
Disaat Petrik dan Aldrich bersitegang, sedangkan Livy sendiri bingung harus berbuat apa, karena di satu sisi Petrik pacarnya sedangkan disisi lain Aldrich adalah suaminya, ya suami kontraknya.
" Petrik... ini tidak seperti yang kau lihat, aku bisa jelaskan padamu," Jelas Livy meraih tangan Petrik. Ia tidak ingin Petrik beranggapan buruk dan salah paham dan tidak mungkin juga ia berkata jujur siapa Aldrich? ia tidak mau Petrik tahu bahwa ia sudah menikah dengan Aldrich.
" Lupakan, aku tidak marah padamu. Tapi bisa kau jelaskan dia siapa? Kenapa kau bisa bersamanya." Tanya Petrik terdiam sesaat lalu menyeringai saat mengingat siapa Aldrich, adalah pria yang mengejarnya pada saat malam itu serta orang kepercayaan kolonel Dico yang menyebabkan tragedi keluarga nya dua tahun silam." Apa hubungan mereka berdua? Sementara malam itu Livy terlibat dalam kejadian kecelakaan." Pikir Petrik dalam hatinya. Kekasih nya berteman dengan Aldrich yang tak lain tidak bukan adalah musuhnya.
Livy melirik tajam Aldrich yang terlihat cuek dan acuh malah meminum minumannya dengan santai nya. Tanpa berinisiatif membantunya menjelaskan pada Petrik. Tiba-tiba terbersit sebuah ide untuk memanasi Aldrich di otaknya livy.
" Oh, ya Tuan Al perkenalkan dia Petrik pacarku, dan Petrik kenalkan dia pak Al pelatih militer yang membimbing ku berapa hari lalu." Ucap livy dengan wajah sinis kearah Aldrich, dia memperkenalkan kedua pria yang satu tampan dan satunya lagi manis dihadapannya tersebut. Ya, wajah Petrik terlihat manis seperti seorang wanita. semenjak Livy bertemu pertama kali di kampus empat bulan yang lalu dan menjalin hubungan asmara.
" Senang bisa berkenalan dengan mu Petrik. Saya salut dengan hubungan kalian berdua yang harmonis sekali." Ucap Aldrich sedikit menyindir Livy sambil mengulurkan tangannya. " Cih, Apa dia pikir aku akan cemburu dengan hubungannya itu? Sombong!" Sinis nya dalam hati sembari melirik tajam Livy istrinya.
__ADS_1
Petrik menjabat tangan Aldrich sembari tangan kirinya membenarkan topeng di lehernya. Gerakan Petrik tersebut pun tak lepas dari Aldrich yang menatapnya curiga dan penuh tanya melihat gerak gerik pria yang berstatus kekasih dari istrinya.
" Terima kasih Tuan, dia memang kekasih idaman, dan aku rasa hubungan kita harus secepatnya diresmikan, bukan begitu, sayang." Petrik menatap Livy penuh cinta. " Kau hanya milikku dan selama nya. " Batin Petrik, Petrik tidak akan membiarkan Aldrich merebut Livy darinya.
" Hhh... bicaramu terlalu berlebihan Petrik. Bercanda mu tidak lucu." Livy gugup dan langsung merebut minuman Aldrich lalu meneguk nya hingga tandas.
Aldrich berdecak kesal minumnya diserobot seenaknya oleh Livy." Hei, minuman ku," pekik Aldrich menahan sesuatu yang panas dalam tubuhnya.
" Livy apa kau sakit aku akan mengantarmu pulang, Ayo." Seru Petrik merasa khawatir melihat raut wajah Livy yang berubah merah seperti orang sedang demam. Ia menarik lengan Livy hendak membawanya keluar dari kafe.
" Tunggu.." Aldrich juga mencekal lengan kiri Livy. Ia tak terima Livy pulang bersama Petrik.
__ADS_1
" Lepaskan tangan pacar saya Tuan, Al." Petrik dan Aldrich saling menatap dengan tajam.
" Tidak. Maaf Petrik seperti nya kau lupa, Livy datang kemari bersama ku, maka sudah menjadi tugas seorang pelatih untuk bertanggung jawab." Tegas Aldrich berbohong sembari melepaskan cekalan Petrik ditangan Livy. Entah mengapa ini merupakan tugasnya sebagai suami harus melindungi istrinya. Bukan karena ia cemburu ataupun cinta.
Petrik pun semakin erat mencekal lengan livy. Dan terjadilah aksi saling tarik menarik dengan kedua tangan Livy di tarik oleh dua pria di sisi kanan dan kiri, sedangkan Livy berdiri di tengah diantara kedua lelaki tampan itu.
Livy merasakan tubuhnya terombang ambing ke kanan dan kiri akibat tarikan kedua pria itu. Seolah bak di film Korea, Pemeran wanita di perebutkan oleh dua pangeran tampan layaknya seperti saat ini dirinya sedang direbutkan oleh dua pria juga.
" Woah, seperti ini ternyata rasanya menjadi wanita cantik..." Seloroh Livy tersenyum percaya diri matanya terpejam. Membayangkan dirinya menjadi Cinderella.
Aldrich dan Petrik berhenti bergerak dan saling pandang lalu mengernyitkan dahinya secara bersamaan.
__ADS_1
" Loh kok udahan sih." Protes Livy merasakan tubuhnya tak bergerak lagi sembari membuka kedua matanya kembali dan menatap heran bergantian suami dan pacarnya.