Terpaksa Menikahi Seorang Mafia

Terpaksa Menikahi Seorang Mafia
part 21


__ADS_3

"Livy ...."


Petrik berteriak keras sambil menatap mobil taksi Livy yang sudah berjalan menjauh dari pandangannya.


" Aakkhh..!" Umpat Petrik mengacak-acak rambutnya sendiri." Kenapa kau menghindar dari ku Livy, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, kau hanya milikku," Janji Petrik tersenyum licik, Petrik tidak akan membiarkan Livy putus darinya, Petrik pun langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu apapun yang dilakukan oleh Livy. kemudian Petrik pun segera pergi menemui kekasihnya Rosya.


Sedangkan didalam mobil taksi Livy yang duduk di jok belakang matanya melirik kearah spion mobil dilihatnya Petrik yang sedang marah-marah dan berbalik badan memasuki mobilnya." Ada apa dengannya, aneh sekali," Gumam Livy berusaha berpikir keras dengan apa yang dilihatnya itu, apa penyebab Petrik begitu marah pada dirinya.


.


.


.


.


.


Livy yang sudah sampai di gedung pelatihan militer itu langsung menuju ke belakang gedung dengan diantar oleh petugas keamanan yang berjaga disana.


" Saya panggilkan tuan Al dulu, silahkan anda tunggu disini sebentar," Ucap petugas itu mempersilahkan Livy untuk duduk dikursi yang ada di sebelah nya.


" Baik pak," Jawab Livy dengan sopan lalu duduk sembari menatap sekelilingnya dilihat nya banyak sekali orang-orang yang sedang berbincang-bincang dan juga para anak muda yang sedang berlatih menembak.


Dari arah belakang seorang pria tampan memakai jas hitam dan berwajah tampan blesteran-Eropa itu berjalan kearah dimana Livy sedang duduk di kursi sembari menonton video edukasi di laptopnya.

__ADS_1


" Apa benar dia siswi dari universitas x, itu kenapa posturnya mirip sama wanita jadi-jadian itu," Batin Aldrich sambil menepuk bahu gadis berambut pirang yang berada di depannya. " Hey, Apa kau peserta dari kampus x," dengan sedikit ragu-ragu Aldrich bertanya.


Livy yang sedang fokus pada laptopnya pun menoleh kearah belakang dan betapa terkejutnya Livy saat melihat Aldrich berdiri di belakang nya.


" Kau...." Seru Livy dan Aldrich bersama saling menunjuk pada wajah mereka kemudian keduanya saling memalingkan wajahnya kearah lain.


Tiga puluh menit kemudian, setelah selesai berlatih menembak yang dilakukan dengan diiringi dengan adegan penuh drama dan berdebatan kecil karena Aldrich selama melatih Aldrich memeluk Livy dari belakang dengan alasan supaya melakukan shooting target nya tepat sasaran dan mendapatkan nilai terbaik.


Livy menghela napasnya menatap kearah depan." Aku pikir kau itu pelatih berkedok cabul, apa setiap siswi yang kau latih selalu kau perlakukan seperti tadi," Ucap Livy sambil membayangkan Aldrich yang suka bersikap Omesh pada wanita lain ada rasa kesal dan cemburu didalam hatinya, membuatnya membayangkan saja bergidik geli.


Aldrich yang melihat raut wajah Livy cemberut tersenyum menyeringai." Bukan urusanmu, sudah tugas ku melatih setiap peserta di sini, apa kau tahu kau adalah siswi terburuk yang aku temui selama melatih, tapi anehnya dosen mu itu bilang kau murid berbakat padahal biasa saja," Sindir Aldrich menarik satu sudut bibirnya. ia kembali teringat perbincangan dirinya dengan dosen melalui ponselnya yang mengatakan Livy siswi berprestasi dengan nilai akademik terbaik.


Membuat Livy langsung tersulut emosi.


" Kau..." Livy mengepalkan tangannya di udara sambil mendekatkan wajahnya." Tuan Al yang terhormat dan baik hati itu memang kenyataan saya ini siswi berprestasi, cantik dan terka.." Livy menjeda ucapnya." Duh bodoh kau Livy hampir saja keceplosan." Batin Livy yang mematung seketika.


Entah siapa yang memulai kini bibir mereka saling memangut dan ******* dengan dalam hingga Aldrich menekan tengkuk Livy agar bisa memperdalam pangutanya menjelajahi dalam seluruh mulut manis milik Livy. Aldrich yang terbakar hasratnya dengan beraninya meremas buah dada milik Livy di balik kemeja yang dikenakan oleh livy.


" Livy sadarlah ini salah ," Pekik Livy dalam hati Livy yang sudah kehabisan napas nya mulai tersadar akan apa yang sedang dilakukannya saat ini Livy segera mendorong dada bidang milik Aldrich.


