
Hari kedua, Linda pergi bekerja seperti biasanya. Mungkin karena masih kesal dengan Rendi, jadi ia langsung pergi begitu saja tanpa membuat sarapan.
Rendi bangun untuk membuat sarapan. Setelah makan bersama Kiki, ia langsung membawa Kiki ke taman kanak-kanak.
Tiba-tiba daftar masuk kelas, awalnya Kepala Sekolahnya ingin menyulitkan mereka.
Tapi Rendi langsung operasional selembar kartu ATM, bilang didalamnya terdapat dua ratus juta. Kepala Sekolah dengan tidak menerima, tidak memeriksa lagi.
"Kiki, Ayah bawa kamu beli dulu dua stelan baru, lalu besok datang belajar disini." ujar Rendi menggandeng tangan Kiki sambil berjalan menuju mall.
"Baik. Aku ingin membeli pakaian terbagus. Kemarin yang Nenek beli sama sekali tidak bagus." ujar Kiki ceria.
"Baik. Hari ini Ayah akan membelikan yang tercantik untukmu.” Ujar Rendi sambil tersenyum tipis.
“Ayah, aku ingin memilih sendiri ya.“ Ucap Kiki.
“Baik, Ayah akan membeli pakaian yang digunakan Tuan Putri kita. ”Ujar Rendi lalu menggendong Kiki. Baru saja keluar dari rumah sakit, Rendi tidak rela begitu banyak.
Mereka tiba di Thamrin Plaza dengan cepat Rendi membawa Kiki langsung ke toko pakaian anak-anak.
__ADS_1
Thamrim Plaza terdapat tiga lantai yang menjual pakaian. Semuanya merupakan produk yang cukup mahal, juga terdapat banyak restoran, bioskop, tempat bermain dan lain-lainnya, ramai.
"Ayah, Tante." ucap Kiki lalu menunjuk toko pakaian wanita disamping.
Rendi menoleh kearah dimana Kiki menunjuk, lalu ia hanya menemukan Lissa dan beberapa ide keluar dari toko itu.
"Tante! Tante!" teriak Kiki kepada Lissa mereka.
Lissa berjalan berjalan kita dengan senyum setelah mendengar suara Kiki.
"Sini Tante gendong, Kiki." Lissa langsung menggendong Kiki di pelukannya.
"Tante juga datang kesini untuk membeli pakaian baru? Ayah juga datang membawaku untuk membeli pakaian baru." ujar Kiki.
"Wah, Lissa. Apakah itu adalah anak Kakakmu? Cantik sekali!"
Beberapa teman Lissa mendekat. Ada seorang wanita yang memotret wajah Kiki, sehingga Kiki sedikit menghindar, lalu membuat para wanita terkekeh.
"Tante, aku mau Ayah yang gendong."
__ADS_1
Kiki melihat beberapa orang yang sedang menertawainya, seketika ia tidak ingin berada di pelukan Lissa.
"Kiki, Tante bawa kamu pergi beli pakaian baru. Jangan peduli Ayahmu." bujuk Lissa.
"Tidak. Aku mau Ayah." Kiki menggoyangkan tubuhnya, ingin Lissa menurunkan dirinya.
Lissa tidak berdaya dan hanya dapat memberikan Kiki kepada Rendi. Saat tatapannya menyapu dari wajah Rendi, tatapan itu menunjukkan meremehkan.
Rendi tidak ingin peduli Lissa dan membawa Kiki menuju toko pakaian anak-anak.
"Rendi, toko pakaian ini merupakan toko pakaian yang merek dagang dari Italia. Satu pakaian yang paling murah juga harus membutuhkan beberapa juta. Apakah kamu sanggup membelinya?" teriak Lissa dari belakang sambil mengerutkan dahinya.
la tahu Rendi tidak pergi bekerja lagi dan menggunakan uang yang dihasilkan Kakaknya.
Hal yang terpenting adalah Rendi telah meminjam sejumlah uang yang cukup banyak untuk merawat penyakit Kiki!
la seketika kesal melihat begitu banyak boros dalam membeli pakaian anak-anak.
"Aku sanggup membelinya." ujar Rendi.
__ADS_1
"Kamu sanggup membelinya?" Lissa mengejar Rendi dan berkata, "Kamu membeli pakaian begitu mahal untuk Kiki, apakah kamu sudah bilang kepada Kakakku?"
Rendi malas untuk menyaut perkataannya dan langsung masuk ke toko pakaian anak-anak.