Terpaksa Menikah Gadis Buta

Terpaksa Menikah Gadis Buta
Penyelamatan


__ADS_3

Rahmat mulai melepaskan kancing baju Dewi. Kulit putih mulusnya mulai terlihat. Bagian yang menggunung membuat Rahmat tak kuasa menahan gairahnya.


Tangan nakalnya mulai meremat bagian terindah itu, di kecupinya Dewi yang sedang tertidur akibat pengaruh obat.


Braaak


Terdengar suara seseorang mendobrak paksa pintu ruang tamu, Rahmat menghentikan aksinya. Ia ingin membuka pintu kamar dan melihat siapa yang datang, tetapi pintu kamarnya sudah terdobrak dan mengenai wajah Rahmat sendiri


"Kapok," ucap Author menyela


"Author ga usah ikut campur hush," sahut Rahmat


Ia kesakitan namun tidak membuatnya terjatuh.


Pandu melihat Dewi terbaring di tempat tidur dengan pakaian yang sudah terbuka kancingnya


"Brengksek Lu! Lu apain istri gue hah!!" ucap Pandu mencengkeram kerah Rahmat


"Hah baru sekarang Lu anggep dia Istri, kemana aja Lu, kalau ku gak mau gue siap kok jadi orang pertama yang nyentuh tubuhnya,"


Debuuug


Pandu memukul keras wajah Rahmat, meninju perutnya dan menendang dadanya hingga terpental terantuk sisi ranjang yang terbuat dari besi, setelah itu Rahmat pingsan.


Pandu tidak peduli, dia langsung menutupi baju Dewi seraya berkata


"Anjiiir dadanya ahh Kunti Lu seksi amat sih," gumam Pandu


"Kuntiiiii bangun woi...," ucap Pandu memukul pelan pipi Dewi dan menggoyangkan bahunya


Hemmm kayaknya dia di kasih obat tidur nih, dasar Rahmat brengsek. Untung gue datang cepet, lu belum diapa-apain kan Kunti? batin Pandu


Kemudian Pandu membopong Dewi keluar. Dan memanggil taksi online. Tak butuh waktu lama, taksi online datang. Dewi dimasukkan kedalam mobil dengan keadaan tidur


"Kenapa itu mas pacarnya?" tanya supir Taksi

__ADS_1


"Dia bini gue, dikasi obat tidur trus mau diperkosa tuh sama orang didalam. Asem bener, untung gue cepet datang," ucap Pandu jujur


"Wah laporin aja tuh mas, mana orangnya kita gebukin aja,"


"Telat, udah K.O pingsan, mukanya udah bonyok," ucap Pandu


"Bagus mas,"


"Yaudah buruan antar pulang ya mas," ucap Pandu


"Iya iya, ayok," sopir taksi mulai melakukan mobilnya


Pandu juga ikut naik ke mobil karena motor tuanya sedang di bengkel. Sebenarnya Pandu lihat saat Dewi di bonceng Rahmat, tetapi motornya tiba-tiba mogok dan Pandu sempat kehilangan jejak. Beruntung Pandu sempat melihat Rahmat masuk gang perumahan. Ia pun menelusuri tempat itu satu per satu. Untung saja motor Rahmat berada di teras jadi Pandu mengenalinya.


Sesampai dirumah, Pandu menceritakan apa yang dialami Dewi. Bik Asih terkejut dan bersyukur karena Pandu datang cepat menghentikan aksi Rakmat


Bik asih juga dimintai Pandu untuk membersihkan tubuh Dewi yang sedikit kucel.


Setelah bersih Pandu masuk ke kamar memandangi Dewi dan meminta maaf dalam hatinya hingga tertidur di sebelah Dewi.


Dewi terbangun dengan posisi memeluk sesuatu bukan barang melainkan ia memeluk Pandu.