" Maaf," Aldrich berbicara dengan wajah datarnya setelah ciuman mereka terlepas, ia hendak mengelap bibir Livy namun Livy menepis tangan nya dengan kasar.


" Tidak usah pegang-pegang," ketus Livy membuang muka pipinya bersemu merah karena malu dan juga marah bagaimana bisa dia terlena dengan ciuman mereka tadi. Aldrich menarik wajah Livy agar menghadap kearah nya.


" Kau suka bukan," Bisik Aldrich lalu kembali mengecup bibir istrinya yang mulai sekarang akan membuat nya candu.

__ADS_1


" Plak" Livy reflek menampar pipi Aldrich lalu memalingkan wajahnya kesamping kanan sembari meremas jari jemarinya lantaran takut dengan pria itu yang kini menatap nya dengan tatapan mata mengerikan." Biarlah anggap saja itu hadiah dariku habisnya dia seenaknya mencium ku." Batin Livy.


" Kau..." Aldrich mencekeram dagu Livy dengan kuat." Aku tidak akan memberimu nilai tertinggi untuk mata kuliah mu!" Sentak Aldrich menyeringai licik sambil ******* kasar mulut cerewet istri jadi jadiannya itu kemudian melepaskan dengan santai.


" Sialan kau!" Pekik Livy mengusap bibirnya yang sudah mbengkak karena berkali-kali di cium oleh suami sangarnya itu." Kau curang tuan,kau benar-benar cabul licik aku akan melapor kan mu ke pihak kantor," Ancam Livy dengan menggebu namun itu hanya sesaat setelah nya justru Livy terdiam karena melihat Aldrich yang tertawa terbahak-bahak.


" Kenapa kau tertawa," Tanya Livy dengan wajah bingung sambil melihat Nick name yang tertera di jas di sebelah kanan yang dikenakan oleh Aldrich. " Mr. Aldrich Lincoln Abraham, Ketua ..." Livy diam lalu berdiri sambil mengepalkan tangannya dengan erat." Shiitt, bagaimana mana caranya aku melapor sementara pemilik nya adalah dia," Umpat Livy yang masih di dengar oleh Aldrich, Aldrich menarik Livy dan mau tak mau Livy kembali duduk.


" Laporkan saja, jika kau berani aku akan mendengar kan dengan senang hati." Kata Aldrich dengan seringai tipis di wajahnya. " Ini adalah kesempatan yang tepat," Batin Aldrich menyeringai tajam kearah Livy membuat Wanita itu bergidik geli dan takut melihat aura tersembunyi di wajah suaminya.


Livy menghela napas panjang." Huff, semua pria sama saja selalu mempermainkan wanita," Ujar Livy menoleh kearah Aldrich sekilas lalu kembali menatap pohon Pinus yang berada jauh di depan nya.


" Apa maksudmu," Tanya Aldrich dengan suara datar nya. Sembari mengirimkan pesan teks pada Roky untuk mengambilkan berkas nya dan membawa kepadanya.


" drt..." Sebuah pesan video dari Nici masuk di ponsel Livy, kemudian Livy membuka dan memutarnya dengan volume nol sembari sedikit menjauhkan ponselnya agar tak terdengar oleh Aldrich.


Livy kembali menarik napas dengan kasar." Sampai kapan kalian berhenti bertengkar, huh." Ucap Livy sangat lirih dengan muka di tekuk Livy kembali menarik dan membuang napas nya dengan kasar. Aldrich yang sedang sibuk dengan pikirannya menaikkan satu alisnya melirik kearah Livy yang terlihat diam dan murung setelah melihat ponselnya.


" Siapa yang bertengkar?," Aldrich menoleh kearah belakang melihat Roky sudah datang berjalan kearah mereka.


Livy mengangkat wajahnya sambil menyimpan ponselnya kembali kedalam tasnya. " Bukan siapa-siapa? Dan juga bukan urusanmu.." Ketus Livy yang terkaget ketika melihat kedatangan Roky di hadapannya. " Tuan Roky, bagaimana bisa ada disini?" Tanya Livy meski takut tapi berusaha tetap tenang.


Roky hanya tersenyum membalas pertanyaan Livy. Lalu menyerahkan map yang dibawanya kepada Aldrich." Ini bos berkasnya, anda harus memberiku bonus setelah ini," seloroh Roky menggoda tuan Aldrich yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Aldrich.


"Roky, Kau sudah bosan hidup!" Ancam Aldrich dengan wajah datarnya lalu mengambil map dari tangan Roky. Keduanya kini saling bertatapan Aldrich menatap tajam pada Roky sedangkan Roky menatap geli kearah Aldrich.

__ADS_1


Sedari tadi Livy yang melihat interaksi kedua pria tampan berbeda karakter itu hanya terdiam menautkan kedua alisnya." Apa kalian berdua pacaran? " Celetuk Livy berhasil membuat keduanya memutuskan tatapan matanya.


__ADS_2