
" Tuan Jack. apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Livy menahan Jack yang hendak pergi keluar.
" Katakan saja Nona ." Jawab Jack tersenyum meskipun dalam hati ia kesal karena Livy selalu banyak bertanya.
Livy meremas ujung kemejanya ia bingung harus bertanya kepada Jack kemana Kakek Abraham, karena sejak mereka tiba di mansion dia tidak melihat keberadaan kakek. Dan hal itu tentu membuat Livy menjadi ketar-ketir.
" Kalau boleh tau kakek Abraham pergi kemana ya? Em, apakah Aldrich akan pulang lebih awal nanti malam?" Tanya Livy lagi dengan raut wajah random. Livy belum siap jika malam ini ia harus melayani Aldrich layaknya seorang istri sungguhan.
" Apa perlu saya menjemput tuan Al sekarang Nona," Goda Jack penuh arti dengan menghiraukan pertanyaan Livy. karena ponselnya masih tersambung panggilan dengan bosnya Aldrich dan tentu Aldrich bisa mendengar percakapan dirinya dan Livy melalui ponselnya.
" Dasar bajingan kecil! kau sudah bosan hidup ternyata." Pekik Aldrich dengan suara keras.Termasuk diuntungkan dia hanya sendiri didalam ruangan kerjanya jadi tidak ada yang melihatnya berteriak seperti orang aneh.
Jack yang mendengar samar-samar umpatan dari bosnya dia semakin semangat untuk menggodanya.
" Haha.. Bercanda mu tidak lucu tuan Jack dan lupakan perkataan ku tadi. Aku lebih suka dia tidak pulang." Sahut Livy dengan ketus karena ia terlanjur malu dan tanpa sadar Livy langsung berlari masuk ke kamar Aldrich.
Jack yang melihat Livy pergi hanya tersenyum lalu ia segera pergi dari tempat tersebut." Bos dia tidak sabar menunggu di kamar mu. " Setelah berucap Jack langsung menutup teleponnya secara sepihak sebelum Bosnya kembali marah.
.....
Di perusahaan Aldrich.
__ADS_1
" Braakkk." Aldrich menggebrak meja kerjanya ia merasa kesal dengan Jack yang sudah berani menutup telepon dari nya dan menggoda Livy sepertinya ia salah mempercayakan Livy pada Jack untuk menjemputnya tadi.
" Ah! ngapain juga aku memikirkan gadis cerewet itu, apa peduliku padanya." Gerutu Aldrich Namun, bibirnya tersenyum tipis saat teringat wajah lesu Livy ketika mengeluh terlihat menggemaskan baginya. Tetapi, itu hanya sesaat karena sekarang Aldrich kembali marah ketika mengingat ucapan Jack dan dia melempar Berkasnya dengan asal karena teramat kesal.
Selang beberapa detik terdengar suara umpatan keras dari seorang pria di dalam ruangan Presdir tersebut.
" Aw! shiitt..!" Seru Roky menahan panas di wajahnya karena berkas yang terbang bebas tersebut mengenai wajah nya.
" Kebiasaan sekali kau ini bos," ya, seperti biasa setiap Aldrich sedang dalam keadaan hati tak bersahabat pria itu selalu melempar barang yang berada didekatnya. Lalu Roky pun memberikan berkas informasi Livy yang lengkap yang baru saja ia dapat dari anak buahnya. " Kalau bos tidak mau buatku saja aku tidak menolak bos," Sindir Roky penuh makna. Pasalnya sampai sekarang Aldrich belum melihat data identitas Livy yang pernah ia kirim di ponsel bosnya tersebut.
Aldrich menatap tajam Roky yang sudah berpindah duduk di sofa
" Livy Janson umur 22 tahun, kuliah di universitas teknologi, putri dari Janson Lincoln... broken home?" Aldrich masih berpikir sejenak Seraya melirik kearah Roky. Dan mengapa nama Livy sama persis dengan Rekan bisnis nya yang belum lama ini bekerjasama dengan perusahaan miliknya.
" Yap. Putri dari tuan Janson Lincoln. pemilik perusahaan Janson Drc group." Tukas Roky menjawab kebingungan bosnya.
" What!" Aldrich terkejut namun hanya sebentar setelah nya salah satu sudut bibirnya terangkat." Really! Kebetulan sekali, jadi dia pergi dari rumah nya karena Janson dan istrinya berseteru." Aldrich meletakkan map tersebut di meja.
" Benar Bos."
" Dan dia bertemu dengan kita pas di malam dimana kita sedang menangkap buronan itu. dan dia juga menggagalkan semua nya."
__ADS_1
" I-iya bos." Roky bergidik ngeri saat melihat perubahan sikap bosnya yang terlihat sangat dingin saat ini.
" Hm, permainan seru, Aku tau sekarang kenapa dia mau menikah kontrak dengan ku," Gumam Aldrich sembari mengetuk ujung penanya di atas meja nya.
" Maksud anda bagaimana bos?" Tanya Roky yang masih bingung.
" Ya, dia ingin memanfaatkan kekuasaan ku untuk menyatukan kedua orang tuanya melalui bodyguard yang aku tugaskan untuk mengawasinya." tebak Aldrich. lalu ia mengirim pesan SMS kepada bodyguard nya.
" kalian Jaga nona Livy dan lakukan yang dia perintahkan." Seperti itulah isi dari pesan teks yang Aldrich kirim.
Beberapa detik kemudian sebuah pesan singkat masuk di ponsel Aldrich.
" Siap Tuan." Balas bodyguard Aldrich.
Roky mengangguk meski belum paham.Di saat kedua nya sedang fokus berbicara tiba-tiba pintu ruangan terbuka dari luar dengan kuat.
" Bos... " Seru Jack kemudian duduk di samping Roky di sofa sembari tersenyum kaku saat kedua pria itu menatapnya intens. Terutama Aldrich yang terlihat ingin menguliti tubuhnya.
" Tadi Aku tidak sengaja melihat pria yang mirip sama Petrik teman sekampus istrimu bos, saat di lampu merah, sepertinya mobil yang di gunakan berbeda dari sebelumnya." Jack berbicara dengan serius.
Membuat Aldrich mengurungkan niatnya untuk memarahi Jack dan sedangkan Roky menyimak dengan baik penuturan yang dikatakan oleh Jack.
__ADS_1