
Jatuh cinta.
Di dalam sebuah kamar yang cukup mewah, Leticia tengah duduk diatas ranjang seorang diri, menantikan kedatangan suami yang kini pergi entah kemana. Katanya, Ethan Mark Timothy itu masihlah menyelesaikan masalah diluar. Entah sampai kapan, Ethan tak memberi jawaban pasti ketika ditanya.
Wanita itu bukanlah wanita cacat. Sebuah penyakit yang ia derita, membuatnya lumpuh selama dua bulan ini. Inilah alasan, mengapa Leticia menyuruh Ethan menyuruh suaminya mencari wanita random, untuk melahirkan garis keturunan Timothy berikutnya.
Leticia sadar, dirinya tak akan mampu memberikan itu semua untuk Ethan. Maka dari itu, Leticia memutuskan untuk berbagi suami dengan wanita lain. Leticia bukanlah tipe wanita egois yang akan menahan kebahagiaan suaminya.
Cinta yang Leticia miliki bersama Ethan cukup kuat. Bahkan tak ada yang sanggup menandinginya. Hanya saja, situasi Leticia sedang sulit sekarang.
Meski tampak diam, rupanya Leticia tengah melamun tentang Bella, wanita calon istri suaminya. Miris memang kedengarannya. Hanya saja, itulah kenyataannya.
Bella Skylar Patricia.
Wanita itu tampak rapuh, namun memiliki daya tarik tersendiri, menuntut untuk dilindungi. Ada sebuah misteri kekuatan besar yang ada pada diri Bella, yang tak Leticia ketahui kekuatan apa itu.
Ada banyak hal yang Leticia pikirkan tentang Bella. Kecantikan wanita itu sangat murni, bak Dewi yang memang turun dari langit untuk menapak ke bumi. Andai Leticia tidak melakukan serangkaian perawatan mahal, tentunya Leticia akan terlihat lebih tua.
Penyakit mematikan yang menggerogoti dirinya, bahkan ia tak mampu untuk menghindar. Mungkin, masa hidupnya tidak akan lama lagi. Hanya menanti kematian yang menjemput, dengan banyaknya gambaran esok, ataupun lusa. Istri Ethan itu siap, kapanpun malaikat maut akan menjemputnya.
Ada sebuah pendar cinta yang begitu besar yang Leticia lihat pada diri Bella. Itulah sebabnya Bella tak ragu sama sekali untuk menitipkan suaminya pada Bella. Jenis wanita seperti Bella dengan karakter yang unik dan kontradiktif, Leticia yakin, Ethan akan aman di tangannya.
Malam ini, Leticia tak mampu memejamkan matanya. Ia hanya berharap, Ethan tidak pulang terlalu lama dan mampu menemani dirinya malam ini. Semoga saja.
**
__ADS_1
"Baiklah, terserah padamu saja jika begitu. Aku hanya berharap, kau bisa segera temukan bukti-buktinya padaku, dan aku yang akan putuskan, hukuman apa yang pantas untuk manusia biadab seperti mereka," Bella menyerah.
Sekuat apapun dirinya mengemis pada ethan agar Ethan memberi tahunya, nyatanya itu tetap tak akan membuat Ethan memberi tahu dirinya. Bella hanya berharap, ia bisa melalui ini semua dengan cepat. Menikah, mengandung dan melahirkan anak untuk Ethan.
Tetapi satu tanya Bella, tidak mendapatkan jawaban sama sekali. Apakah Bella mampu melepaskan putra mereka pada Ethan nanti?
"Bagus. Tidak usah mencari tahu, jika sebuah tahu itu sendiri, sanggup membunuhmu. Pepatah mengatakan, ketidaktahuan akan menyelamatkanmu," ungkap Ethan, sambil membuka matanya.
Bella memberanikan diri, mencoba untuk mendekat dan duduk di atas ranjang. Insting seorang Ethan telah terasah. Lelaki itu bahkan telah terdidik menjadi lelaki yang sangat peka akan kondisi lingkungan. Ethan bisa merasakan, bahwa Bella tengah mendekatinya, namun Ethan masih memejamkan mata, menikmati aroma Bella yang melekat pada ranjang.
"Ethan, bolehkah aku ... bertanya sesuatu padamu?" tanya Bella kemudian.
"Hmm ...." Ethan berdehem lirih sebagai jawaban, "katakan saja."
