang kecelakaan biasa...? itulah yang mengusik tidurnya.


Setelah sholat Aisyah tertidur di atas sajadah dan dalam tidurnya bermimpi Ia bertemu dengan Arzhan dalam mimpi tersebut terjadilah percakapan,


"Aisyah...maafkan Aku...ini bukan salahmu...aku tidak akan mengganggumu lagi...aku akan pergi jauh...Kau boleh saja tidak menerima cinta Ku namun, aku mohon terimalah pemberian Ku...Aisyah...ambilah ini, ...aku pamit Aisyah...semoga Kau bahagia bersama jodoh Mu kelak" ucap Arzhan dalam mimpi Aisyah.


Dalam mimpi itu Arzhan dan Aisyah mengenakan pakaian serba putih namun terpisahkan oleh jurang ketika itu Arzhan memberikan cin-cin satu pasang yang diberikan sebagai hadiah untuk pernikahan Aisyah kelak, ketika Arzhan mulai berjalan mundur meninggalkan Aisyah lantas Aisyah bingung untuk mengejarnya karena ada jurang dihadapan Aisyah jadi Aisyah hanya bisa berteriak kencang "Arzhaaaaaaaaaaaan...." Teriak Aisyah yang seketika langsung terbangun dari tidurnya karena ada sesuatu yang membangunkannya


"Asholaaatu Khoiru Minannaum...." Ternyata adzan subuh yang berkumandang membangunkan tidur nyenyak Aisyah yang sebentar itu


"Astaghfirullahaladziim...mimpi apa Aku...Yaa Allah semoga hanya sebatas mimpi... aamiin" ucap Aisyah yang kini duduk bersandar ke dinding yang menempel dengan kasurnya di kos yang ditinggalinya.


*****


Di Kampus


"Aisyah...nanti habis Makul jenguk Arzhan yuk..katanya Dia belum sadar, tapi terus menyebut namamu terus-menerus...kasihan Dia" Ucap Halizah setengah membujuk


"Iya... Insyaallah..." ucap Aisyah singkat.


Dalam pikirannya sekarang tidak karuan, memikirkan mimpinya namun Aisyah masih tetap bisa mengendalikan diri karena Aisyah tahu, sebaik-baiknya mimpi itu tidak diceritakan kepada siapapun, karena itu dapat menyebabkan salah tafsir jikalau disampaikan kepada orang yang tidak tepat, jadi cukup dipendam saja dan melihat kenyataannya nanti.


"Alhamdulillah... Makulnya udah selesai, kita mampir ke toko buah dulu ya Zah...?" ucap Aisyah disanbung pertanyaan


"Okok siap Aisyah... Aku bawa motor hari ini sengaja biar kita jenguknya bisa mampir beli buah...hehe" jawab Halizah


*****


Di rumah sakit


"Assalamualaikum... Tante Rima..." ucap Halizah yang memang mengenal ibunya Arzhan


"Waalaikumussalam warahmatullah...Halizah...eum...ini Aisyah kan?" Tanyanya menatap lekat wajah Aisyah

__ADS_1


"Iiii Iya Tante..." Jawab Aisyah canggung dan terbata-bata


"Gimana keadaan Arzhan Tan?" Tanya Halizah memecah kecanggungan antara Aisyah dan Ibu Rima


"Masih belum sadar, Arzhan memanggil nama Aisyah terus... masuk aja Aisyah...." Jawab Tante Rima wajahnya kini tertunduk, lalu mempersilahkan Aisyah masuk, sedangkan Halizah yang mengetahuinya hanya menunggu di luar


"Zah...Kamu ngga ikut?" Tanya Aisyah mendapati Halizah malah duduk di samping Ibu Rima


"Ngga...Kamu aja... kemarin aku udah masuk kok" Ucapnya singkat


Benar saja ketika Aisyah masuk Arzhan memang belum sadarkan diri, Aisyah mengambil Mushaf dan membacakan Surat Ar- Rahman yang disukai oleh Arzhan, kemudian membaca Al-fatihah, kemudian Do'a untuk orang yang sakit, dan melantunkan sholawat Tibbil quluub sebanyak tujuh kali.


"Aaiysah...." Ucap Arzhan yang masih terpejam namun kini tangannya sedikit bergerak seakan merasakan kehadiran Aisyah di sampingnya


Panggilan Arzhan membuat Aisyah terdiam sejenak menghentikan bacaannya, mata Aisyah terfokus pada jari tangan Arzhan yang bergerak, "Alhamdulillah...Arzhan... sadarlah...ini aku Aisyah...di samping Kamu.." ucap Aisyah yang membuat Arzhan perlahan mulai membuka matanya.


