Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Perfect Army for Me


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah Kakek, Hamdan langsung menuju ke rumah pribadinya yang tak jauh dari Kodim, Hamdan harus mempersiapkan diri untuk besok bertugas melakukan penjagaan di sebuah sekolah Menengah Pertama Negeri favorit di daerah Semarang, tak lupa mempersiapkan semua kebutuhannya. Untuk menjaga stamina malam Hamdan meminum madu yang diseduh air hangat. Tiba-tiba handphone nya bergetar tanda telepon masuk...


'Drrrrrt...Drrrrrt....'


langsung di angkatnya hp yang ada dalam saku celana joggernya itu


"Assalamu'alaikum... Kek.." Ternyata Kakek yang menelpon


"Wa'alaikumussalam... Sampai rumah jam berapa?" Tanya Kakek.


"Jam tujuh kek, soalnya tadi mampir ke rumah temen kerja, ada apa Kakek menelpon?" Tanya Hamdan


"Tidak ada apa-apa, Kakek hanya ingin berbicara santai saja" Ucap Kakek santai


"Kenapa tidak dibicarakan tadi waktu aku di rumah Kek?" Tanyanya penasaran.


"Iya, Kakek lupa... Besok Aisyah akan menghadiri acara besar di Sekolah Menengah Pertama Favorit yang ada di kota, Kamu juga tahu kan sekitar jalan menuju tempat itu ada jalanan sepi yang terkenal banyak kejahatan kriminal yang mengincar perempuan, Kakek minta tolong temani Aisyah ke sana... Soalnya Kakek ada urusan Ke puncak mau ada acara Militer... Gimana? bisa ngga?" Tanya Kakek setelah panjang lebar menjelaskan maksudnya


"Kayaknya ngga bisa kek, soalnya Hamdan bertugas di SMP Negeri Harapan Bangsa besok...." ujarnya menjawab pertanyaan Kakek


"Berarti sama dong sekolahnya... Bisa dong sekalian?" Tanya Kakek setelah mendengar sekolah yang disebutkan


"Apa benar Kek?" Tanyanya karena mengira Aisyah di SMP favorit yang satunya.


"Iya benar, kemarin Aisyah bilangnya begitu" ucap Kakek


"Baiklah kek, Insyaallah bisa... Aisyah berangkat pukul berapa? Soalnya aku berangkat pukul 06.30 Kek.." Tanyanya singkat


"Aisyah sebenarnya berangkat pukul 07.00 tapi tidak apalah lebih awal kan lebih baik" Ucap Kakek


"Baiklah kek, nanti aku langsung kabari Aisyah saja besok..." Ujarnya singkat


"Iya, terima kasih... Kakek pesan tolong jaga Aisyah baik-baik, Dia cucu kesayangan Kakek" Pinta Kakek


"Insyaallah Kek... Akan Hamdan jaga seperti menjaga adik Hamdan sendiri" Jawab Hamdan menyetujui


"Baiklah, sudah dulu ya... Kakek mau istirahat Assalamu'alaikum..." Ucap Kakek mengakhiri telepon

__ADS_1


"Oke Kek, Wa'alaikumussalam..."


Keesokan harinya


Pukul 06.00 Hamdan sudah bersiap mengeluarkan motornya dan hendak ke rumah Kakek, namun sebelum itu menelpon Aisyah "Assalamu'alaikum... Aisyah!" ucapnya yang langsung mendapat balasan dari Aisyah


"Wa'alaikumussalam... Ada apa pagi-pagi sudah menelpon?" Tanya Aisyah heran


"Sudah siap?" Tanya Hamdan singkat


"Katanya mau berangkat bareng..." Ujarnya singkat


"Berangkat bareng? apa Kakak tidak salah menelpon?" Tanya Aisyah yang semakin heran


"Ini Aisyah kan?" Tanya Hamdan


"Iya benar" Jawab Aisyah singkat


"Ya, berarti tidak salah menelpon. Semalam kata Kakek Kau mau berangkat bersamaku Ke SMP favorit Harapan Bangsa... apa Kamu lupa?" Tanya Hamdan penasaran


"Aku tidak bilang begitu Kak" Jawab Aisyah acuh


"Baiklah, aku sudah siap.. Kapan Kakak ke sini?" Akhirnya Aisyah menyetujui setelah mempertimbangkan resiko kalau lewat di jalan sepi itu sendirian.


"Ini Aku sudah mau jalan, tunggu saja ya... 20 menitan sampai" Jawabnya singkat


"Oke Kak, aku tunggu... Assalamu'alaikum".


"Wa'alaikumussalam...".


