
Alex menghela nafas dan berkata, "Masalah tahun itu tidak boleh disalahkan kepada Tuan Besar. Apalagi beberapa tahun ini Tuan Besar juga menilai. Apakah kamu tahu mengapa Tuan Besar tidak menikah lagi sepuluh tahun ini? Karena Tuan Besar menghargai kepadamu dan Nyonya. "
"Setelah tahu kamu datang ke Kota Yuzoda, Tuan segera memerintahkanku untuk mengatur Perusahaan Wijaya di Yuzoda. Aku tidak pernah menyarimu sebelumnya karena Tuan Besar melihat sifatmu. Ia bilang kepadaku untuk tidak menganggumu, selain di saat kamu kesusahan."
Rendi tercengang lagi. Setelah kepergian dari rumah sakit sepuluh tahun yang lalu, ia tidak pernah bertanya lagi tentang Ayahnya dan juga tidak pernah menerima panggilan Ayahnya.
Kalau ada, tentunya ia juga akan menolak untuk angkat.
Hal yang segera tercengang adalah, sepuluh tahun yang lalu setelah kematian Ibunya, Ayahnya juga baru tiga puluh enam tahun.
Ternyata hingga sekarang, ia tidak pernah menikah dengan wanita ****** itu?
Jangan-jangan ia hidup dalam perasaan selama sepuluh tahun ini?
Rendi baru pelan-pelan pelan, "Mari bahas setelah anakku kembali pulih."
Lagipula itu juga adalah Ayahnya. Sekarang ia juga membuka pikirannya. Alasan dibalik kematian Ibunya lebih banyak disebabkan oleh wanita ****** itu.
__ADS_1
"Baik, aku akan segera menjawab Tuan Besar. Tuan Besar pasti sangat senang mendengar berita ini." ujar Alex dengan semangat.
la telah bertahan hidup di Kota Yuzoda selama sepuluh tahun dan menjadi Pengusaha Terkaya di wilayah ini. Selain membantu Tuan Mudanya, ia hanya menunggu Tuan Mudanya kembali.
Setelah mematikan panggilan, ia memesan semangkok di luar rumah sakit. la baru saja ingin makan, lalu mendapat panggilan dari Adik iparnya, Lissa.
"Rendi, Kiki hilang. Kamu segera pulanglah untuk mencarinya!" USD Lissa dengan panik.
Rendi tertawa dan berkata, "Kiki telah dipindahkan ke area VIP lantai 19, tinggal di ruang dua."
"Apa? Kamu memindah Kiki ke area VIP? Darimana kamu mendapat uang nya?" tanya Lissa curiga.
Lagipula mereka juga tidak akan percaya, kalau ia menjelaskan nya.
"Bagaimana saat kalau kamu menunggu sumsum yang cocok dengan Kiki?" tanya Lissa.
"Tenang saja. Aku tidak akan minjam uang kepada kalian. Aku sendiri memiliki cara." Mengingat ia meminjam uang kepada Amelia atas kegagalan usahanya tahun kemarin dan langsung diusir, Rendi sudah bersumpah tidak akan pernah membuka mulut kepada keluarga mertua nya.
__ADS_1
"Hngg, bocah yang tak berguna seperti kamu, aku juga tidak akan pernah meminjamnya kepadamu." Terdengar suara Amelia mendengus, Rendi langsung memutuskan panggilan nya.
"Orang yang tidak berguna itu, berani-beraninya memutuskan panggilanku!" Amelia mengembalikan teleponnya kepada anak nya dan langsung menuju ke lantai 19.
Setelah tiba di area VIP, Amelia mengomel kasar kepada Rendi di dalam, setelah melihat Rendi juga membayar suster profesional untuk merawat Kiki. la benar - benar tidak menganggap uang.
Mereka berdua duduk sebentar, lalu Kiki sadar. Meskipun Amelia dan Lissa tidak baik kepada Rendi, tapi mereka merasa kasihan kepada Kiki.
Awalnya mereka berdua tidak ada kerjaan siang hari, tapi tak lama kemudian, telepon Amelia berdering.
Setelah ia mengangkat telepon nya, ia mengecup wajah Kiki beberapa kali dengan semangat.
"Siapa yang menghubungi Ibu?" ujar Lissa penasaran.
"Manajer Perusahaan Wijaya menghubungi kita untuk membahas kerja sama sore ini." ujar Amelia semangat.
"Astaga, baik sekali. Selamat Bu! Akhirnya bisa mendapat pesanan besar dari Perusahaan Wijaya." Lissa juga berkata dengan semangat.
__ADS_1
"Awalnya Manajer Wang tidak ingin produk obat kita, tapi adanya orang yang baik yang membantu kita, sehingga Pengusaha Terkaya Yuzoda langsung memilih kita. Hanya saja kita tidak tahu siapa orang yang membantu kita itu. Kita harus mengatur kasih orang itu!" ujar Amelia.
"Jangan-jangan." Terlintas bayangan seseorang di otak Lissa dengan sedikit curiga.