
Belakangan ini, Raul punya hobi baru. Jika sebelum-sebelumnya dia hobi menyuapi Lana makanan dan minuman manis sambil tertawa-tawa senang pada pipi Lana, sekarang Raul hobi mendandani Lana.
Tak main-main, Raul bahkan membuat satu ruangan khusus di mana hanya berisi konstum untuk Lana, cermin besar dan rak-rak alat make up lalu menyuruh Lili mendandani Lana.
Lana merasa tak nyaman saat rambutnya diganti wig berbagai warna, berpose kanan-kiri sementara Raul mengambil gambarnya dengan kamera.
"Sekarang, Lana gigit bibir."
Lana melakukannya, tapi Raul malah tertawa.
"Bukan kayak gitu. Lana nih kaku banget." Raul menoleh pada Lili yang hanya menunggui prosesi suci Raul. "Kamu kan cosplayer, Lili. Kasih tunjukin ke Lana dong cara gigit bibir."
Perempuan itu menatap Raul dengan ekspresi 'dasar menjijikan' tapi berkata, "Maaf, Mas, saya sibuk."
"Sibuk ngapain?"
"Bernapas."
Raul cemberut pada reaksi dingin pelayannya. Padahal awal-awal juga dia banyak berpose untuk Raul. Giliran sudah kerja lama, sekarang malah tidak mau disuruh-suruh.
Raul menggerutu tapi tidak memaksa Lili. Sebaliknya, Raul meninggalkan kamera, pergi berlutut di karpet Lana sedang merangkak.
"Lana," bisik Raul lembut, sambil mengusap-usap dagu gadis itu. "Lana tuh polos banget jadi aku enggak mau ngerusak Lana. Tapi aku pengen liat Lana gigit bibir."
Lana menggigit bibirnya lagi namun wajah Raul seketika berubah bosan.
__ADS_1
"Hah." Raul menghela napas.
Sebuah sinyal yang sudah sangat jelas memberitahu jika Lana harus melakukan sesuatu.
"A-aku enggak tau." Lana memegang tangan Raul, jaga-jaga jika dia ingin pergi. "Caranya gimana? Bilang aja caranya gimana."
"Itu semua tergantung Lana sendiri. Bukan sesuatu yang bisa diajarin," balas Raul lagi, sok bijaksana yang berarti dia tidak mau memberitahu.
Wajah Lana menjadi sangat pucat. Bibirnya yang berkilau akibat make up imut hasil tangan Lili pun tak bisa menyembunyikan ketakutannya.
Segera Lana berpaling pada Lili, menghampirinya di sana.
"Lili, cara gigit bibir gimana?"
Cara yang Raul suka, ayo katakan cepat! Orang gila itu akan bosan dan dia sangat suka membuat jantung Lana serasa ingin berhenti berfungsi.
Apa yang Raul mau adalah Lana berekspresi sedikit 'mesum'. Cosplay di mata lelaki bukanlah soal cantik namun soal bagaimana wanita terlihat menggoda. Tapi sesuai kata Raul, perempuan polos ini mana tahu.
"Maaf, Mbak, saya kurang tau." Lili tahu dan juga tahu bahwa Raul mau ia menjawab tidak tahu.
Jawaban Lili seketika membuat Lana terguncang. Sekali lagi Lana melihat Raul, pria itu hanya duduk menyilangkan kaki, menipang dagu santai.
Pikirkan, begitu Lana menekan dirinya. Ayo pikirkan bagaimana cara menggigit bibir yang dia mau.
Pikirkan, pikirkan, pikirkan, pikirkan, pikirkan!
__ADS_1
"Lana."
Pikirkan, pikirkan, ayo pikirkan caranya!
"Ganti baju," perintah Raul. "Aku mau istirahat."
Perkataan yang bagi Lana justru seperti 'pergilah ke neraka, dasar manusia tidak berguna!'.
Satu-satunya senjata terakhir yang Lana punya adalah tangisan. Perempuan itu menangis terisak-isak, tapi juga berusaha terlihat sangat imut dalam tangisannya.
"Maaf, hiks." Lana memegang ujung kaus Raul. "A-aku yang salah, hiks. Aku enggak tau apa-apa jadi kalo kamu enggak bilang, aku enggak bakal tau."
Lili yang mendengar perkataan Lana diam-diam melirik.
Sepertinya paling tidak dia tahu cara bertahan lewat tangisan itu, pikir Lili. Tangisan Lana jelas karena dia tahu bahwa Raul suka mendengarnya.
Terlebih jika dibumbui kalimat 'aku bodoh jadi kalau bukan kamu yang pintar ngasih tau aku bakal selamanya bodoh'. Raul jelas sangat suka.
"Aku juga sedih, Lana," jawab Raul, membelai wajah menggemaskan itu. "Aku pengen liat Lana gigir bibir tapi kalo ngasih tau, aku enggak mau kalo Lana sampe enggak suci lagi. Lana harus polos terus."
Sebenarnya apa yang dia maksudkan?! Lana menjerit dalam hati ingin mencabik-cabik Raul tapi terisak-isak di depan orang itu jaga.
"Lana imut banget." Raul berbisik, mengecup kening Lana. "Karena Lana imut, jadi Lana harus dijagain. Sekarang ganti baju, aku juga mau istirahat."
Lana tahu setelah ini pasti dia akan bertingkah aneh, mengabaikan Lana, karena Lana tidak membuat ekspresi yang Raul mau hari ini.
__ADS_1
*