Terpaksa Menikahi Seorang Mafia

Terpaksa Menikahi Seorang Mafia
part 35


__ADS_3

Didalam kamar Livy baru keluar dari kamar mandi melihat tidak ada Aldrich langsung berjalan menuju lemari mengambil bajunya dan mengganti pakaiannya di walk incloset. Dan setelah selesai Livy kembali keluar dan mencari ikat rambutnya di laci meja nakas. Namun, matanya menyipit menatap amplop berwarna coklat tergeletak diatas nakas.


" Amplop? Punya siapa ini?" Livy membuka amplop tersebut kemudian membacanya dengan teliti, tertulis di surat itu sebuah pelaporan penyelidikan mengatasnamakan Petrik yang namanya mirip dengan kekasihnya dan juga nama ayahnya Janson. Livy pun segera turun kebawah ingin menanyakan kepada Aldrich surat tentang apa itu?


Dengan langkah tertatih Livy duduk di kursi makan sambil menaruh amplop yang ia bawa keatas meja.


" Apa rasanya masih sangat sakit?" Tanya Aldrich mengerutkan keningnya, melihat amplop yang dibawa oleh Livy. Tadinya Aldrich ingin marah karena Livy membuatnya menunggu lama. Namun tidak tega ketika melihat wanita itu cukup kesulitan untuk berjalan.


" Tuan Al, Aku tadi menemukan surat ini di kamar? Boleh aku tahu ada hubungan apa kau dan surat ini?" Tanya Livy dengan serius, melupakan sesaat rasa sakit di sela pahanya yang masih nyeri, Ia menebak ada keterkaitan bisnis antara pertemuan Aldrich dan juga ayahnya di restoran tempo hari yang lalu.


Aldrich menatap amplop itu lalu beralih menatap pada Livy kemudian tersenyum datar.


" Oh ini, bukan apa-apa. Apa kau sudah membaca nya?"


" Tentu saja sudah." jawab Livy singkat.


" What! Kau tidak sedang berbohong?" Aldrich mengintimidasi Livy.

__ADS_1


" Untuk apa aku berbohong, lalu siapa mereka?" Livy kembali bertanya.


Aldrich terdiam berpikir sejenak, ia tidak menjawab pertanyaan Livy. Apakah Livy berhak tahu tentang siapa dirinya sebenarnya. Tapi, ia tidak mau Livy nantinya menjadi incaran para kompetitornya bisnisnya yang kalah dalam memenangkan sebuah tender atau semacamnya.


" Kenapa diam!" Seru Livy setelah memimun segelas susunya lalu menatap kesal Aldrich yang melamun tanpa menjawab pertanyaan nya.


" Ini pekerjaan pria, jadi kau tidak sepantasnya ikut campur. Apa kau mengerti!" Aldrich menatap tajam Livy. " Sesuai janjiku hari ini kau mendapatkan nilainya. ini ambilah ." Ucapnya lagi dengan nada lebih pelan, memberikan kertas nilai hasil tes pelatihan militer pada Livy.


" Apa yang dia sembunyikan dariku?" Pikirnya dalam hati, sembari menerima hasil tes nya yang diberikan Aldrich. " Oh, ya soal-"


" Soal semalam aku tidak berhak ikut campur urusan pribadi mu dan pribadiku." Sahut Aldrich dengan cepat. " Itu bukan perihal yang sulit." Aldrich menyeringai tipis dan pergi menuju mobilnya di halaman mansion nya.


" Pagi Bos." Sapa Roky dan juga Jack dengan senyum ramah pada Livy saat melihat Aldrich dan Livy berjalan keluar dari mansion, keduanya kini berdiri dengan tegap nya didekat mobil mewah bosnya Aldrich. Aldrich sendiri tidak menjawab dan hanya menampilkan ekspresi dingin nya.


" Pagi Tuan Roky, Tuan Jack. Kita berdua baru saja mau berangkat kenapa kalian malah datang kemari?" Balas Livy dengan wajah bingung, sembari melirik tajam Aldrich yang bersikap tanpa ekspresi apapun.


" Ayo kita berangkat sekarang!" Perintah Aldrich yang lalu masuk ke mobilnya begitu saja.

__ADS_1


" Hah. Berempat!" Kaget Livy terbengong.


" Iya Nona, mari." Jack yang menjawab, karena Roky sudah masuk di kursi kemudi lebih duluan. Jack pun mempersilahkan Livy supaya cepat masuk kedalam mobil.


" Baiklah..." Livy memasuki mobil dan duduk disebelah Aldrich di kursi penumpang belakang, sementara Roky dan Jack berada di kursi depan. Dan mereka pun pergi berangkat ke kampus Livy dengan menggunakan mobil Lamborghini milik Aldrich berempat.


.


.


.


.


.


Sesampainya didepan kampus, Livy menatap marah pada Aldrich. Bagaimana tidak emosi, suaminya itu menugaskan Jack untuk menjadi bodyguardnya selama mengikuti pelajaran di kampus.

__ADS_1


" What! kau sudah tidak waras Tuan. Aku bukan bayi yang kemana-mana harus di kawal, ini menggelikan, kau..." Marah Livy memukuli tubuh Aldrich dengan perasaan kesal dan dengan cepat Aldrich menangkap tangan nya dan menariknya hingga tubuh Livy menabrak dada bidang suaminya.


" Dilarang protes, Aku berhak melakukan ini. lagipula aku tidak ikut campur urusan percintaan mu bersama pacar mu yang manis itu, bukan?" Ucap Aldrich tersenyum miring. lalu mengecup singkat bibir ranum Livy yang berjarak dekat itu. Jack dan Roky langsung memalingkan wajahnya melihat kemesraan sejoli di hadapan mereka.


__ADS_2