
"Famrik kah?"
rendi mengingat kata-kata famrik yang mengancam kemarin, lalu mengangkat sudut bibirnya.
tapi awalnya ia memang ingin mengundurkan diri, jadi memecat itu sama saja baginya.
rendi datang ke kantor ketua petugas keamanan alias yanto. ia baru saja bilang ingin mengundurkan diri, lalu mendengar Yanto berkata "rendi, kamu selalu meminta izin kerja, sangat mengganggu pekerjaan divisi kita, aku telah meminta persetujuan pak sandro. maksud pak sandro ingin memecatmu."
"oh, baiklah kalau begitu berikan gajiku beberapa hari ini." ujar rendi.
"kamu itu dipecat, mana mungkin dapat gaji, bahkan uang jaminan tidak bisa di kembalikan." ujar yanto tersenyum tipis. ia kira akan berdebat dengan rendi, tapi siapa sangka rendi langsung menerima nya.
dasar bocah, mencari masalah dengan pak famrik. pak famrik adalah salah satu tokoh yang memiliki hak pasti di perusahaan ini. ia ingin memecatnya saja tidak perlu menjalani proses apapun.
rendi tersenyum melihat yanto dan berkata. "baik aku pergi tanya pak yanto."
ia tertawa dingin lalu keluar dari ruangannya.
__ADS_1
walaupun ia telah menerima kekayaan dari keluarganya dan tidak peduli dengan uang itu, tapi siapa yang berani mengambil uangnya begitu saja.
melihat rendi yang begitu percaya diri, yanto mengerutkan dahinya lau menelpon famrik.
"pak famrik, rendi pergi mencari pak sandro, sepertinya tidak baik untuk memberikan jaminan kepadanya." ujar yanto sedikit khawatir.
"tenang saja aku sudah berbincang dengan pak sandro. hanyalah petugas keamanan kecil, bagaimana mungkin pak sandro peduli kepadanya."
famrik memutuskan panggilan dan menaruh kembali teleponnya. sudut bibirnya terangkat pelan dan menyeringai
memecatmu hanyalah awal dari rencanaku. tunggu aku menemukan dimana kamu meminjam uang itu, kamu akan mati lebih parah.
sepuluh menit kemudian, di dalam kantor pak sandro.
sandro mengangkat kepalanya dan melihat rendi yang tiba-tiba masuk kedalam kantornya, ia berkerut alis dan berkata. "siapakah kamu? apa yang kamu lakukan?"
"pak sandro ia adalah rendi petugas divisi keamanan. ia ingin sekali bertemu dengamu dan aku tidak bisa menghentikannya." sekretaris sibuk nya mengejar rendi masuk dan datang untuk menjelaskan.
__ADS_1
ia memandang rendi dengan kesal. ia tidak pernah bertemu dengan lelaki yang tidak bertindak baik. tidak memberi masuk, ia mendorongnya langsung.
"rendi yang berasal dari divisi keamanan..." sandro mengangguk kepalanya dan teringat masalah yang dikatakan famrik untuk memecat pendi pagi ini.
"benar, itu aku" rendi duduk di seberang kursi sandro san memandangnya dengan tenang.
"kalian boleh memecatku, tapi mengapa tidak memberi gaji kepadaku?bahkan uang jaminan juga tidak diberikan kepadaku, pak sandro, mohon beri penjelasan kepadaku."
sandro berkerut alis dan berkata. "aku sudah mendengar masalah memecatmu, kamu sering bolos bekerja, perusahaan ku pasti sudah tidak bisa memperkerjakan anda, juga peraturan perusahaan."
kalau famrik telah mengatakan masalah ini kepadanya maka ia harus memberi muka kapada famrik.
lagipula famrik adalah manajer pemasaran di perusahaan ini, juga memiliki kemampuan yang hebat. ia juga membawa banyak bisnis untuk perusahaan mereka setiap tahun.
sedangkan rendi hanyalah petugas keamanan kecil. kedua orang ini saling dibanting dan tentunya rendi sama sekali tidak dianggap.
peraturan perusahaan? mengapa aku tidak pernah mendengarnya?jangan jangan peraturan perusahaan bukan digunakan untuk mengatur karyawan?rendi agak kesal ia sekarang telah meneruskan warisan, boleh tidak perlu gaji ini. tapi masalah prinsip.
__ADS_1