
padahal perusahaan tidak ada aturan ini, lagipula ia juga bukan tiba tiba bolos. setiap kali izin dia mendapat persetujuan untuk minta izin kerja.
sandro terlihat sekali ingin membantu famrik untuk menghinanya, apakah sungguh menganggapnya sebagai petugas keamanan kecil?
"aku adalah bos perusahaa. aku bilang ada aturan ini ya tentu ada. kalau kamu ada kemampuan untuk menjadi bos, juga bebas untuk membentuk peraturan." sandro menatap rendi kesal. kalau sudah memutuskan untuk membantu famrik, maka ia tidak akan peduli lagi sama tokoh kecil seperti rendi.
biarkan tokoh kecil seperti itu berdebat, lagipula juga tidak akan menghasilkan apapun.
"apakah kamu yakin ingin mengambil gajiku yang begitu dikit?" ujar rendi.
sebelum hari ini, kalau ia mendapat penghinaan seperti ini, ia tidak akan bisa menerimanya.
tapi sekarang semuanya telah berbeda.
"boleh juga kalau kamu ingin memikir seperti itu. kalau kamu tidak terima, boleh memanggil polisi untuk melapornya. baik, kamu hari ini saya pecat jadi karyawan saya lagi. sekarang kamu boleh pergi." sandro menaikan bahunya dan bersikap untuk merendahkan rendi.
"pak sandro memang sangat hebat, sangat angkuh." rendi tertawa. ia memberikan ibu jari kepada sandro. sebenarnya ia sama sekali tidak pernah menerima penghinaan begitu besar.
benar, baginya sandro itu sedang menghinanya.
orang baik juga bisa marah, tentu rendi tidak akan diam begitu saja. bukan setiap orang boleh menghinanya dan merebut gajinya.
ia melihat sandro sekilas, lalu mengeluarkan telepon untuk menghubungi alex.
"paman alex, perusahaan elektronik tongjia seharga 400 miliar. berapa waktu yang harus dibutuhkan jika aku menginginkannya bangkrut?" tanya rendi
"waktu setengah hari, tuan muda" ujar alex tertawa.
"baik kalau begitu, aku ingin melihat mereka hari ini bangkrut." ujar rendi lalu memutuskan panggilannya.
ia tersenyum ke arah sandro dan berkata, "tidak ada orang yang berani mengambil uangku di dunia ini. kalau aku tidak ingin, maupun ia mengambil uangku sedikit, aku juga akan membuatnya sengsara."
lalu ia bangun dan berjalan menuju keluar.
sandro memasang raut wajah tersenyum dingin. menghadapi ancaman rendi yang membosankan, ia juga tidak akan pernah menganggapnya.
__ADS_1
kalau rendi memiliki kemampuan untuk membuatnya bangkrut, untuk apa ia datang ke perusahaannya untuk menjadi petugas keamanan?
..............
rendi menahan amarahnya dan meninggalkan kantor sandro, langsung menuju rumah sakit.
hari ini linda akan membahas kerja sama, jadi membutuhkan ia untuk menemani anaknya.
rendi baru saja tiba di resepsionis lantai satu, ia langsung bertemu dengan famrik mereka sepertinya sengaja menunggu kedatangannya.
benar sekali, famring memang sengaja menunggu untuk memalukan rendi.
kemarin rendi menyerangnya dan memukul wajahnya keras. ia adalah orang yang akan membalas dendam, tentunya ia tidak akan menghilangkan kesempatan ini.
"bukankah ini adalah rendi? kudengar kamu pergi mencari penjelasan kepada pak sandro. seharusnya pak sandro juga telah memuaskan permintaanmu kan." famrik menatap rendi penuh sindiran.
begitu pula yanto dan beberapa petugas keamanan.
mereka semua adalah tentara yang baru kembali dari militer. tentara yang seperti mereka, masih saja tidak bisa mengalahkan orang yang tidak pernah menjadi tentara. ini sungguh membuat mereka kurang puas dengan rendi.
rendi menatap famrik dengan tenang dan pelan pelan mengeluarkan rokok. ia menghisap pelan dan berkata, "sihlakan lanjut pertunjukanmu."
kalau famrik begitu senang, maka biarkan ia terus bahagia saja!
hanya saja apakah ia masih bisa bahagia setelah mendengar pengumuman perusahaan elektronik tongkia bangkrut?
mendengar sindiran rendi, raut wajah famrik seketika berubah. ia paling benci rendi begitu sombong, saat rendi sudah tidak ada jalan lagin lagi.
"rendi, kamu hanyalah orang yang tidak berguna. untuk apa kamu berpura pura denganku?" ujar famrik
"benar, rendi. kamu hanyalah petugas keamanan kecil. sedangkan pak famrik adalah manajer yang kaya dan memiliki hak. apakah kamu berhak untuk mencari masalah dengan pak famrik? rendi dengarlah nasehatku, segeralah minta maaf kepada pak famrik. kalau tidak, kamu mungkin saja tidak akan mendapatkan pekerjaan di kota yuzoda." meskipun yanto menasihati rendi, tapi setiap kata katanya penuh dengan ancaman.
rendi berkata, "manajer pemasaran kecil begitu berani juga untuk mengalahkanku? yanto, kamu sedang bercanda denganku?"
raut wajah yanto berubah pelan, tak sangka kalau rendi itu begitu tak tahu malu. ia mendengus dan tidak mengerti apa yang ia katakan.
__ADS_1
famrik tertawa sombong dan berkata, "hngg, meskipun aku adalah manajer yang kecil, tapi ucapanku bisa memecatmu dari perusahaan dengan mudah, apalagi bisa membuatmu tidak mendapat gaji dan uang jaminan."
"rendi aku jujur kepadamu bahwa memecatmu itu adalah maksudnku. aku sungguh tidak mengerti, kamu menggunakan apa bertarung denganku? kalau kamu begitu hebat, kamu ambil dulu gaji sebelum kamu pergi, ataupun minta pak sandro untuk menarik keputusan memecatmu."
"famrik, kamu sangatlah sombong."
di saat ini, terdengar suara yang cukup berkuasa. semua orang berbalik kepala dan memandang kearah sana, lalu bertemu dengan pak sandro yang berasal dari elevator.
melihat raut wajah pak sandro yang begitu buruk, famrik mereka seketika muncul firasat buruk.
"apakah pak sandro mau pergi?" ujar famriksambil tersenyum malu.
"hngg!" sandro melihat famrik penuh kekesalan sambil berkata "aku tanya kepadamu, biasanya rendi bertampil baik di kantor, mengapa kamu harus memecatnya? kamu juga berada di divisi pemasaran, apakah berhak memecat orang di divisi keamanan? siapa yang memberi hak itu kepadamu?"
"asal menggunakan hakmu untuk memecat karyawan baik milik perusahaan. famrik, kamu akan kupecat, kalau tidak segera minta maaf kepada rendi dan dimaafkan olehnya!" ujar sandro kesal.
"apa?" famrik tercengang, tidak mengetahui apa yang terjadi.
sandro yang raut wajahnya penuh kekesalan, sepasang mata kakinya juga bergetar.
yanto dan beberapa petugas keamanan yang lain juga tercengang. bukankah pak sandro akan memecat rendi?
apa sekarang maksudnya?
rendi memandang sandro yang marah besar kepada famrik, lalu menyeringai.
maafnya kalau mimin updatenya ga menentu,karena mimin nulis novel kalau sedang tidak bekerja .
komen lanjut supaya saya jadi semangat untuk nulisnya :)
__ADS_1