Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran

Terjerat Cinta Pembunuh Bayaran
Episode 21


__ADS_3

Terguncang.


Jiwa yang terbiasa lembut dengan kedamaian yang terlihat natural, kini seolah terguncang.


Hati yang semula tegak menuntut keadilan, kini seolah rapuh dengan beribu daya kesakitan.


Batin yang semula baik-baik saja, kini seolah meneriakkan protes.


Raga yang semula kokoh menantang dunia, kini terlihat lemas tanpa kekuatan.


Bella menyadari satu hal, ketika ia memutuskan sesuatu, tak akan pernah suaminya memberinya kesempatan untuk berbalik arah dan menjilat ludahnya sendiri. Pantas saja Ethan dijuluki sebagai night Demon. Lelaki itu tak mengenal kata ampun, tak mengenal kata toleransi.


Menyesal? Sedikit ada penyesalan di hati Bella, tersebab dirinya meminta Ethan menghabisi dua nyawa dalam satu waktu. Namun bila mengingat tentang kematian mendiang Daniel, Bella seolah lupa diri.


"Sudah aku tanya padamu, tidakkah kau menyesal akibat telah mengambil keputusan ini? kau justru tetap menggunakan tekad untuk menghabisi semua musuh mendiang Daniel. Jangan di sesali, Bella. Jadikan ini sebuah pelajaran, bahwa kau tak boleh mengambil keputusan lagi dengan gegabah begini. Tak apa, kau harus lebih tenang sekarang," lirih Ethan kemudian.


Lelaki berperawakan tinggi tegap itu, menyodorkan segelas air putih pada Bella yang masih gemetar akibat syok. Lelaki itu juga tampak khawatir, meski pembawaannya tampak setenang danau.


"Ya tuhan, Ethan. Aku pikir diriku ini adalah wanita yang berhati lembut layaknya peri. Nyatanya, aku tak lebih dari sekedar jelmaan iblis yang sanggup merenggut dua nyawa sekaligus, karena dendam," Bella mulai sanggup meluapkan syoknya.


Perlahan, cairan putih bening dari sudut matanya itu mengalir, menganak sungai seiring dengan hancurnya seonggok hati yang semula memang telah terluka.

__ADS_1


Senyum lembut terbit di bibir Ethan, seraya berkata, "tak apa. Semua pasti ada sebab akibat yang melatarbelakanginya. Jangan kau pikir, Daniel adalah korban yang mati tanpa sebab. Mungkin, ada sebuah alasan di masa lalu, yang menyebabkan sekelompok oknum yang dendam terhadap Daniel. Kau harus tahu satu hal, Bella. Apa yang terjadi di dunia ini, semua sudah menjadi hukum alam," Ethan dengan sabar menjelaskan.


Suasana ruangan terasa hening. Bella dengan kesedihan yang mendalam, juga Ethan yang hanyut dalam sebuah riak emosi yang rumit.


Sejak kapan Ethan berubah menjadi pribadi yang begitu perduli? Terlahir, itu terhadap kaum wanita. Bahkan dengan Leticia saja, Ethan tak pernah sepeduli ini.


Sebagai lelaki yang telah beku hatinya sekian lama, Ethan seolah mati rasa terhadap yang namanya kemanusiaan. Namun saat ini, sebuah emosi asing yang tak bisa Ethan sembunyikan, mendadak muncul dan memporak-porandakan hati Ethan yang kokoh.


Apa ini cinta? Tetapi dengan Leticia, Ethan tak pernah merasa aneh seperti ini. Entahlah, lelaki itu pusing saat ini.


"Ethan," panggil Bella, menatap Ethan dan menyadarkan lelaki itu dari lamunannya.


"Siapa Luis Edward?" tanya Bella dengan perasaan rapuh.


Perlahan secara refleks, tangan Ethan menjulur ke arah wajah Bella, menyingkirkan anak rambut wanita itu yang kusut berantakan.


"Kau mau tahu? Tenangkan dulu pikiranmu. Jangan banyak tanya dan jangan memikirkan itu dulu. Dua atau tiga hari ke depan, aku akan memberitahumu," sahut Ethan.


Meski keduanya kini tengah duduk di dalam mobil, namun Bella merasa lebih tenang. Bahkan aroma anyir darah yang sejak tadi menghantui otak Bella, kini seolah sirna.


Dan Ethan merutuk tubuhnya yang saat ini kehilangan kendali dirinya. Bagaimana tidak? Entah sejak kapan dirinya refleks memeluk Bella. Nyatanya, Bella terlelap cukup lama dalam pelukan Ethan.

__ADS_1


Sebagai pria yang terlahir cerdas dan memiliki insting yang kuat, Ethan berpikir bahwa, mungkin inilah jatuh cinta. Pada Leticia, Ethan tak pernah merasakan rasa yang demikian sanggup menghancurkan dinding pertahanannya.


Sejak Ethan berusia dua puluh dua tahun, lelaki itu sudah pernah mengenal bagaimana rasanya menjamah wanita. Ada banyak jenis kecantikan wanita yang banyak Ethan temui. Namun dengan Bella, wanita itu memiliki jenis kecantikan yang langka, dengan aura Dewi yang begitu melekat padanya.


Baru satu malam Bella menjadi istri Ethan, namun Bella sanggup membuat Ethan gila.


Perlahan, Ethan menggeser tangannya dan meletakkan kepala Bella, untuk bersandar pada kursi mobil. Diperhatikannya wajah Bella. Sungguh istimewa. Itulah satu kesimpulan yang bisa Ethan punya, untuk Bella.


Hingga Ethan melanjutkan kembali perjalanan, ia sengaja membawa Bella ke dalam hutan, rumah singgah yang Ethan bangun untuk merancang sebuah pembunuhan.


Setibanya disana, Bella terbangun, menyadari bahwa lingkungannya saat ini telah berbeda. Refleks, Bella terbangun.


"Mari masuk ke dalam, kau bisa istirahat disana, dan bisa lebih tenang. Aku akan buatkan minuman hangat untukmu," ucap Ethan kemudian.


Bella memperhatikan sekeliling, ada sorot bingung yang begitu jelas terlihat. Mata Bella terfokus pada dinding ruang tamu.


"Ethan, itu .... " tunjuk Bella pada sebuah pigura besar yang terpasang potret Ethan, dengan sepasang paruh baya yang tampak bahagia.


"Mereka adalah orang tuaku. Mari masuk, aku akan tunjukkan padamu, tentang sebuah kesalahan fatal yang dilakukan mendiang suamimu, di masa lalu," ungkap Ethan, membuat Bella terhenyak tak percaya.


**

__ADS_1


__ADS_2