Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Rangkaian Kata Tentang Hakikat Cinta


__ADS_3

Pagi ini aku berjumpa dengan kawan-kawan literasi ku di Simpang Lima, setelah lama liburan rasanya kaku untuk merangkai kata dalam bait sastra. Hari ini Kami sengaja berjumpa untuk mendiskusikan membuat puisi dengan satu tema.


"Assalamualaikum..." Ucap Aryani salah satu pemantik dalam club literasi ini, ketika mendekat di tempat yang sudah kami setujui


"Wa'alaikumussalam warahmatullah..." Jawab kami semua yang sudah menunggu.


"Maaf yah aku telat, tadi ada tragedi di jalan tapi aku beruntung setelah melihat kejadian itu ada inspirasi tema diskusi hari ini" Jelasnya menceritakan sekilas penyebab keterlambatannya


"Iya tidak apa-apa Kak Aryani, silahkan duduk dulu ambil napas, hehe" Ucapku menggoda Kak Aryani


"Aha iya... Aisy terima kasih" Jawab Kak Aryani. Kurang lebih lima menit kami berdiam lalu suara Kak Rasya memecah keheningan forum kecil diskusi ini.


"Oh ya, bagaimana? apa langsung kita mulai?" Tanyanya singkat


"Iya, silahkan dimulai" Ucap Kak Dimas menanggapi.


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh, Alhamdulillahirobbil'alamiin wa bihii nasta'in wa' Alaa umuridunya waddin washolatu wassalamu'ala asrofil anbiya'iwal Mursalin, amma ba'du. Yang saya hormati teman-teman literasi loverista (nama pecinta literasi sastra mereka) semuanya. Alhamdulillah kita semua diberi kesehatan sehingga dapat berkumpul di tempat yang sejuk ini, shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad Saw. semoga kita semua tergolong dalam umatnya aamiin. Langsung saja kita akan memulai diskusi dengan moderator Kak Dimas, Notulensi Avrhiza dan pemantiknya Kak Aryani, langsung saja Saya serahkan diskusi kali ini kepada Kak Dimas" Ujar Aisyah membuka diskusi kali ini.


"Baik terima kasih atas kesempatannya, kegiatan yang pertama marilah kita buka diskusi ini dengan bacaan basmalah 'alaa hadzihinniyah wa kulli niatin sholihah Al-fatihah...." Ucap Dimas memimpin Do'a


Setelah semuanya telah selesai membaca Al-fatihah, Dimas melanjutkan kegiatannya.


"Baik, selanjutnya penyampaian pemantik diskusi, kepada Kak Aryani waktu dan tempat disilahkan.


"Baik, selamat pagi semuanya... tak panjang kata saya tidak akan berlama-lama langsung saja, hari ini saya akan menyampaikan tema hakikat cinta, kenapa? Seperti yang sudah saya katakan di awal, tragedi yang saya lihat ketika di perjalanan menuju tempat ini saya melihat sebuah kecelakaan sepasang kekasih yang belum menikah mereka baru melaksanakan ta'aruf enam bulan yang lalu, dan sang wanita meninggal dunia di tempat kecelakaan tersebut. Ada sisi menarik dimana ketika si pria mengetahui bahwa kekasihnya itu telah meninggal dia tak berani menyentuhnya sedikit pun karena sadar mereka bukan mahram (orang yang haram dinikahi) akhirnya Dia memanggilku untuk membantunya, setelah memarkirkan motorku aku langsung menghampirinya. Dia berkata, 'Aku tidak akan melepaskan cintaku, walau nyawamu telah lepas dari ragamu, meski aku baru sebentar mencintaimu namun aku menemukan hakikat cinta dalam dirimu'. Itulah yang aku dengar darinya. Mereka pergi bertiga yaitu dengan Nada keponakan dari wanita tersebut yang masih berumur 7 tahun dan Dia hanya menangis melihat bibinya tertabrak truk dan tak sadarkan diri. Itulah Kisah singkat yang menjadi inspirasi tema untuk diskusi literasi hari ini, jadi temanya 'Hakikat Cinta'. Dari sini saya tegaskan bahwasanya menulis itu dapat dimulai dari inspirasi siapa saja dan dimana saja. Jadi jangan ragu untuk memulai". Jelas Kak Aryani panjang lebar.


"Jadi, nanti seperti biasa kita masing-masing orang mengucapkan 2 baris kata dengan diksi yang berakhiran huruf "a" ya..." Sambungnya setelah melihat catatan miliknya.


"Oke kak terima kasih untuk materi singkatnya, baik semuanya sekarang ada waktu lima menit tuk berpikir kemudian nanti bisa diutarakan dan didiskusikan bersama ya..." Tutur Kak Dimas.


"Oke Kak!" Jawab mereka serentak


Lima menit berlalu, kini saatnya mereka mengumpulkan hasil berpikirnya.


"Baik semuanya, waktu sudah habis silahkan bisa disampaikan hasil pemikirannya". Perintah Dimas mempersilahkan.


