
Sebenarnya Aisyah bukan bermaksud untuk menjauhi semua pria akan tetapi Aisyah hanya ingin menjaga diri, dulu Aisyah sangat suka sekali menonton drama Korea, Aisyah memang baper (kebawa perasaan) ketika menonton drama itu, tapi hal itu justru mengalihkannya dari asmara di dunia nyata. Bahkan Aisyah jarang sekali untuk sekedar mengobrol dengan teman laki-lakinya, padahal semenjak kecil Aisyah terkenal tomboy hingga kelas 6 SD bermain selalu dengan teman cowok. Namun setelah pubertas justru berbanding terbalik dengan Aisyah yang dulu. Suatu ketika di dalam drama Korea itu salah satu pemerannya berjanji pada diri sendiri 'Aku tidak akan pacaran sampai Umurku 22 tahun, dan adikku lulus SMA' tadinya Aisyah berkomitmen demikian, namun berubah ketika Aisyah di pondok pesantren
"Ndhuk kamu harus mondok ya...di Jawa Timur di sana ada pondok pesantren Nurul Musthofa (artinya cahaya yang dipilih ) itu pondok pesantren milik suami teman ibu, ibu yakin di sana kamu akan nyaman dan memiliki banyak pengalaman berharga" ucap ibu Aisyah ketika Aisyah lulus SD
"Nggeh Bu..." jawab Aisyah mengiakan perintah ibunya, Aisyah memanglah anak yang penurut walaupun tomboy.
ibunya sengaja menitipkannya di pondok pesantren agar Aisyah tidak tomboy lagi.
ketika Aisyah kelas XI MA ia mengikuti kajian tafsir Al-Qur'an, pada saat itu sedang masuk pada surat yang membahas mengenai pernikahan, hingga tiba pembahasan ayat Alquran
"Aisyah...tolong bacakan surat An-Nur ayat 26" perintah ustadz Abudzar
"Baik ustadz..." jawab Aisyah singkat dan langsung membacakan ayatnya.
Kemudian ustadz Abudzar membacakan artinya dan keterangannya,
"Jadi ayat ini berarti:
°°Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)°°
"ada dua penafsiran para ulama terhadap ayat ini yaitu tentang arti kata “wanita yang baik” dan juga “ucapan yang baik” Sehingga dapat juga diartikan sebagai begini
Perkara-perkara (ucapan) yang kotor adalah dari orang-orang yang kotor, dan orang-orang yang kotor adalah untuk perkara-perkara yang kotor. Sedang perkara (ucapan)yang baik adalah dari orang baik-baik, dan orang baik-baik menimbulkan perkara yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)."
Kemudian ada yang bertanya "Afwan ustadz...tapi mengapa ya...banyak juga wanita yang baik mendapatkan suami yang kurang baik? dan begitu juga sebaliknya..."
__ADS_1
lalu ustadz Abudzar menjawab.
"Standar baik-buruk itu tentu saja sudah ditentukan oleh Tuhan.Bahkan kata baik-buruk itu ada karena adanya agama. Artinya apa? Jika kita menilai sesuatu itu baik-buruk tentu saja berdasarkan kepada ajaran agama. Karena tidak logis jika kita menilai sesuatu itu baik/buruk hanya berdasarkan pemikiran sendiri,karena premis baik atau tidak baik itu muncul dari adanya Tuhan. Tuhan yang menentukan standar ini baik dan ini buruk. Sangat tidak rasional jika hanya menentukan baik/buruk hanya menurut kita karena premis yang digunakan kita ketahui dari Tuhan, sehingga dalam memahami ayat yang diturunkan Tuhan (Kauliah) atau ketetapan yang terjadi di bumi secara logis dapat kita katakan bahwa Allahlah yang mengetahui sesuatu itu baik atau tidak"
lalu berhenti sejenak pembahasannya karena ada adzan Dzuhur 'Allahuakbar Allahuakbar...'
semuanya terdiam mendengarkan adzan dan menjawabnya di sambung do'a.
di akhir ta'lim ustadz Abudzar memberikan terjemahan suatu hadits
Pesan Abu Hurairah r.a. kepada puterinya: "Pilihlah bakal suamimu orang yang bertaqwa karena jika dia suka kepadamu, dia mendoakan kebaikan untukmu. Jika dia tidak menyenangimu, dia tidak akan berlaku zalim terhadapmu"
"Wallahua'lam bishowab...mohon maaf bila banyak kesalahan... wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh..."