"Bagaimana bila seandainya nanti, aku tidak bersedia melepaskan anak ini? Maksudku, bagaimana jika seandainya, aku tidak bisa berpisah dari anakku? Aku ... aku dan mendiang Daniel memiliki satu orang anak yang telah tiada. Rasanya akan sangat sulit bila aku di tekan untuk menjauhi dan meninggalkan anakku lagi. Terlebih, anak yang keluar dari rahimku," tanya Bella.
"Kau mau bagaimana, Bella? Aku merubah kesepakatan? Itu tak akan bisa. Aku dan Leticia sudah memutuskan, untuk tetap ingin kau melahirkan garis keturunanku," jawab cerdas Ethan.
"Bagaimana jika kita tak berpisah dan mengurus anak kita nanti? Bersama-sama?" tanya Bella lagi.
Bella seolah tidak bisa membayangkan, bahwa dirinya akan meninggalkan anaknya pada sosok ayah yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran.
Dengan anggun, Ethan miring dan bangkit, duduk tepat disebelah Bella.
"Aku tak bisa berkata-kata untuk hal yang satu itu. Ada satu hal yang harus kau tahu fakta tentang diriku. Aku tak yakin, kau masih sanggup bertahan di sisiku, jika kau tahu marabahaya yang akan menghadang di masa depan. Percayalah, Bella. Menjadi istriku, akan ada banyak bahaya yang siap membunuhmu kapan saja. Seorang pembunuh sepertiku, bahkan sudah diburu oleh beberapa negara," Ethan menatap Bella tajam.
__ADS_1
Sorot mata itu, bahkan sanggup membunuh Bella, andai Bella tidak memutuskan pandangan terhadap Ethan. Suasana kembali mendadak dingin.
"Kau masih sanggup bertahan untukku nanti? Meski itu tanpa cinta sekalipun?" tanya Ethan lagi. Ada banyak hal yang ingin Ethan sampaikan, namun ia perlu menguji, sejauh mana Bella bisa menguatkan tekadnya.
"Kau harus tahu, Bella. Bertahan di sisiku, hanya akan membuatmu terbunuh kapan saja."
"Kita lihat saja nanti, Ethan. Kita tak akan tahu apa yang terjadi di masa depan," jawab Bella yang masih menunduk, dengan memilin ujung kaosnya.
"Baiklah. Aku tak memiliki banyak waktu untuk berbincang lebih jauh lagi, yang termasuk melampaui kesepakatan, Bella. Aku hanya ingin menyampaikan, berhati-hati atas interaksi antara kau dengan orang terdekat. Tetaplah bercerita banyak hal yang kau lalui hanya pada Max, kecuali tentang identitasku tentunya. Aku akan kembali lusa jika tidak dua hari lagi," ujar Ethan kemudian.
Bella memberanikan diri untuk mendongak, menatap Ethan dengan banyak hal yang menggelegak dalam hatinya.
"Baiklah, Ethan. Kuharap kau bisa menemukan bukti nyata," sahut Bella kemudian.
"Dan satu lagi. Aku ingin kau mengambil beberapa berkas yang tersimpan rapi di bawah tanah, tepatnya di bawah lapisan keramik yang ada tepat dibawah meja kerja mendiang suamimu. Disana ada sebuah daftar, nama-nama orang yang menjadi saingan berat bisnis Daniel. Ingat, jangan sampai Max tahu. Bisakah kau mengambilkannya untukku sekarang?" tanya Ethan kemudian.
"Sekarang?" lirih Bella.
"Ya, sekarang. Aku ingin mencari informasi akurat tentang daftar-daftar orang di sana," jawab Ethan datar.
"Bagaimana mungkin kau bisa tahu tempat itu, Ethan?" tanya Bella tak mengerti.
"Jangan banyak tanya, Bella," Ethan menatap Bella, menangkup pipi wanita itu, sebelum ********** pelan.
Sebuah reaksi tak terkira, sanggup membuat hati Bella lebur seketika. Lihat, Bella mematung dengan degup jantungnya yang menggila. Ada gelegar tak kasat mata yang sanggup membuat seluruh otot dan persendian Bella, terasa berhenti berfungsi.
__ADS_1
Mengapa reaksi dahsyat seperti ini, harus Bella rasakan? Apakah Bella benar-benar jatuh cinta? Tidak? Bella tak boleh mencintai seorang pembunuh seperti Ethan, yang bisa saja sanggup membunuhnya kapan saja.
**