*Di jalan*


Aisyah mengendarai motor matic berwarna hitam miliknya yang dibelikan oleh Kakek, sedangkan Hamdan mengendarai sepeda motor gede ber-plat merah yang merupakan motor dinas TNI, Hamdan mengikuti motor Aisyah dengan menjaga jarak sekitar 10 meter agar tidak mengganggu Aisyah dan tidak seperti sedang di kawal TNI. Semua terlihat biasa-biasa saja waktu di jalan raya yang ramai, namun seketika suasananya berbeda ketika melintasi jalanan sepi yang diapit pepohonan khas hutan jati. Dua motor yang ditumpangi pria berbaju urakan dengan celana levis sobek-sobek mengepung motor Aisyah dari sisi samping kanan dan kiri dan itu membuat Aisyah merasa tidak nyaman.


"Hai cantik, kasihan sekali sih cantik-cantik nyetir sendirian... Sini Abang boncengin!". Ucap salah satu pria yang membonceng di sisi kiri Aisyah. Aisyah tidak menggubris hingga semakin memacu kenakalan pria di sampingnya itu.


"Cantik-cantik kok sombong! Jual mahal lagi, ayok kita sikat saja langsung" Ucap pria yang menyetir dari sisi kiri Aisyah.

__ADS_1


Akhirnya Aisyah berusaha untuk menambah kecepatan, motornya dan semakin membuat empat pria yang berboncengan itu mengejar, sedangkan Hamdan yang melihatnya tidak tinggal diam, mengejar Aisyah dan menyalip dua motor yang mengepung Aisyah, namun kalah cepat, karena sekarang Aisyah sudah diberhentikan oleh dua motor yang ada di hadapannya itu. Sekarang wajah gelisah yang menampakkan ketakutannya mulai membuat Aisyah turun dari motornya.


Hamdan segera turun dan hendak melindungi Aisyah "Jangan ganggu wanita itu!, Dia Adikku!" Ucapnya dari belakang.


"Adikmu ya? Kami tidak percaya... hahaha dan Kami juga tidak peduli! kalau Dia anakmu juga Kami sama sekali tidak peduli... Kami ingin Dia untuk menyenangkan hati Kami... Hahahaha...menyingkirlah Pak tentara!" ucap pria yang berbadan tinggi kekar dan berkulit hitam legam, wajahnya suram agak sedikit seram.


"Baiklah, Kau boleh membawanya asal langkahi dulu jasadku!" Ucap Hamdan singkat dan membuat empat pria penjahat kriminal itu memulai aksinya, mereka bergulat dan tanpa sengaja memukul Aisyah hingga terjatuh 'Brug!' Aisyah kini tak berdaya karena yang dipukul adalah bagian kepala dan terbentur ke aspal jalan.


"UPS! tidak sengaja! maafkan Aku nona cantik! sebentar lagi Kau akan jadi milikku!". Ucap penjahat itu.


"Kurang ajar! Jangan sentuh Dia!" Hamdan yang geram melihat salah satu pria itu hendak memegang Aisyah.


Setelah lama bergulat akhirnya penjahat itu berhasil dikalahkan tanpa disengaja ada mobil aparat kepolisian yang melintas dan Hamdan langsung memberhentikannya dengan memberi tanda SOS. Keempat pria tersebut berhasil di ringkus polisi dan Aisyah kini sudah mulai tersadar, namun kepalanya masih sedikit pusing dibawa ke klinik terdekat dibantu Polwan yang sigap membantu karena sadar Hamdan bukan mahrom Aisyah jadi Dia meminta tolong kepada Polwan.


"Aku dimana?" Tanya Aisyah mengamati sekelilingnya.


Hamdan yang di sampingnya menjawabnya


"Di klinik Aisyah, Kamu istirahat saja... Tenanglah, Kakek sudah memberi tahu pihak penyelenggara acara dan mereka sudah memberi izin" Jelasnya memberhentikan Aisyah yang bermaksud beranjak dari ranjang pasien.


"Jadi Kakak yang melawan semua penjahat itu sendirian?" Tanya Aisyah setelah mengingat kejadian itu.


"Iya" Jawab Hamdan singkat disertai anggukan tanda mengiyakan.


"Terima kasih banyak Kak, ternyata Kakak hebat juga" Ucap Aisyah


"Tidak usah berterima kasih, ini sudah kewajibanku menjaga Adikku!" Ucap Hamdan menjelaskan.


"Sejak kapan Aku menjadi adikmu?" Tanya Aisyah Heran


"Sejak tadi. Hahahaha... Sudahlah! tidak usah dipikiri! Kau memanggilku Kakak, lalu apa salah aku memanggilmu Adikku ha?" Tanya Hamdan


"Ya baiklah, ternyata aku punya Kakak tampan, hebat, keren pula...perfect Army for Me" Ucapnya tanpa tersadar melontarkan pujian kepada Hamdan


"Ya, memang aku keren" Jawab Hamdan sekarang khayalannya sudah menjulang diangkasa diberi pujian bertubi-tubi dari Aisyah.


"Tapi Boong!" Ucap Aisyah singkat, padat, dan zonk! membuat Hamdan melepuh angannya dari rona bahagia menuju rona kecewa dan agak greget ingin marah.

__ADS_1


"Ya, baiklah... Terserahmu saja! asalkan Kau bahagia..." jawabnya lesu.


__ADS_2