"Pandu? Eh Lu ngapain disini?" Dewi belum menyadari apa yang terjadi kemarin


"Hmm apaan sih Kunti, ya gue tidur lah,"


"Tidur di tempat Lu aja sana, Lu kan gak mau tidur seranjang ma gue, ngapain disini," usir Dewi


"Hemm gue udah dirumah rupanya. Untung ada Rahmat yang nolongin gue, kalau gak mungkin gue gak bisa pulang," ujar Dewi dan langsung membangunkan Pandu


Pandu beranjak dari bangunnya dan duduk kemudian langsung menyentil jidat Dewi


"Gak usah sebut-sebut Rahmat di depan Gue! Lu tau gak kemarin Rahmat ngapain Elu?"


"Dia antar gue ke rumah kan?

__ADS_1


"Ih Lu tu ya maunya di boongin, dia bawa Lu ke rumahnya. Dia mau perkosa Lu. Pas gue datang dan nge dobrak pintu rumahnya, dia udah buka tuh baju Lu. Lu tidur gak tahu apa-apa mungkin aja dia udah cium dan...... ahh sebel gue sama lu. Dibilangin gak usah kemana-mana jadinya gini kan!" ucap Pandu dengan bentakan keras


"Masak sih Rahmat kayak gitu?"


"Astaga... Lu tuh ya gak percayaan banget sih sama yang gue bilang. Lu suka ya ma Rahmat, lu suka dia nyiumin elu hah? Gue suami Lu aja belum pernah nyentuh Lu.... terserah lu kalau lebih milih Rahmat, gue mundur,"


"Nduu tunggu,"


"Apa,"


"Gue gak tau apa yang terjadi kemarin tapi... gue sakit hati sama ucapan lu, gue ngerasa...." Dewi menghentikan ucapannya. Dia ingin mengakui perasaanya, tapi dia enggan dan malu malah memeluk Pandu dan diam seribu bahasa


"Lu kenapa sih...," ucap Pandu


"Eh Lu nangis kenapa?" tanya Pandu lagi


"Hmmm kemarin itu... gue minta maaf ya... gue gak suka dikatain ini itu ma temen-temen. Ya gue agak emosi kesannya lu tu protektif banget. Gue juga ada apa-apa sama Nesty. Suerrr,"


"Gue kesepian.... Lu gak tahu kan gimana rasanya gak bisa ngapa-ngapain karena keterbatasan penglihatan. Gue berusaha jadi istri yang baik buat Lu....,"


"Yaudah, lain kali kalo gue nongkrong. Gue ajak elu deh. Tapi gue ada utang sama Nesty, karena dia udah gantiin hapenya Sabri. Jadi sebagai bayaran gue jadi ojeknya. Gue harap lu ngerti. Dan... makasih ya lu udah merhatiin gue... tapi kenapa?? Gue udah jahat sama Lu kenapa Lu masih bersikap baik hah??"


Dewi melepaskan pelukannya, dia tidak menjawab pertanyaan Pandu karena sebenarnya cinta telah hadir dihati Dewi.


"Lu bilang mau mundur.... apa lu yakin mau ngelepasin hubungan ini? Apa,... gue gak ada dihati Lu?" tanya Dewi ragu, sejujurnya dia ingin tahu perasaan Pandu terhadap dirinya


"Ya kalau lu gak suka ma gue, dan lebih milih rahmat ngapain gue paksa,"


"Ohh jadi lu gak mau perjuangin... gue masih ngantuk gue tidur lagi ya," ucap Dewi yang kesal karena Pandu memilih menyerah.


Dewi kembali tidur dan menghadap ke sisi yang berbeda, membelakangi Pandu lalu memejamkan matanya menahan air mata agar tidak keluar.


Pluk..


Sesuatu memeluk Dewi

__ADS_1


"Gue sayang sama lu Kunti... sejak lama..." ucap Pandu tiba-tiba seraya memeluk Dewi ke dalam dekapannya


__ADS_2