Terpaksa Menikah Gadis Buta

Terpaksa Menikah Gadis Buta
Dilema


__ADS_3

Sore itu Pandu pulang dengan wajah memelas, setelah seharian nongkrong dan main dengan temannya, ketawa-ketiwi dan bercanda tawa.


Pandu juga habis mengantarkan dua temannya yang ingin tes masuk ke Universitas negri. Sementara Pandu sudah diterima di Universitas swasta, itu pun di biayai oleh orang tua Dewi.


Dewi juga kuliah di universitas negri yang bisa menerima penyandang tuna netra dan mereka tinggal menunggu waktu saat ajaran baru perkuliahan


Pandu membuka lemari es yang serba freezer karena Bu Mila juga menjajakan jajan ringan, es batu dan es kenyiot. Pria itu mengambil. salah satu es kenyot berwarna ungu, lalu menyobek ujungnya dengan cara di gigit.


Rasa anggur yang dingin menyejukkan tubuhnya, hatinya dan pikirannya yang panas langsung membeku sejuk dan ia terbaring di sofa ruang tamu. Sofa yang sudah usah, kulit sofa nya sudah terkelupas dan terlihat busa yang menongol. Bahkan ada satu kursi yang ditengahnya sudah bolong.


"Loh Ndu, kok kamu pulang kesini," tanya Bu Mila saat maauk ke dalam rumahnya


"Lah kan ini rumah Pandu bu," ucap Pandu enteng


"Bocah somplak, ini rumah Ibu sama Bapak, Rumahmu tu sekarang sama Dewi, makannya baik-baik ini tuh si Dewi. Gak usah keluar duit beli rumah kamu sudah punya rumah sendiri," ujar Ibunya


Pandu diam dia asik mengenyot es rasa anggur. Rasanya sayang jika harus berhenti di tengah jalan.


"Bentar bu, habisin ini dulu," ucap Pandu


Bu Mila pergi ke belakang meninggalkan Pandu karena setelah menyapu halaman rumah, dia berkeringat dan ingin mandi.


Tak berapa lama ada telepon berdering. Pandu mengangkatnya ternyata dari Dewi. Dalam layar ponselnya Pandu menyimpannya dengan nama 'Kuntilanak Manis'


"Hmm," ucap Pandu yang enggan berkata karena ia masih asik menikmati es nya dan memakannya besar-besar hingga bunyi pelyok pletok.


"Mas... Kamu pulang jam berapa?" ucap Dewi


Dia memanggil Pandu dengan sebutan Mas karena ingin terlihat selayaknya suami istri meski hatinya belum menerima

__ADS_1


"Mas? Lu nelepon siapa woy!" ucap Pandu kasar


"Ih dipanggil Mas gak mau yaudah gue panggil Pandu logistik aja," celetuk Dewi yang kembali memanggilnya Pandu


"Haha gokil, gue gak pulang ah. Capek! Gue di rumah nyokap ni, besok aja gue pulangnya ya," ucap Pandu


Kemudian Dewi merasa sedih, sebenarnya pagi tadi dia susah memasak lauk dengan tangannya sendiri meski dalam keadaan buta, ia ingin belajar. Tentu saja dalam pengawasan Bik Asih.


Makan siang Pandu tidak pulang, malam juga dia tidak pulang maka terasa sia-sia sudah perjuangannya saat memasak.


"Oh yaudah," ucap Dewi lemas


"Emang kenapa lu tanya-tanya? Kangen atau lu takut sendiri?" tanya Pandu


"Gue udah masak banyak soalnya, mubazir kalau gak ada yang makan, yaudah bye," ucap Dewi memutuskan sambungan teleponnya.


Pandu tersentak saat Dewi mematikan teleponnya, ada perasaan bersalah ketika mendengar Dewi sudah memasak untuk nya tetapi malah Pandu tidak memakannya.


'Hmm tiba-tiba gue laper, betewe si kuntilanak masak apa ya?" ucap Pandu pada dirinya sendiri


Ia pun bergegas pergi ke rumah Dewi yang baru, tanpa pamit kepada orang tuanya. Dan mengendari motor sekarang mungkin.


Ciiiit bruuuk


Pandu kecelakaan ditengah jalan, untung saja dirinya baik-baik saja. Kata orang saat sore menjelang Maghrib itu tidak boleh keluar, atau ngebut nanti ada setan lewat. Bukan setan yang lewat melainkan Nesty yang sedang menyebrang jalan.


Beruntung tidak ada yang terluka parah dalam kecelakaan itu.


"Eh Pandu, Lu gak apa-apa?" tanya Nesty menghampiri Pandu

__ADS_1


"Astaga, lu nyebrang hati-hati kek, untung gak kenapa-kenapa,"


"Apanya yang kenapa-kenapa, tuh lihat lu berdarah gitu," tunjuk Nesty pada siku Pandu


Pandu melihat sikutnya kemudian membersihkan debu aspal yang mengotori kulitnya.


"Yaudah gue duluan ya, buru-buru," pamit Pandu kemudian mendirikan motornya yang tertidur di aspal jalan raya.


Nesty memanggil Pandu, dia ingin nebeng tetapi Pandu menolaknya. Meski begitu Nesty selalu mempunyai alasan untuk bisa mendekati Pandu. Padahal ia tahu Pandu telah menikah


"Gue denger-denger lu ngerusakin Hapenya Sabri ya. Nah hape lama gue kan sama tuh sama punyanya si Sabri, Kebetulan nih gue mau beli hape baru. Jadi Lu bisa bawa hape lama gue," ucap Nesty


"Eh serius, lu kasih gratis?" tanya Pandu


Nesty menganggukkan kepalanya, "Asal... "


"Ah malas ah kalo ada syaratnya,"


"Tunggu, Syaratnya gampang kok lu cuma jadi sopir gue gitu," ucap Nesty


"Eh gue gak punya mobil, gue juga ga bisa bawa mobil,"


"Motor juga gak apa-apa kok gimana? Kalo lu mau ku bisa kok antar jemput gue selama empat bulan," ucap Nesty


Pandu tak langsung menjawab, ia pun berpikir dahulu


Syaratnya gampang sih, cuma antar jemput kan? Trus kalau hapenya Sabri bisa di servis kan lumayan tuh bisa gue pake, pengganti hape buluk gue batin Pandu


Akhirnya Pandu menerima tawaran Nesty, tetapi saat itu juga dia langsung harus mengantar Nesty ke toko ponsel. Dilema menghampiri pilih langsung pulang ke rumah Dewi atau mengantar Nesty dahulu.

__ADS_1


__ADS_2