Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati
Penolakan Kedua (Menyesal)


__ADS_3

Meskipun kemarin mendapat penolakan, namun Arzhan bukanlah tipe yang mudah menyerah, Dia orang yang ambisius apapun yang diinginkannya harus didapatkan. itulah prinsipnya, oleh karena itu Dia tidak menyerah untuk mendekati Aisyah. Kali ini tidak lagi lewat bantuan Halizah, akan tetapi mengirim bunga dan sebuah cin-cin ke kost dimana Aisyah tinggal, Ia tahu jelas alamatnya karena sering membuntuti Aisyah pulang.


"Assalamualaikum...wr. wb.


Aisyah..maafkan Aku...kemarin aku memberimu bunga namun tidak jelas, kali ini Aku mengirimkan Bunga dan cin-cin untukmu, Aku mohon...terimalah...ini hadiah untukmu..."


Itulah yang ditulis Arzhan dalam bunga yang dikirimnya. Lagi-lagi Arzhan tidak memberikan tanda atau identitas pengirim dalam hadiahnya itu. Untuk kedua kalinya pemberian itu ditolak seketika ketika petugas pengirim barang baru saja mengirimkannya.


"Spada...paket datang...." Ucapnya didepan pintu kamar kos Aisyah


"Ya... sebentar" jawab Aisyah dari dalam


"Ada paket mba untuk mba Aisyah..." Ucap pak pos tersebut memberikan paketan barang untuk Aisyah


"Maaf pak...dari siapa? Kok nda ada nama pengirimnya?" Tanya Aisyah ketika menerima dan membolak-balik kotak paket tersebut yang hanya ada alamat penerima saja tanpa pengirimnya


"Mohon maaf mba...saya hanya mengantar, pengirim tidak mau disebutkan namanya" ucapnya singkat


"Maaf pak, saya tidak bisa menerimanya...tolong beritahu pengirimnya kalau benar-benar ingin memberi sampaikan langsung kepada saya dengan jelas" ucap Aisyah tegas dan lugas


"Tapi mba..." Pak kurir pengirim barang tersebut merasa berat hati untuk menerima barang yang dikembalikan


"Sudahlah pak...ini ada uang untuk mengganti biaya pengiriman...bapak bisa bawa kembali barang ini dan jika pemberinya tidak mau menerima buat bapak saja" Ucap Aisyah yang sudah cukup kesal dengan ini semua. Sudah dua kali mengalami seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah mba...terima kasih banyak...saya pamit... Assalamualaikum...." Ucapannya yang sudah melihat wajah masam Aisyah yang kesal


"Waalaikumussalam warohmatullah..."


******


'Selamat siang pelanggan Yth.


Mohon maaf pak...paket barang yang Anda kirim ditolak, silahkan bisa diambil di kantor barangnya' itulah pesan dari pihak jasa pengiriman barang yang dipilih Arzhan.


Seketika emosinya langsung tersulut dan langsung menghampiri motornya dan melakukannya dengan emosi yang tak terkendali, naasnya ditengah jalan menuju kantor jasa pengiriman barang Arzhan mengalami kecelakaan.


"Aaaaaaaaa...." Teriak Arzhan yang kaget dengan jarak satu meter di dipannya sebuah truk pembawa pasir namun entah kenapa tangannya tidak dapat membelokkan stang motor


Terjadilah kecelakaan antara motor dengan sebuah mobil truk yang berasal dari arah yang berlawanan dan supir truk langsung melarikan diri, sementara Arzhan tergeletak tak sadarkan diri namun lisannya terus memanggil nama Aisyah.


"Aisyah... Aisyah..."


Tak beberapa lama datang sekerumunan masa yang mendekat menolong Arzhan dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Arzhan masuk ruang UGD VPIP karena dilihat dari identitasnya dia memang anak orang kaya jadi dimasukkan ke ruang tersebut.


Sementara itu Aisyah belum tahu tentang ini. Keesokan harinya teman-temannya membicarakan tentang Arzhan idola cewe di kampus kecelakaan dan masuk ruang UGD, Halizah langsung menemui Aisyah lalu mengatakan berita ini.


"Aisyah...Arzhan kecelakaan..." Ucapnya singkat

__ADS_1


"Innalilahi wa innailaihi rojiun...dimana Zah?" Tanya Aisyah tenang


"Di jalan Krakatau dekat kantor pengiriman barang itu" ucapnya


"Jam berapa kejadiannya?" Tanya Aisyah


"Jam 2 siang, emangnya kenapa?" Tanya balik Halizah kepada Aisyah


"Ngga papa sih... kemarin ada yang ngirim barang ke aku lewat jasa pengiriman yang dekat tempat kecelakaannya Arzhan, aku menolak paketan itu dan mengembalikannya...semoga bukan Arzhan pengirimnya" ucap Aisyah yang kini mulai cemas


"Menurut ku sih itu dari Arzhan Aisy, maaf ya...kemarin Aku ngga bilang pengirim bunga itu sebenarnya Arzhan dan Dia itu suka sama kamu, pas kemarin aku mengembalikan bunganya ke Kamu, Dia sangat marah...bahkan memboncengkan aku dengan emosi dan kecepatan motornya sangat tinggi, untung saja tidak kecelakaan waktu itu...kemarin Dia bilang tidak akan menyerah mengerjarmu, Arzhan akan memberikan kamu cincin dan bunga lewat jasa pengiriman".


"Yaa... Allah...apa ini salahku?" Tanya Aisyah kepada Halizah


"Tidak begitu Aisyah...Tenang saja...tidak akan terjadi apa-apa" ucap Halizah menenangkan


"Tapi jujur saja...semalam aku telah memarahinya lewat chat WhatsApp...aku berterus terang tentang ketidaksukaan ku padanya...tapi malah jadi ruwet seperti ini...sungguh Aku pusing memikirkan ini semua... Aku menyesal " ucap Aisyah yang sekarang muram dan terlihat sangat cemas dan gelisah


"Sudahlah...nanti kita jenguk ya...katanya Dia menyebut namamu terus Aisy, kasihan...Meski kau tidak menyukainya terimalah pemberiannya" perlahan Halizah menenangkan dan menasihati Aisyah


"Tapi bagaimana lagi? aku sudah begini...terbiasa cuek sama cowok...kalau aku nerima pemberiannya itu sama saja memberi harapan kepadanya, jauh lebih menyakitkan bukan?" Ucap Aisyah memberikan kejelasan


"Benarkah juga sih...tapi...."

__ADS_1


__ADS_2