
Tok...tok...
"Assalamualaikum..." Ucap Hamdan dari balik pintu
"Wa'alaikumussalam warahmatullah..."Jawab kami semua yang di dalam, khususnya kakek yang memang sudah menunggu
"Aisyah..tolong bukakan pintunya ya..." Perintah Kakek ringan
"Nggeh Kek..." Jawab Aisyah santun
ceklek.....(Aisyah membuka kenop pintu)
"Silahkan masuk Kak, Kakek sudah menunggu" ucap Aisyah mempersilahkan namun tetap menjaga pandangannya dengan menundukkan kepalanya, Hamdan yang sudah mengetahui maksud Aisyah ini tidak mempermasalahkan
"Iya, terima kasih Aisyah" ucapnya dan mulai memasuki rumah Kakek untuk kedua kalinya, Dibuntuti Aisyah dari belakang
Melihat mereka berdua Nenek tidak tahan menggoda mereka dan berkata, "Hey...loh kok kalian jalannya jauh-jauhan gitu? padahal udah cocok banget kayak pengantin baru, rasanya Nenek ingin kalian benar-benar menikah" Ucap Nenek yang membuat Aisyah merasa kesal
"Apaan sih Nenek ini! bercandanya ngga lucu deh" ucap Aisyah kesal dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Aisyah...tolong buatkan tamu kita minum...ayolah jangan marah, Nenek mu hanya bergurau saja..." Ucap Kakek memerintah
"Minta tolong mba Inem aja... Aisyah lagi sibuk ngerjain tugas kuliah Kek..." ucap Aisyah dari dalam kamar mengelak untuk menghindari Hamdan, padahal waktu liburan seperti ini mana ada tugas...hahaha dasar Aisyah. 'Yes! akhirnya ada cara juga untuk menghindar' pikirnya.
__ADS_1
"Apa sebegitu ketatnya kuliah sampai waktu libur saja masih ada tugas?" tanya Hamdan kepada Kakek
"Iya juga yah...rupanya dia berbohong! dasar Aisyah...akan Kakek hukum sekarang...haha" ucap Kakek penuh gairah untuk menghukum Aisyah
"Aisyah...Nisa sudah datang tuh..." Pancing Kakek kepada Aisyah
"Alhamdulillah...Nisa menyelamatkan ku" Ucap Aisyah bersyukur, namun setelah keluar didapatinya tidak ada seorang pun
"Kenapa Aisyah? Kok tengak-tengok gitu?" Tanya Nenek pura-pura tidak tahu
"Katanya tadi ada Nisa, kok Aisyah keluar ngga ada...masa cepet banget sih pulangnya..." Ucap Aisyah yang keheranan
"Memang tidak ada Nisa... hahaha...cucu Kakek sudah besar kok ngambekan sih...sini duduk..." Ujar kakek dari ruang tamu dan masih ada Hamdan di situ
"Ah...yang bener...sampe bohong ngerjain tugas segala padahal libur kuliah.." goda Nenek dan sekarang Hamdan senyum-senyum melihat tingkah Aisyah yang merasa malu
"Sudah-sudah...kakek cuma mau ngobrol tentang jodoh" ucap Kakek ringan
"Lalu kenapa panggil Aisyah?" Tanya Aisyah heran
"Oh iya Kek, Hamdan kan ke sini mau tanya-tanya tentang kemiliteran...kok jadi bahas tentang jodoh?" Tanya Hamdan heran
"Ya itu nanti, kakek cuma pengen ngobrol emang ngga boleh...? Ini buat pengetahuan aja...jangan pikir macam-macam" ucap Kakek memperingatkan
__ADS_1
"Baiklah...mulai saja Kek..." Ucap Hamdan yang tak ingin berdebat, begitupun Aisyah yang hanya menganggukkan kepala tanda setuju
"Kakek cuma mau cerita bahwa jodoh itu layaknya sebuah gelas dan tutupnya" ucap Kakek singkat sengaja memancing Aisyah dan Hamdan
"Maksudnya Kek?" Tanya Hamdan penasaran sedangkan Aisyah masih cuek
"Jodoh itu kelak akan saling melengkapi seperti gelas yang akan dilengkapi dengan tutupnya, bukan saling mengungguli satu sama lainnya" jelas kakek
"Lalu bagaimana dengan istilah jodoh itu tergantung bagaimana kita, itu kan berarti jodoh kita sama dengan kita Kek?" Tanya Aisyah yang mulai terpancing
"Ya, benar tapi bukan berarti sikapnya, sifatnya, dan segala halnya itu sama. Karena pada hakikatnya wanita itu diciptakan sebagai tulang rusuk yang melengkapi tulang punggung seperti Nabi Adam AS dan Siti Hawa, karena itulah sudah kodratnya saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing dan menghargai kelebihannya" Ujar kakek menjelaskan.
"Jika pernyataan jodoh kita itu tergantung bagaimana kita diartikan semuanya sama, tentu hidup berumah tangga akan sangat hampa dan terkesan biasa saja tanpa tantangan. Persamaan dan perbedaan, kelebihan dan kekurangan, dan semua hal yang ada pada pasangan kita itu harus disikapi dengan bijak. Tindakan kalian memang benar fokus pada cita-cita dan mengesampingkan urusan cinta" Sambung Nenek dengan bijaksana
Hamdan dan Aisyah hanya mengangguk dan mengatakan "Ooh...begitu..." secara bersamaan ketika Nenek mengakhiri perkataannya.
"Tapi perlu diingat, bahwa setiap manusia itu membutuhkan pasangannya. Jangan karena cita-cita kalian melupakan cinta yang merupakan fitrahnya manusia...Kakek dan Nenek berbicara seperti ini hanya untuk bekal kalian kelak...jikalau jodoh Alhamdulillah...dan jikalau tidak ya..tidak apa-apa, ingat perkataan Kami kelak ketika kalian telah menikah" Ucap Kakek mengingatkan.
"Iya Kek, terima kasih sudah memberi Hamdan pengetahuan tentang jodoh dan bahtera rumah tangga...setidaknya ada gambaran sedikit untuk kedepannya. Mungkin Hamdan akan menikah kelak jika cita-cita sudah berpangkat bintang lima, Do'akan saja ya...Kek" Ucapnya berterima kasih
"Hemmmmm...maaf yah Kek, Aisyah sudah bohong tadi, ternyata ada hal penting yang perlu Aisyah ketahui"
"Iya... tidak usah berterima kasih, ini sudah tugas Kami"
__ADS_1