
Jack dan Roky merasa kesal melihat Bosnya bermesraan tak tahu situasi. Padahal mereka berada di area gedung kampus yang dipadati oleh para maha siswi yang berlalu lalang di tempat tersebut.
"Jack, Aku rasa si Bos mulai menyukai nya, menurut mu bagaimana?" Tanya Roky pada Jack. Lalu Jack pun melirik kearah Aldrich dan Livy yang terlihat sedang berdebat kecil dipinggir jalan.
" Kau benar Roky? Buktinya si Bos menyuruhku mengawasi nona Livy di kampus." Jawab Jack, beralih menatap pada Roky. Terlihat jelas raut wajah Jack yang lesu, Ia sebenarnya malas harus menjadi bodyguard istri Bosnya yang cerewet dan juga resek itu. Kalau boleh memilih dia lebih suka mengerjakan misi menangkap penjahat ataupun yang lainnya yang lebih menantang.
Plak
Roky menepuk pundak Jack dengan gemas bercampur kesal sambil mengode Jack jangan coba-coba berbuat macam-macam ataupun kesalahan yang bisa memancing emosi Bosnya yang garang.
" Kalau bicara itu jangan suka ngaco. Biar cerewet begitu, dia itu istri si Bos, bisa habis hidup mu ditangan Bos Aldrich. Kau tahu berurusan dengan wanita itu lebih berbahaya dibandingkan menjadi Agent Intel." Bisik Roky di telinga Jack, lalu terkekeh geli melihat raut wajah Jack yang syock. Jack pun langsung memberikan bogeman mentah diperut Roky dengan pelan sambil senyum mengejek dibibir nya.
__ADS_1
Tin tin....
Sebuah mobil warna hitam berhenti tepat belakang mobil Aldrich, dan membuat Livy maupun Ke-tiga pria itu yang berada sana pun langsung menoleh lalu menatap pada sosok seorang wanita dan pria yang turun dari dalam mobi hitam tersebut yang berada di hadapan mereka.
" Ana...? Siapa Om-Om itu?" Seloroh Livy dengan mata menyipit, saat melihat Ana berjalan mendekat kearahnya sembari merangkul manja lengan lelaki seumuran dengan Ayahnya, yang menurutnya lebih cocok dipanggil sugar Daddy. Sementara Jack dan Roky hanya diam saja melihat kedatangan dua orang asing tersebut.
" Kau mengenal gadis itu," Tanya Aldrich pada Livy sambil tersenyum menatap Kolonel Dico rekan Bisnis sekaligus partnernya dalam dunia Hitamnya. Ya, pria baya itu adalah kolonel Dico yang 2 tahun silam bekerjasama memberantas peredaran obat-obatan terlarang dan transaksi ilegal di kota ini.
Ana sedikit terkejut melihat keberadaan Livy berdiri bersebelahan dengan pria yang terbilang sangat tampan di depan matanya yang ia tebak adalah suami Livy, yaitu Aldrich.
" Ana... Punya mulut dijaga kalau ngomong." Livy membisik dengan tatapan mata tajamnya, membuat Ana langsung mengerti kesalahan nya yang sedikit lagi ia hampir kelepasan bicara, soal Livy memiliki suami tampan dan kaya raya.
__ADS_1
Livy beralih menatap pada pria baya di samping Ana, tengah bercakap-cakap dengan Aldrich." Kau diantar sugar Daddy mu, hih menjijikan Ana, selera mu lelaki tua." Tuduh Livy. Ana pun tertawa kecil dan mengatakan jika pria tua itu adalah ayahnya yang ia ceritakan, baru kembali pulang dari luar kota semingguan yang lalu.
" What!" Pekik Livy, menelisik gestur tubuh lelaki baya itu dari atas kepala sampai bawah kaki dengan wajah penuh tanya. " Kenapa aku seperti pernah melihatnya tapi dimana? Ah tunggu dulu dia...." Livy sangat marah dan langsung memukul Dico bertubi-tubi sampai Aldrich pun terkena timpukan nya karena berusaha menjauhkan Livy.
" Livy hentikan! Jaga sikapmu." Cegah Aldrich mencoba melerai Livy yang membabi-buta menimpuki Kolonel Dico dengan tasnya.
Dico yang dipukuli hanya menatap heran pada Livy sembari melirik Ana yang justru tertawa melihat dirinya di aniaya oleh Gadis cantik itu." Sayang apanya yang lucu." Ujar Dico menjewer telinga putrinya sekilas, Sembari menatap intens wajah Livy, seperti pernah melihat tapi entah dimana, terlebih Gadis itu mirip seorang teman wanitanya.
" Dia teman ku Ayah, namanya Livy." Sahut Ana seraya berbisik pada ayahnya.
Sementara itu, Aldrich tersenyum kaku pada Dico, Ia merasa tidak enak hati atas perilaku tidak sopan Livy barusan terhadap rekan nya tersebut.
__ADS_1
" Anda kan, yang berselingkuh dengan ibuku." Cerca Livy menatap Dico dengan wajah tidak sukanya.
" Kamu Putri Melisa." Seru Dico sembari menatap Livy, untuk memastikan dia tidak salah menyebut.