Terpaksa Menikahi Seorang Mafia

Terpaksa Menikahi Seorang Mafia
part 35


__ADS_3

Keesokan paginya


Livy yang masih berada didalam selimut tebal nya, merasa tubuhnya remuk sampai ketulang-tulangnya dan nyeri di bagian area intimnya. Meski biasa nya ia merasa pegal tetapi tidak sesakit ini, karena penasaran Livy pun membuka mata dan langsung melebarkan matanya terkejut, saat menatap wajah pria didepan wajahnya yang kelihatan teduh ketika terlelap.


" Aldrich....? Ah memalukan, Livy." Gumam Livy, menarik selimutnya untuk menutupi wajah malunya saat teringat kejadian percintaan panas mereka semalam, lalu membuka selimutnya kembali.


" Aku baru sadar dia tampan juga ternyata saat tidur seperti ini? Tapi kenapa jika terbangun, dia berubah jadi menyeramkan." Dipandanginya wajah Aldrich yang tampan tanpa celah itu, alis matanya yang tebal dan tegas, hidungnya mancung, lalu jari-jemarinya pun menyentuh bibir tipis nan tebal pria itu dengan lembut. Livy sadar, tidak bisa berharap lebih dan terbawa perasaan menjalani pernikahannya dengan Aldrich, yang hanya berjalan sampai melahirkan anak, setelah perjanjian kontrak selesai kemungkinan pria itu akan menceraikannya. Disaat Livy tersadar hendak beranjak, namun pria itu menangkap tangannya dan menariknya kuat, membuat dirinya terjerembab diatas bidang dada Aldrich.

__ADS_1


" Mau kemana kau? Setelah mencuri pandang mau pergi begitu saja, heh." Aldrich tersenyum datar menggoda wanita nya yang sedang gugup, hingga posisi mereka kini di pinggir kasur dan saling menindih.


" A-aku? Tentu saja mau bangun. dan kau bisakah menyingkir dari atas tubuhku." Jawab Livy ketus, seperti orang bodoh dan gugup dengan kondisi keduanya yang sama-sama polos."Bisa biarkan aku pergi, hari ini aku ada kuliah pagi Tuan dan memasak sarapan?" Oh ayolah livy segera mencari alasan agar bisa terbebas dari suasana tak ia sukai ini.


" Siapa yang mengizinkan mu pergi, kau sudah berbohong padaku, jadi mari kita ulangi yang semalam. " kata Aldrich yang niatnya menggoda Wanitanya, tapi justru Livy menanggapinya dengan serius.


" O, ya. Apa kau lupa, bagaimana liarnya dirimu semalam." Ejek Aldrich menggoda Livy, yang terlihat cantik tanpa riasan makeup. Aldrich mendekatkan wajahnya hingga mengikis jarak. Ia masih ingat betul, dialah pria yang pertama menggagahi istrinya dan terbilang beruntung, setidaknya dia menang banyak dari Petrik yang notabene nya kekasih istrinya .

__ADS_1


Karena tidak mau berlama-lama berada di kondisi seintim itu. meskipun benar yang dikatakan oleh pria itu dia selalu menyebut nama Aldrich disela kegiatan mereka, tetapi Aldrich juga lebih ganasnya dari dirinya hingga empat kali melakukan pelepasannya.


" Anda lupa, kita melakukan nya karena pengaruh obat. Kupikir Setelah ini aku tidak akan melayani mu lagi." Pikirnya Livy, kejadian semalam terjadi dikarenakan obat perangsang.


" Coba saja kalau bisa. Dan ingat Nona badut, persiapkan dirimu nanti malam oke. Sebanyak mungkin kita akan melakukan nya supaya kau cepat hamil. jangan lupakan itu ?" Aldrich menyeringai, lalu mencium bibir Livy dengan menuntut dan kembali menyudahi ciuman nya.Dan tindakannya telah membangkitkan hasratnya timbul.


" Itu tidak mungkin terjadi dan aku tidak mau." Tolak Livy yang sudah malu, menyadari sesuatu dibawah sana menonjol keras dan bergesekan dengan perutnya. Livy segera melilitkan selimut ditubuhnya sambil beranjak dari tubuh Aldrich lalu menuju bathroom setelah menendang pelan adik kecil Aldrich, beberapa detik kemudian disusul umpatan bergema dalam ruangan kamar.

__ADS_1


" Livy Aldrich!!" Teriak Aldrich lantang lalu menunduk ke bawah menatap adik kecilnya yang barusan di aniaya oleh istrinya. Aldrich yang polos tanpa sehelai benangpun terduduk di lantai dingin itu mengeram kesal dan memilih beranjak mengambil handuk dan membersihkan diri dikamar mandi yang lainnya.


__ADS_2