Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
PKL Pertama


__ADS_3

Satu bulan berlalu begitu cepat, kini Aisyah sedang menjalankan tugasnya untuk PKL di salah satu SMA Negeri Favorit yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah Kakek, setiap hari Aisyah mengenakan sepeda mini miliknya pemberian Kyai Zainuddin teman ayah Aisyah, ketika Aisyah berhasil menolong Gus Rizki saat kecelakaan tunggal di tepi jurang. Sebenarnya Aisyah tidak mau menerimanya, karena ikhlas membantu sebagai kewajiban sesama manusia yang kala itu sedang membutuhkan pertolongan. Namun Pak Kyai Zain sebutan akrabnya memohon sebagai ucapan terima kasih, Ia memberi Aisyah sepeda karena memang dulu ketika dimasukkan ke pondok miliknya Aisyah merengek kepada Kakeknya yang saat itu mengantarnya untuk dibelikan sepeda, namun sengaja Kakek tidak menuruti kemauannya saat itu dengan alasan agar Aisyah mandiri.


*Di Sekolah*


Hari kedua Aisyah mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah itu dan kini telah memasuki kelas XI B setelah keratin masuk ke kelas XI A, tidak ada kesan ketika mengajar di kelas A, namun ada hal menari di kelas B.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh.... Selamat pagi anak-anak" Ucapnya mengawali pelajaran hari ini.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barokatuh...Pagi Bu..." Jawab mereka serentak.


"Sebelum memulai pelajaran alangkah baiknya kita berdo'a terlebih dahulu, silahkan ketua kelasnya memimpin do'a" Perintah Aisyah.


"Baik Bu!" Sahut anak laki-laki tampan berumur sekitar 17 tahun, Dia adalah Naufal Amin ketua kelas XI B yang terkenal jadi idola siswi di SMA ini.


Setelah serangkaian kegiatan pembuka pembelajaran selesai kini masuk sesi pengabsenan.


"Selanjutnya, Rizqia Nisa Khumaira... Dari mana dan perkenalkan diri" ujar Aisyah mengabsen, namun tidak ada tanggapan sedikit pun dari yang punya nama.


"Dia langganan telat Bu!" Ucap salah seorang siswi berjilbab Rabbani putih yang duduk tepat di hadapan meja Aisyah. Dia adalah Rumaisha Nadia Wijaya yang terkenal sombong dan sok kecantikan ditambah lagi suka cari perhatian, banyak yang tidak suka dengannya.


"Baiklah, Selanjutnya Ferdian Arkana Lesmana... Perkenalan diri" Ujar Aisyah menyebutkan nama di bawah Nisa Khumaira.


"Dia sepabrik dengan Nisa Bu! telat lebih lama malahan!" Ujar Naufal.


Setelah semua terabsen kini Aisyah memulai pembelajaran.

__ADS_1


"Baiklah, langsung saja kita mulai pembelajaran kali ini, Kakak akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama Kakak Aisyah boleh panggil Kak Aisy atau Kak Aisyah Kakak aslinya orang Yogyakarta, Alamat tempat tinggal kakak di Semarang di Jalan Hayam Wuruk No. 09, itu rumah Kakeknya Kakak, nomor WA Kakak bisa dicatat untuk bertanya-tanya barangkali ada yang kurang jelas atau bagaimana 087699933799, cukup ya... sekarang jangan panggil Ibu lagi umur saya masih dua puluhan belum menikah juga... hehe" Aisyah berkata panjang lebar memperkenalkan diri.


"Baik Kak, ngga buka Q & A nih?" Tanya Chelsea, salah satu dari lima anak yang tidak berjilbab di kelas itu.


"Japri aja nanti di WA oke..." Jawab Aisyah singkat, karena tahu mereka hanya ingin mengulur waktu saja agar tidak pelajaran hari ini. (hahah... Macam kelakuan anak-anak zaman sekarang itu... Generasi micin yang sukanya basa-basi sama gurunya sengaja ditanya-tanya yang unfaedah biar molor waktu pembelajarannya habis untuk mengobrol tidak jelas).


"Ashiap Kakak cantik!" Sautan dari gadis manis berkulit hitam di tepi kiri yang menempel dengan tembok.


"Oke, langsung saja pelajaran kita hari ini Kakak ngga ambil dari buku, tapi penting untuk kalian pahami, kita hari ini hanya belajar sebuah kalimat yang amat sangat bermakna, "Adab itu lebih utama dari pada ilmu, bahasa Arabnya al adabu muqoddamu 'alal 'ilmu, ada yang tahu maksudnya?" Tanya Aisyah kepada peserta didiknya. Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


'Tok..tok..tok!


"izin masuk Pak!" Ucap anak dibalik pintu yang tak mengucap salam dan mengira bahwa Aisyah adalah Pak Saiful Arifin yang dikenal paling selow.