Setelah Arzhan benar-benar sadar Aisyah langsung keluar bermaksud memanggil Ibu Rima


****


Satu Minggu berlalu Arzhan sudah pulang selang tiga hari setelah Aisyah menjenguknya, namun sekarang mereka berdua telah menjadi sahabat, Arzhan sudah berpacaran dengan Putri yang beberapa hari sejak Arzhan dirawat selalu memperhatikan Arzhan. Tak jarang Arzhan dan Putri memperlihatkan keserasian mereka di hadapan Aisyah, namun Aisyah tidak cemburu dan terlihat biasa saja.


Banyak yang bilang kalau Putri hanya menjadi pelampiasan, namun Aisyah berpikir dan berharap semoga ya Arzhan benar-benar mencintai Putri bukan untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap Aisyah.


Terlihat perubahan yang signifikan pada Arzhan, namun ada hal yang tidak berubah darinya yaitu selalu memperhatikan dan melindungi Aisyah dari gangguan cowok yang sering membuat Aisyah tidak nyaman. "Arzhan ini sudah punya pacar tapi masih saja peduli dengan Ku...ah...Ya sudahlah yang penting Dia hanya menganggap Ku sahabatnya tidak lebih" gumam Aisyah setiap Arzhan memberikan perhatian kepadanya.


Puncak kekecewaan Arzhan yang membuatnya terlihat masih mencintai Aisyah ketika Afrizal cowok yang sekelas dengan Aisyah terang-terangan menyatakan cinta dihadapan Aisyah, dan benar Arzhan cemburu berat sehingga ketika itu tidak memikirkan perasaan Putri sama sekali.


"Aisyah... Aku tahu kita hanya sahabat, tapi entah kenapa hatiku terasa sakit ketika Afrizal menembak Mu, meski tidak Kau terima namun Aku masih merasa tidak suka" ujar Arzhan setelah Aisyah menolak mentah-mentah pernyataan cinta Afrizal


"Jangan begitu, ingat! Kau sudah punya Putri berbahagialah dengannya..." ucap Aisyah singkat dan langsung meninggalkan Arzhan


"Aisyah... maukah kau menjadi kekasih Ku?" Tulis Arzhan di pesan WhatsApp-nya yang dikirim kepada Aisyah

__ADS_1


"Sudah aku bilang Arzhan! Kau menjauhkan dari Ku...aku tidak ingin menyakiti perasaan Putri..." Jawab Aisyah penuh penegasan


"Baiklah Aisyah...jika itu maumu, jangan harap bisa menemui Aku lagi...aku akan pergi jauh darimu...Terima kasih untuk semuanya...Anaa Uhibbuki Fillah...." Tulis Arzhan, yang tidak dijawab oleh Aisyah dan Ia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi namun naasnya kali ini Ia kembali kecelakaan ketika melewati sebuah jalan yang dekat jurang, entah kenapa matanya melihat jurang seperti jalan sehingga mobilnya terjun ke jurang


"Aaaaaaaaa......" Teriak Arzhan ketika bagian depan mobilnya mulai terjatuh ke jurang.


Arzhan meninggal di tempat dan menjadi berita hangat di kampus pagi itu.


"Apa? Apa kau serius? Jangan bercanda Zah...Tepat 15 menit dari jarak yang kau sebutkan kejadian kecelakaannya aku masih menerima pesan darinya loh..." Tanya Aisyah yang masih tidak percaya


"Iya...tadi pagi Tante Rima menelpon Aku, semuanya hilang Hp Arzhan juga, jenazahnya ada sedikit luka bakar karena terpental dari mobil" ujar Halizah menerangkan


"astaghfirullahaladziim.... Innalilahi wa innailaihi rojiun.. Yaa Allah...ternyata mimpiku benar-benar nyata...terjadi hari ini..." Ucap Aisyah, tubuhnya kini terasa sangat lemas dalam pikirannya terjerembab kegelisahan dan rasa bersalah, untuk kedua kalinya mengecewakan pernyataan cinta Arzhan.


Dari pengalaman inilah Aisyah tidak ingin dekat dengan cowok yang bisa berpotensi memberi harapan perasaan lebih padanya.


Ruang Hati


Tak akan masuk hati yang lain ketika terkunci,


Biarkan diri menyepi agar tak lukai ke lain hati,


Cinta dan nafsu itu semu,


Tak terlihat namun terasa menjadi candu,


Diriku yang masih tak pantas dicinta,


Hanya bermuhasabah menemui jalannya.


Ruang Hati Aisyah


21 April 2020

__ADS_1


__ADS_2