
"Astaga, ternyata kamu yang meminta bantuan Ayahmu. Sungguh terima kasih!" Lissa menatap Rian dengan semangat. la bilang selain Rian, juga tidak ada yang lain bisa membantu Ibunya.
"Rian, sungguh terima kasih!" Amelia juga agak semangat, ia tidak sangka ternyata Rian yang melakukannya.
Rendi menatap Rian terkejut, tidak sangka bedebah ini begitu tidak tahu malu.
"Apakah kamu yakin Ayahmu yang membantu Ibu Mertuaku?" Rendi tersenyum sambil menatap Rian.
Rian agak tercengang, tatapannya penuh dengan kepanikan.
"Bukan bantuan dari Rian, apakah ada kemungkinan kamu yang melakukannya? Apakah kamu memiliki kemampuan seperti itu?" Lissa menatap Rendi dengan tidak puas. Tatapannya penuh dengan kebencian.
"Tidak perlu peduli ia. Ayo kita pergi untuk menandatangan surat perjanjian." Amelia juga menatap Rendi dengan benci, lalu membawa Lissa dan Rian pergi bersamanya.
Rendi tertawa dingin dan menggelengkan kepalanya. la sudah malas untuk mengurusnya. Mau kepribadian Rian baik atau tidak, juga tida ada kaitan dengannya.
"Ayah, mengapa Tante dan Nenek begitu galak kepadamu?" Kiki memandang Rendi bingung.
Rendi terkekeh pelan, entah bagaimana untuk membalas pertanyaan Kiki.
__ADS_1
la tentu tidak boleh bilang karena mereka merasa Ayahnya begitu tidak berguna. Di hadapan anaknya, ia harus memberikan sikap positif untuk anaknya.
Hari kedua, Alex akhirnya menemukan sumsum yang cocok dengan Kiki. Pihak rumah sakit juga melaksanakan operasi kepada Kiki.
Operasi berlangsung dengan lancar dan Kiki memulih dengan cepat, bahkan Linda terlalu senang hingga melupakan untuk menanyakan biaya operasi dan biaya pemindahan Kiki ke ruang inap VIP.
Dua hari setelah Kiki keluar dari rumah sakit, Linda sengaja minta ijin kerja dua hari untuk menemani anaknya.
"Sekarang Kiki juga telah berusia tiga tahun, boleh masuk taman kanak-kanak. Dan apakah kamu memiliki rencana selanjutnya?" Sebelum mematikan lampu, Linda bertanya kepada Rendi.
"Rencana apa?" Rendi sedang masalah masalah lain, tidak menaruh perhatian pada ucapan Linda.
"Aku hanya berhutang kepada Roni seratus juta. Aku akan segera membayarnya dalam dua hari ini." ucap Rendi.
"Baik sekali kamu, Rendi. Apakah maksudmu biaya ratusan juta Kiki yang lain, kamu mau aku sendirian bekerja untuk membayar hutangnya?" Linda berbalik badan dan menatap Rendi yang bersandar di bantal sambil merokok dengan kecewa.
la juga tak pernah tahu bahwa Rendi begitu tak bertanggung jawab. Apakah Rendi masih lelaki yang ia cintai?
"Untuk apa kamu marah-marah? Sejak kapan aku menyuruh untuk membayar hutang itu. Biaya akhir itu juga menggunakan uangku. Sekarang aku hanya menghutang seratus juta kepada Roni." ujar Rendi.
__ADS_1
"Uangmu? Biaya akhir itu setidaknya ada satu miliar lebih. Kamu kira aku bodoh?" ujar Linda dengan kesal.
"Sayang, aku beritahu kepadamu yang sebenarnya. Sebenarnya aku adalah keturunan orang kaya."
Rendi mematikan rokoknya dan berbalik badan merangkul bahu Linda. la bersiap memberitahu identitas aslinya dan segera membayar susah payah Linda beberapa tahun ini untuknya.
"Kamu pergi! Jangan sentuh aku!"Siapa tahu Linda langsung marah besar dan mendorong Rendi pergi.
"Rendi, kamu sungguh membuatku kecewa. Hanya demi tidak bekerja, kamu memikirkan alasan yang begitu lucu. Apakah kamu adalah lelaki sejati? Aku bilang kepadamu malam ini. Aku tidak peduli kamu pergi kerja atau tidak. Kalau ada orang yang datang meminta hutang, aku akan segera cerai denganmu."
Linda langsung menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang. la sungguh marah. Waktu itu ia menikah karena cinta, meskipun usaha Rendi gagal dan perasaan putus asa selama anaknya terbaring di rumah sakit, tapi ia hanya mengeluh kepada Rendi.
Tapi sekarang Rendi mencari alasan yang begitu tak mungkin demi tidak bekerja. Ini sungguh membuat ia kecewa kepada Rendi.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Rendi tak berdaya.
"Kita tidur pisah!" Linda mendengus langsung buka pintu keluar kamar.
Rendi sungguh ingin tertawa setelah melihat Linda menutup pintu kamar dengan kencang.
__ADS_1
Mengapa selalu tidak ada orang yang percaya saat ia mengatakan yang sebenarnya?