
"mari makan."
kata Rendi kepada Linda sambill keluar membawa lauk.
hari ini, dia keluar bersama Kiki selama seharian dan telah makan bersama Kiki diluar, namun dia masih menyempatkan diri untuk pulang dan menyiapkan makan malam untuk Linda.
"tidak ingin makan, aku sudah cukup kenyang melihatmu." kata Linda dengan suara yang tidak senang.
Rendi mengerutkan kening. belakangan ini, dia sering bertengkar dengan Linda dan sekarang dia pun sudah malas melayaninya untuk bertengkar lagi.
"apakah aku harus menyuapmu?" tanya Rendi sambil tersenyum dan berpikir untuk menenangkan suasana hati Linda.
" kamu hanya memiliki kemampuan untuk menyuapi wanita. Rendi, apakah kamu boleh menjadi pria sejati yang memiliki masa depan?" kata Linda sambil menatap Rendi dengan hina.
"kenapa?" tanya Rendi sambil mengerutkan kening. dia merasa kalau Linda sedang mengalami masalah, kalau tidak Linda tidak akan marah sembarangan.
"ini semua karena kamu melakukan kesalahan pada Famrik. beberapa hari lalu, dia menyuruhku untuk menemui seorang klien. jika aku tidak bisa mendapatkan bisnis itu, dia akan memotong bonus bulananku." kata Linda dengan emosi.
"klien itu mempersulitmu?" tanya Rendi.
__ADS_1
" tidak hanya mempersulit, dia bahkan menyuruhku untuk mengikutinya pergi ke hotel. " kata Linda dengan marah.
mendengar ini, Rendi menjadi marah dan dia pun berkata :" siapa dia? aku akan membantumu mendapatkan bisnis ini."
"membantuku?" kata Linda dengan hina sambil menatap Rendi dengan cuek, " kamu bahkan tidak mengerti seberapa besar kemampuanmu sendiri. apakah kamu mengira semua ini bisa selesai jika kamu pergi memukulnya? Rendi, carilah pekerjaan yang baik, itu sudah cukup membantuku, dan juga, lupakanlah idemu ini, jika kamu menyebabkan diriku kehilangan klien, aku tidak akan membiarkan mu begitu saja."
" apakah kamu ingin pergi kehotel bersamanya?" tanya Rendi.
"kamu!" Linda menunjuk kearah Rendi dan dia kembali berkata, " Rendi, kalau kamu ingin mencurigaiku, lebih baik kita cerai saja!"
Linda mengatakan itu dengan marah, lalu masuk kedalam kamar Kiki.
keesokan harinya, Rendi mengantar Kiki kesekolah dan sekalian pergi ke toko elektronik tongjia.
semenjak dia membeli toko elektronik tongjia itu, dia tidak pernah mengunjunginya karena terlalu sibuk menjaga putrinya. dia kebetulan datang untuk melihat kondisi kantor hari ini dan juga sekalian mencari tahu siapa klien Linda itu.
setelah masuk melalui pintu kantor, Rendi melihat beberapa satpam sedang menggosipi dirinya. setelah mendengar semua perkataan satpam itu, hatinya pun dipenuhi oleh amarah.
"bukankah dia sudah dipecat? kenapa datang lagi?"
__ADS_1
"pecat? kamu berpikir terlalu banyak."
"ah, seingatku atasan kita pernah berkata, tidak hanya ingin memecatnya bahkan juga menahan gajinya."
"iya, ini merupakan kekuasaan direktur Famrik. saat itu aku juga merasa kalau sudah waktunya bocah itu pergi dari kantor ini, namun siapa sangka direktur Sandro malah membantunya dan menyuruh direktur Famrik untuk meminta maaf kepada bocah itu. apakah kalian tahu kenapa?"
"kenapa?"
" dengar dengar istrinya Linda punya hubungan perselingkuhan dengan direktur Sandro.
Rendi menatap beberapa satpam itu dengan tenang dan beberapa satpam yang sedang bergosip dengan suara pelan itu pun bubar.
namun ketika bubar, mereka menatap Rendi dengan penuh hinaan.
Rendi langsung bergegas keruangan Sandro dan Sandro pun segera menyambutnya.
namun ketika melihat ekspresi wajah Rendi yang begitu buruk, Sandro hanya bisa memasang sebuah senyuman paksaan.
" tuan Rendi, kamu sudah datang." kata Sandro dengan hormat.
__ADS_1