"Mulai dari mana Nih Kak?" Tanya Riana.


"Dari kanan saja" Jawab Dimas singkat.


"Cinta itu tak bersyarat sejuta,

__ADS_1


Namun menyimpan makna setiap hakikatnya". Ucap Aisyah yang memang berada di ujung paling kanan.


"Hakikatnya cinta bukanlah seperti cahaya senja,


Yang nampak indah dimata namun pergi begitu saja". Sambung Kak Aryani yang duduk disamping Aisyah


"Pada hakikatnya cinta bukanlah sekedar kata,


Karena kata dapat dihapus oleh dusta" Sambung Kak Dimas.


"Cinta adalah ketika dua jiwa yang tak bersama,


Namun tetap menyatu dalam rangkaian Do'a". Sambung Riana.


"Cinta tak harus saling mengada ketika bersama,


Namun saling mengada ketika salah satunya telah tiada". Sambung Avrhiza


"Cinta tak mengikat namun terikat memberi rasa,


Rasa yang tak biasa namun bermakna". Sambung Kak Rasya yang menjadi peserta terakhir.


"Baiklah, bagaimana Avrizha hasil akumulasinya?" Tanya Kak Dimas


Cinta itu tak bersyarat sejuta,


Namun menyimpan makna setiap hakikatnya,


Hakikatnya cinta bukanlah seperti cahaya senja,


Yang nampak indah di mata namun pergi begitu saja,


Pada hakikatnya cinta bukanlah sekedar kata,


Karena kata dapat dihapus oleh dusta,


Cinta adalah ketika dua jiwa yang tak bersama,


Namun tetap menyatu dalam rangkaian Do'a


Cinta tak harus saling mengada ketika bersama,

__ADS_1


Namun saling mengada ketika salah satunya telah tiada,


Cinta tak mengikat namun terikat memberi rasa,


Rasa yang tak biasa namun bermakna". Ujar Avrizha membacakan rangkaian puisi yang disusun oleh semua anggota loverista.


"Wah, bagus juga kata-katanya juga nyambung sih, gimana save dan upload ke web apa mau ada revisi nih?" Tanya Dimas.


"Udah bagus, langsung upload aja! tapi jangan lupa dikasih nama pencipta dong, ini karya kita bersama jadi jangan ada yang merasa pintar sendiri karena sejatinya orang yang pintar itu adalah orang yang mau terus belajar! tetap semangat berkarya sahabat loverista". Tutur Kak Aryani.


"Baik Kak, gimana kalau kita beri foto bersama buat pict di web". Ujar Avrizha memberi masukan.


"Ashiap! terdepan masalah foto-foto mah... hahaha. Aku udah siap tripod dong" Ucap Kak Rasya menirukan gaya YouTuber ternama itu.


"Langsung baris gaes! nanti aku nyusul" Ucap Rasya mengatur posisi yang bagus.


"Aisyah agak deketan sih ke Dimas!" Pinta Avrizha yang melihat jarak Aisyah dengan Dimas hampir 50 cm.


"Aha... Iya-iya 25 cm ya jaraknya haha". Jawab Aisyah setengah bercanda.


"Hey... Mau foto apa ngerumpi! Aing capek nih ngaturnya!" Ujar Rasya.


"Santuy Kak Rasya...." Sindir Kak Aryani.


Setelah semuanya berfoto dan berhasil diupload di web mereka kembali duduk di tempat semula untuk penutupan.


"Alhamdulillah... Diskusi hari ini berjalan lancar walau banyak anggota yang belum bisa hadir semoga pertemuan bulan depan dapat hadir semua, terima kasih semuanya. Saya selaku moderator memohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan di hati kalian. mari kita titip dengan bacaan hamdalah... Alhamdulillahirobbil'alamiin... Sekian dari saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh" Ujar Kak Dimas menutup forum kecil ini.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barokatuh"


Senuanya langsung membubarkan diri, terkecuali Aisyah dan Dimas yang sengaja ada janji, karena Aisyah hendak meminjam sebuah buku milik Dimas.


"Aisyah! ini bukunya " Ucap Dimas memberikan buku miliknya.


"Iya Kak, terima kasih ya... Aku pinjam dulu. Maaf Kak Aku ngga bisa lama-lama masih ada urusan lain. Duluan ya Kak! Assalamualaikum..." Pamit Aisyah meninggalkan Dimas.


"Aisyah! tunggu. Bolehkah Aku minta alamatmu?" Tanya Dimas seketika.


"Oh ya boleh Kak. Ini alamatnya" Jawab Asiyah memberikan selembar kertas yang bertuliskan alamat rumah Kakek yang biasa Ia siapkan di tas miliknya untuk kepentingan tertentu semacam ini.


"Oke terima kasih, kapan-kapan aku akan main. Boleh ya...?" Tanya Dimas.

__ADS_1


"Oh iya boleh... Aku udah telat! duluan Kak!" Pamit Aisyah meninggalkan Dimas.


__ADS_2