Terpaksa Menikahi Pria Tua

Terpaksa Menikahi Pria Tua
TMPT - 27


__ADS_3

"Lana." Suara Raul terdengar di telinga gadis itu saat pintu kamarnya terbuka. "Lana, aku udah pulang loh," ucapnya seperti tengah bicara dengan anak kecil.


Dia biasanya selalu mau disambut saat pulang, seperti anjingnya yang berlari menjulurkan lidah ke kaki Raul.


Tapi Lana sedang tidak peduli. Ia menutupi dirinya dengan selimut dan menangis terisak-isak. Rambutnya jadi sangat jelek. Lana bahkan benci melihat dirinya di cermin.


Padahal rambutnya adalah salah satu hal yang paling Lana jaga. Semudah itu Dewi memotongnya seolah-olah keinginan Lana tidak berarti apa-apa.


"Lana," panggil Raul lagi. "Lana, aku kangen Lana. Kenapa malah ngumpet? Lana lagi main?"


Raul menarik selimut itu terbuka hanya untuk terkejut melihat Lana menangis. Raul terkejut karena dia baru pulang, belum mengatakan sesuatu yang dapat membuat Lana terisak-isak, tapi dia sudah melakukannya di sini.


"Lana." Raul menarik tangannya agar duduk, tapi lagi-lagi terkejut melihat rambut Lana.


Potongannya berantakan. Sangat berantakan sampai-sampai itu tidak layak disebut potongan.


"Rambut Lana." Raul gemetaran meraih rambut yang seharusnya panjang dan indah itu. "Rambut Lana mana?"


Lana semakin terisak-isak. Napasnya sampai sesak akibat tangisan yang tak berhenti.


"Siapa?" gumam Raul dingin. "Siapa yang nyakitin Lana? Bilang sama aku. Siapa?"

__ADS_1


"Hiks hiks."


"Lana, ayo bilang. Aku lagi enggak mau denger Lana nangis."


"Mama, hiks." Lana menutup wajahnya saat bersusah payah bicara di sela tangisan. "M-mama kamu."


"Heh?" Raul membeku. "Mama? Mama yang beginiian Lana? Kenapa? Kok Mama nyakitin Lana?"


Kata kenapa seketika membangkitkan amarah Lana.


"Kenapa?!" teriaknya mengulang pertanyaan Raul. "Kamu tanya kenapa?! Semuanya karana kamu! Mama kamu begini karena kamu! Semuanya salah kamu tapi aku yang mesti kena!"


Tapi sesaat kemudian Lana menyesal.


"Raul, aku—"


"Mama, ya?" Raul bergumam kosong. "Jadi Mama."


Dia beranjak dari kasur Lana, tiba-tiba pergi begitu saja. Lana tak mengerti kenapa tapi ia sadar harus minta maaf atau Raul bisa membangunkan pria itu.


Maka tanpa berpikir Lana mengejarnya, mengikuti Raul yang ternyata pergi menemui Dewi.

__ADS_1


Lana diam, tak menyangka jika Raul benar-benar pergi menemui ibunya demi Lana. Tidak mungkin, kan?


"Mama ngapain?" tanya Raul dengan wajah yang sama seperti saat dia menjadi Black Raul.


"Maksud kamu?" balas Dewi sembari melirik Lana.


"Mama tau maksud aku. Jawab aja, Mama ngapain?"


Dewi diam-diam mengepal tangannya.


Lihat, anak ini berubah. Padahal dulu dia tidak pernah menatap Dewi seperti ini. Lantas cuma demi Lana, dia melakukannya?


"Kamu enggak tau?" Dewi membalas tenang, berbeda dari kemarahannya. "Tadi dia ketemu laki-laki di gerbang. Yuda, temen kamu."


"Terus?"


"Terus kamu kira Mama mesti diem aja? Dia mau gimanapun istri Papa. Enggak pantes dia malah ngundang laki-laki ke sini, selingkuh, padahal dia bukan siapa-siapa."


"Terus?"


Dewi mengerutkan kening. "Maksud kamu terus apa? Raul, kamu mungkin enggak peduli karena kamu sibuk kuliah, tapi omongan orang soal situasi selingkuh itu enggak bisa dikontrol. Kalau sampe orang—"

__ADS_1


"Terus?" Raul melotot marah pada Dewi. "Terus karena omong kosong, Mama rusak rambut Lana?!"


*


__ADS_2