semua santri membalas salam "waalaikumussalam warohmatullahi wa barokatuh"
Selain karena latar belakang tersebut, Aisyah juga pernah mengalami hal yang kurang mengenakkan, karena ketika SMP selalu ia menjadi teman curhat bagi sahabat-sahabatnya, meskipun tahu Aisyah tidak pernah pacaran namun mereka malah tetap curhat kepada Aisyah tentang pacar mereka
"Aisyah...gimana pendapat kamu tentang masalahku? apa yang harus aku lakukan biar aku ngga putus?" tanya Hilma teman sebangkunya
"Hil...maaf nih ya...bukan maksud apa-apa, soalnya kamu kan tahu aku belum pernah pacaran, dan aku tidak mendukung jika ada temanku yang pacaran...kamu udah 3 kali tak peringatkan...pacaran itu ngga baik, dalam agama juga dilarang...bukan aku tidak mau merespon tapi aku jujur benar-benar tidak tahu kalau masalah seperti ini"
"Hemmmm...ya udah deh...sudah ya...emang kalo ngomong sama jomblo akut...komitmen jomblonya gila! kuat banget" gerutu Hilma yang kesal dengan jawaban Aisyah yang panjang tapi tidak menemukan jawaban dari pertanyaannya
Ditaksir Ketua OSIS SMP Islami Negeri yang putera
__ADS_1
Ketika kelas X sekolah Aisyah masih tetap sama, sekolah bawaan pondok. Namun pondokan Aisyah meskipun ketat sekolahnya masih dicampur Putera dan Puteri serta anak-anak dari lingkungan setempat. Ketika Ospek Aisyah diperhatikan oleh salah satu seniornya, dia kelas XI yang kebetulan menjadi ketua OSIS yang baru, Ia tertarik dengan Aisyah, namanya Justin dia adalah seorang beragama Kristen, karena rumahnya lebih dekat dengan sekolah ini, jadi orang tuanya menyekolahkan di sini
Beberapa minggu setelah ospek mereka saling mengenal
"Aisyah...ini buat kamu" ucapnya memberikan sebuah bingkisan untuk Aisyah
"Maaf...apa ini kak?" tanya Aisyah ragu
"Sudah...terima saja...sebagai salam perkenalan dariku" ucapnya singkat
"Baiklah... terima kasih kak" ucap Aisyah singkat dan ingin menyudahi pertemuan dengan kakak kelasnya tersebut.
"Iya...dibukanya di pondok aja ya... assalamualaikum..." perintah Justin disambung salam, meskipun Justin beragama Kristen namun ia sudah sering mengucapkan salam
"waalaikumussalam... warohmatullah..."
setelah pulang sekolah Aisyah membukanya ternyata isinya 3 buah coklat dan sebuah kalung liontin berbentuk hati, di bawahnya ada sebuah surat bertuliskan
'Assalamualaikum Aisyah...aku harap kamu menyukai kado ini, aku ingin mengatakan sesuatu...aku mulai menyukai kamu sejak menjadi panitia pendamping kelompok ketika Ospek dulu, aku mulai mencintaimu Sekarang, tapi aku sadar kita berbeda...dan aku yakin kamu tidak akan menerima aku. Sebelum ini aku sudah mencari tahu tentang kamu, setelah aku tahu kalau kamu benar-benar berkeyakinan jodoh sudah diatur Tuhanmu, maka aku memilih untuk menjadi temanmu saja...aku ingin belajar tentang agamamu, aku harap kamu mau mengajariku. terima kasih...maaf ya...ngga bisa ngomong langsung, takut kamu jadi kena ta'zir pondok, tolong beri jawaban kamu lewat chat ke no. yang ada di balik kertas ini. wassalamu'alaikum..wr wb'
setelah itu Aisyah memutuskan untuk memberitahu ustadz Abudzar agar bisa membimbing Justin, dan semuanya berjalan dengan baik hingga Justin telah masuk Islam namun cintanya berubah.
"Aisyah...terima kasih telah membantuku mempelajari Islam, sekarang aku tahu bagaimana aku mencari kedamaian dan bagaimana aku harus mencintai. Aku ingin sepertimu, maaf aku telah mencibtaimu. Sekarang cintaku telah berpindah, aku akan berusaha mencintai Allah, sebelum mencintai makhluk ciptaannya" ucap Justin disambung penjelasannya
"Iya...berterima kasihlah kepada Allah dan ustad Abudzar...aku tidak melakukan apa-apa...ya benar...fokus saja dulu meraih cintanya Allah...baru cinta kepada makhluknya"
__ADS_1
pantengin terus reader...! semangat bacanya...! jangan lupa LIKE, COMMENT, Vote ya...biar author tambah semangat up nya...jangan lupa...kalau kalian suka novelnya klik icon love ya ...tambahkan ke favorit biar kalau author up langsung ada pemberitahuan...