Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Jangan Panggil Pak


__ADS_3

Aisyah memperhatikan Hamdan yang sedari tadi hanya mengamati warung tersebut, kemudian Aisyah berdehem untuk memberhentikan Hamdan mengamati ruangan tersebut


'ehemmmm...'


tepat sasaran, Hamdan pun menoleh ke arah Aisyah lalu bertanya


"Ada apa Aisyah...? kenapa berdehem seperti itu...?" tanyanya sedikit heran


"Bukankah bapak mau makan ke sini?" tanya Aisyah sedikit tersenyum


"Iya, kenapa tanya begitu?" tanya Hamdan sambil mengernyitkan dahinya


"Kalau bapak mengamati warung terus kapan makannya? Emmmm tadi ya...? saya berdehem karena sepertinya tenggorokan saya kering pak" sindir Aisyah dengan sedikit tersenyum mengode


"Owalah...iya...iya...saya tahu, baiklah mau pesan apa..?" tanya Hamdan yang peka dengan perkataan Aisyah


"Ternyata bapak cukup peka juga ya...eheeehe...(sedikit tertawa kecil), Saya mau pesan nasi sama gudeg aja, minumnya teh manis hangat" jawab Aisyah dengan singkat


"baiklah akan saya pesankan" jawab Hamdan kemudian memanggil penjaga warung nya


"Mas, tolong ke sini saya mau pesan..." teriak Hamdan sambil mengangkat tangan kanannya, walaupun sedikit teriak namun tetap sopan


akhirinya penjaga warung datang, Hamdan pun langsung memesan untuknya dan untuk Aisyah


"Pak, saya pesan 2 porsi nasi gudeg sama seporsi gorengan, sama ayam kecap, terus telur balado, minumnya teh manis hangat dua, tapi yang satu sedikit saja gulanya"


pinta Hamdan kepada penjaga warung kemudian dijawabnya


"Baik pak, sudah saya catat. saya pamit membuat menu yang bapak pesan, Monggo ditunggu pesanannya!" tutur penjaga warung


Hamdan hanya mengangguk.


sambil menunggu pesanan siap disajikan Hamdan mengawali pembicaraan


"Aisyah..." panggilnya dengan lembut

__ADS_1


Aisyah yang sedari tadi sedang memainkan hpnya kemudian menoleh


"Iya, ada apa pak..?" tanyanya kepada Hamdan


"Bolehkah saya minta sesuatu..?" tanya Hamdan sedikit nyengir


"Kalau saya bisa memberikannya insyaallah akan saya berikan, kalau tidak ya mohon maaf...hehe" jawab Aisyah sedikit bercanda, dan kembali fokus melihat ke hpnya


"Emmm...tapi sebelum itu.. kamu tahu tidak?" belum selesai Hamdan bertanya sudah dipotong dengan perkataan Aisyah


"Tidak, kan bapak belum bilang, hahahaha" jawab Aisyah dengan disertai ketawa, kemudian Hamdan melanjutkannya


"saya belum selesai nih...main potong aja...nda sopan tau" tegas Hamdan sedikit serius


"Owalah maafkan saya pak, silahkan dilanjutkan..."


"Jadi begini, dulu ketika saya mengikuti pelatihan Paskibra di sekolah saya itu diajari Halinteri dimana disitu diajarin kalo lagi ngomong sama orang itu ditatap matanya, saya lihat kamu dari awal ketemu sampai sekarang kalau bicara sama saya menunduk terus itu tidak sopan..." jelas Hamdan menghadap ke wajah Aisyah


Aisyah memberikan penjelasan setelah mendengar pertanyaan itu


mendengar penjelasan Aisyah Hamdan merasa malu dan langsung meminta maaf kepada Aisyah


"Maafkan saya Aisyah, terima kasih sudah mengingatkan...dulu juga saya seperti itu, tapi sejak masuk Paskibra saya sudah tidak melakukannya lagi, ya karena tuntutan kalau tidak melihat wajah ketika berbicara dinilai tidak sopan" jelas Hamdan


"Tidak apa-apa pak, hanya berbeda redaksi saja... sebenarnya tidak apa-apa kalau kita bisa menjaga hawa nafsu kita jika sekedar melihat untuk menghormatinya" tegas Aisyah menanggapi jawaban Hamdan


"baik saya lanjutkan yang tadi yang akan saya minta, jangan panggil saya pak, karena saya bukan bapak kamu... lagian paling kita beda setahun atau dua tahun kan..." pinta Hamdan dengan tenang


"Tapikan bapak ini seorang Tentara, jadi ya...sudah sepantasnya saya memanggil dengan sebutan bapak...hehehe" jawab Aisyah sedikit menolak


"Sudahlah, saya ini belum jadi Tentara, saya masih berproses lagian umur saya dengan kamu nda beda jauh, panggil nama saja" tegas Hamdan


"Baiklah, tapi saat merasa kurang sopan jika hanya memanggil nama...." terang Aisyah yang sedikit mengambang


"Lalu panggil apa kalau bukan nama saja? Kak? Bang? Mas? atau apa?" tanya Hamdan

__ADS_1


"emmmmm...kalau kak kayak anak Pramuka, kalau Bang kayak bang Abi, Kalau Mas kayak suaminya...aaargh...ga tau lah...tak panggil komandan aja yah...?" tanya balik Aisyah


"Jangan dong, nanti kalau dijalan bagaimana? aku sengaja kalau di luar ga pake seragam biar terkesan biasa saja, kalau kamu panggil gitu nanti bikin masalah baru!" tolak Hamdan dengan nada sedikit meninggi


"Hemmmmm... turunkan nadanya kak Hamdan..!" tegas Aisyah, tanpa ia sadari memanggil Hamdan dengan tambahan kak


"Nah itu cocok juga, mulai sekarang panggil aku kak Hamdan okay!" pinta Hamdan bersemangat


Aisyah hanya mengangguk tanda persetujuan.


*****


Makanan Datang


tak terasa mereka mengobrol cukup lumayan lama, akhirnya makanan telah siap disajikan penjaga warung mengantarnya


"Permisi bapak, ibu, makannya sudah siap...selamat menikmati"


sambil menata makanan di atas meja pelayan itu mempersilahkan keduanya makan lalu ia beranjak meninggalkan Hamdan dan Aisyah. mereka berdua pun makan dengan lahapnya, entah karena lapar atau doyan Hamdan meminta tambah nasi gudegnya


"Pak, tambah satu porsi gudeg lagi ya...!" pinta Hamdan ke penjaga warung.


Aisyah yang mendengarnya memberhentikan makanannya lalu menyindir Hamdan


"Tadi ragu makan di sini, eh sekarang malah nambah...laper apa doyan kak...? hahaha" sindir Aisyah sedikit mengejek


"sudahlah lanjutkan makannya, tidak baik makan sambil mengobrol..." jawab hamdan mengalihkan


setelah melanjutkan makan akhirnya selesai juga makanan telah habis, lalu mereka memutuskan duduk sejenak, kemudian duduk di kursi taman keduanya tidak berkata apa pun kemudian terdengar suara adzan duhur


'Allahuakbar Allahuakbar...'


mendengar suara adzan Aisyah dan Hamdan sama-sama mengucap


"Alhamdulillah...."

__ADS_1


lalu mereka beranjak dari tempat duduknya kemudian menuju ke Mushola, dan hendak melaksanakan sholat duhur.


__ADS_2