Ternyata Suamiku Milyader

Ternyata Suamiku Milyader
episode 8


__ADS_3

melihat kedua orang itu berjalan kearahnya, rendi tersenyum pahit, juga merasa tidak baik kalau ber pura pura tidak melihat mereka.


ia baru saja ingin menyapa, lalu mendengar adik iparnya lissa berkata dengan nada curiga. "rendi, beritahu kita, apakah kamu mengenal pejabat tinggi perusahaan wijaya?"


kemarin berpikir begitu lama, amelia dan lissa masih saja curiga kepada rendi yang selalu di rendah kan mereka. mungkin saja rendi mengenal pejabat tertinggi perusahaan wijaya, kalau tidak sekretaris pribadi alex tidak begitu baik kepada rendi.


kalau rendi mengenal pejabat tertinggi perusahaan wijaya, maka biarkan rendi berbicara baik dengannya, mungkin saja ada kesempatan kerja sama amelia berjalan lancar.


"iya." Rendi mengangguk.


mata Amelia dan lissa bersinar dan memasang wajah yang penuh senyuman.


"aduh, aku tak sangka kalau menantuku juga begitu hebat. cepat beritahu ibu, pejabat tinggi manakah yang kamu kenal?" Amelia memandang rendi dengan semangat.


saat ini merupakan saat dimana ia paling menyukai rendi, setelah beberapa tahun berlalu.


adik iparnya lissa juga memandang rendi semangat. baginya, beberapa tahun ini, Rendi sekarang pertama kali menjadi kakak iparnya secara resmi.


"aku hanya mengenal alex." ujar rendi jujur.

__ADS_1


ia sungguh hanya mengenal alex di perusahaan wijaya. untuk seluruh di pejabat tinggi perusahaan wijaya, ia sungguh tidak mengenal satu pun.


"kamu tidak boleh berbicara seperti itu! harus panggil ia pengusaha terkaya yuzoda." meskipun amelia seperti sedang mengocehi rendi, tetapi wajahnya memasang wajah yang bahagia.


menantunya ternyata kenal dengan pengusaha terkaya yuzoda, maka kemungkinan kerja samanya berjalan lancar itu semakin besar.


rendi menangkat bahunya dan tidak dapat berkata apapun.


"oh iya kak, apa hubunganmu dengan pengusaha terkaya yuzoda?" tanya lissa penasaran.


"alex adalah kepala pelayab keluargaku. oh iya ibu, kalian kemarin ke perusahaan Wijaya untuk membahas pekerjaan kan? apakah berjalan dengan lancar? apakah perlu bantuanku?" melihat sikap ibu mertuanya berubah, sikap rendi juga begitu bahagia.


meskipun dulu mereka meremehkan dirinya, tapi lagi pula ini adalah ibu mertuanya. ia juga tidak ingin nenghitung masalah masa lalu.


pengusaha terkaya yuzoda adalah kepala pelayannya. bohong sekali!


mereka berdua berpikir rendi sedang bercandang dengan mereka secara bersamaan.


"pengusaha terkaya yuzoda adalah kepala pelayan keluargamu? kalau gitu aku pengusaha forbes terkaya sedunia!" sindir lissa lalu tertawa dingin.

__ADS_1


"berani beraninya kamu rendi! beraninya menipuku!" amelia juga marah besar. mungkin harapannya hancur begitu saja, sehingga ia semakin membenci rendi.


"kamu tidak merawat kiki lagi, sekarang mau kemana kamu?" tanya amelia galak.


"kiki tertidur, aku keluar mencari makan." ujar rendi jujur


"makan terus! kamu hanya tahu makan!" amelia mendengus dan langsung membawa lissa ke dalam rumah sakit.


hari ini ia datang, selain mencurigai rendi, kebetulan juga datang mencari cucu perempuannya.


rendi melihat punggung kepergian Amelia dan Lissa, lalu mengayunkan tangan dengan tak berdaya.


tapi ia mengeluarkan teleponnya untuk menghubungi alex.


"paman alex, apakah industri farmasi xyco sedang membahas kerja sama dengan kalian? penanggung jawab mereka adalah wakil direktur amelia." tanya rendi.


"beberapa hari ini cuaca sangat panas. kantor berusaha membeli obat untuk menghindari pitam panas, untuk membeli dari industri mana, aku kurang tahu." ujar Alex.


"iya, beli saja dari amelia industri farmasi xyco." ujar rendi

__ADS_1


"baik. oh ya, tuan muda, tuan besar ingin bertemu denganmu. kalau kamu ada waktu, maka tuan besar akan terbang kesini." ujar alex.


rendi tercengang dan berkata. "aku sekarang masih belum ingin bertemu dengannya."


__ADS_2