"Masuklah..." Ucap Aisyah yang menyahut dan membuat anak mbeling itu tertegun ketika menatap wajah Aisyah yang penuh keteduhan ketika dipandang.


"Saya Mahasiswi UIN Walisongo yang sedang bertugas Praktik Pengalaman Lapangan" Jelas Aisyah menjawab anak itu. Tanpa Aisyah sadari anak itu melewatinya begitu saja tanpa permisi dan langsung duduk.


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bocah mbeling tersebut dan melanjutkan pembelajaran.


"Baiklah, saya tidak mau berdebat. Mari kita lanjutkan pembelajarannya, Jadi kenapa adab lebih diutamakan sebelum ilmu, karena percuma saja jika ilmunya tinggi tapi adabnya rendah. Bertindak seenaknya tidak punya sopan santun dan tata krama yang baik. Selain itu..." Aisyah belum selesai memberikan penjelasan namun dipotong Nisa yang merasa tersinggung.


"Aaaaa... Cukup! apa ibu ini mau mengajar atau menyindir saya dan mempermalukan saya seperti ini?" Ucap Nisa dengan suara yang meninggi.


"Turunkan nada suaramu Nisa!" Bentak seseorang yang suaranya Nisa kenal dan sangat Ia takuti.

__ADS_1


Dan benar ketika Nisa memutar kepalanya ke samping kiri yang bersinggungan dengan pintu masuk, Sudah berdiri sosok menyeramkan baginya Bu Riana yang berbadan gemuk dan berkulit agak hitam legam menambah keseramannya, Dia berkata "Minta maaf sama Bu Asiyah!" Perintahnya.


"Iiiya... Bu! Maafin saya ya Bu, saya tidak akan mengulanginya lagi...!" Pintanya memohon maaf kepada Aisyah.


"Iya sudah Kakak maafin, panggil Kakak aja ya..." Ucap Aisyah lembut.


"Bu Aisyah, ini surat Ferdian Bu! tadi tetangganya menitipkan ini ke saya waktu cek di gerbang jaga anak yang telat". Jelas Bu Riana, guru BK yang ditakuti semua siswa.


"Baik, akan Kakak lanjutkan... Selain itu orang yang beradab itu memiliki banyak manfaat, diantaranya ketika memiliki ilmu pengetahuan tertentu, Dia tetap menghormati ketika orang lain sedang menjelaskan ulang ilmu yang pernah didapat, sopan santun juga akan membuat seseorang berwibawa, dan tentunya dihormati oleh semua orang...." Jelas Aisyah panjang lebar hingga kini mata pelajaran yang diajarnya telah habis waktunya. Namun Aisyah sengaja memanggil Nisa untuk ke ruangannya.


Kini hanya ada Aisyah dan Nisa di ruangan tersebut, Aisyah memulainya "Kenapa Nisa terlambat?" Tanya Aisyah


"Tadi Aku naik angkot tapi bannya lepas tiba-tiba, jadi Aku jalan kaki deh" Jawabnya ngasal.


"Kan di daerah ini banyak angkot Nis, kenapa ga naik yang lain?" Tanya Aisyah heran karena jawaban Nisa itu benar-benar tidak valid, macam jaringan eror saja ya hehe.


"Iya, soalnya itu angkot kesayangan Aku! ngga mau mendua sama yang lain. Udah nyaman aku" Jawabnya polos namun ekspresinya datar begitu membuat Aisyah tertawa.


"Hahaha... Ada-ada saja Kamu ini! begini Kakak mau tanya, kata temanmu kamu sering terlambat dengan alasan yang tidak masuk akal, itu kenapa sebenarnya?" Tanya Aisyah mulai serius.


"Nggak apa-apa, Pengen aja gitu itu buat tantangan guru yang ngajar Aku hahaha, kan enak tuh biar murid mikirin tugas guru mikirin murid, kan impas toh! Kalo muridnya alus-alus semua kan ngga impas!" Jawabnya, sepertinya saringan bicaranya itu telah rusak dan menjawab ceplas-ceplos.


"Hahaha, Kamu ini! Sebenarnya saya ingin marah tapi menghadapi murid koplak macam Kamu rupanya tak sanggup saya untuk marah!" Ucap Aisyah jujur.


"Ah! Kakak ngga asik! berarti rencana ku ngga berhasil nih!" Keluhnya

__ADS_1


"Ya Udah ini nomor Kakak, nanti Kamu chat Kakak ya... Ada hal penting yang mau Kakak bicarakan tapi tidak sekarang, karena Miss Hellen sudah mau masuk" Ucap Aisyah yang menyadari perputaran jam menunjukkan waktu untuk guru masuk ke kelas.


__ADS_2