
POV Livy
Hidupku bagaikan rollercoaster. Sebelum Ayah menduakan ibu satu tahun belakangan kehidupan keluarga ku masih berjalan dengan tenang dan damai. Aku berkuliah dengan baik dan memperoleh nilai akademik terbaik dan ayah-ibu pun bersikap hangat, sempurna sudah hidup kami.Tapi, semenjak perselingkuhan ayah dengan sekertaris nya itu terbongkar aku dan ibu mulai terpuruk dan kebahagiaan kami hancur berantakan bagaikan sampah berserakan dimana-mana.
Aku tahu wanita itu hanya mengincar harta ayah saja, kenapa aku berkata begitu karena setiap bulannya ayah pasti mentransfer nya uang melalui kartu black card-nya untuk wanita itu. Tentu saja aku mengetahuinya dimana aku sempat menemukan struk cek transaksi yang tertinggal di saku jas ayah.
Tidak sampai disitu, Aku kembali terpuruk saat melihat ibuku pun sama menduakan ayah. Entah itu hanya kebetulan atau kenyataan yang aku tahu ibu bermain gila dengan seorang pria. Dan sejak itu aku sangat marah lalu pergi meninggalkan rumah dan bertemu dengan Aldrich pria misterius yang selalu mengatakan aku telah merusak rencananya yang sudah dia susun dengan matang tersebut.
" Aku siap untuk mengandung, asalkan aku tidak di pisahkan dari anakku kelak, tidak peduli nasib ku nantinya seperti apa?" Itu kata ku, Aku terpaksa Menikahi Seorang Mafia. Hahaha mafia ya, menurut ku itu julukan yang cocok buat pria misterius itu, Bagaimana tidak, Awal pertemuan kami Aldrich begitu mengerikan dan tanpa segan menargetkan musuhnya kala malam itu yang jelas membuatku berpendapat dia seperti seorang mata-mata yang ingin menangkap penjahat.
.....
" Hey! Nona..." Teriak Jack yang kesal sedari tadi dirinya diacuhkan oleh Livy yang merupakan istri dari bosnya itu hanya diam saja.
" Eh iya apa !" Livy yang terkejut langsung berjalan mendekati Jack tanpa sadar. Livy pun hanya bisa bingung melihat raut wajah kesakitan pria yang bernama Jack itu hanya diam pipinya memerah dan meringis. " Anda baik-baik saja tuan," Tanya Livy dengan panik meneliti gerak gerik pria itu yang semakin meringis kesakitan.
" Bisa minggir dulu Nona," Pinta Jack dengan nada tertahan.
" Memangnya kenapa tuan?" Tanpa berniat beranjak Livy merasa kakinya nyaman sekali.
" Aw....Aduh! Menyingkir lah Nona Livy! Kau menginjak kakiku!" Pekik Jack dengan suara meninggi dan mendorong bahu wanita berambut pirang tersebut agar mundur kebelakang.
Livy sontak langsung menunduk menatap kearah kakinya lalu berjingkrak kaget saat melihat kakinya menginjak sepatu yang dikenakan oleh Jack. " Ah! Sorry!" Pekik Livy meloncat mundur dengan tersenyum canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Jack menatap tajam kearah Livy sembari mengibaskan kakinya yang terasa berdenyut nyeri dan panas. Dengan serentak bodyguard itu menutup rapat-rapat mulutnya untuk menahan tawanya.
__ADS_1
" Apa lihat-lihat! Mau mulut kalian ku sumpal sama timah panas hah!" Bentak Jack melirik tajam kearah bodyguard itu.
" Tidak tuan ...." Jawab mereka serempak menunduk hormat.
" Lagipula anda mengagetkan ku jadi aku mana tahu kalau kaki anda ke injak," Kata Livy mencoba menyembunyikan ketakutan nya.
" Sudah salah tapi Dia tidak mau mengakui kesalahannya lagi, benar-benar menarik gadis ini," Batin Jack sambil merapihkan jasnya yang sempat kusut." Tidak masalah Nona, lebih baik kita berangkat sekarang," Sahut Jack hendak memegang tangan Livy tanpa ia sadari dan tangan nya mengapung di udara saat Livy langsung berseru.
" Tunggu tuan! kau mau apa," Tanya Livy menjauhkan tangannya yang dari Jack saat akan di pegang oleh Jack.
Hampir saja Jack lupa jika gadis itu adalah istri bosnya dan bisa di bunuh dengan sia-sia bila dia menyentuhnya. Jack tersenyum kaku lalu memasukkan kedua tangannya disaku celananya untuk menghilangkan kegugupan nya.
" Em ini mau mengambil ponsel ku Nona," Jack menunjukkan ponselnya kearah Livy." Sebaiknya anda cepat ikut saya pulang, sebelum tuan Al nanti.."
" Ya! tunggu sebentar aku ambil perlengkapan kuliahku dulu di kamar." Sahut Livy hendak beranjak dari tempat tersebut tapi tidak jadi saat Jack menahan nya.
" Wah mereka gesit sekali tuan!" Seru Livy berdecak heran dan kagum bodyguard itu bisa ketakutan dan patuh dengan bos mereka.
" Ayo Nona." Jack mempersilahkan Livy untuk mengikuti nya berjalan keluar menuju mobilnya.
" Ya tuan Jack," Livy pun berjalan di belakang Jack sambil berpikir keras banyak sekali tangan kanan suaminya itu, yang dulu Ada Roky lalu ini Jack, pemikiran nya tentang mafia pun berkeliaran didalam otaknya." Anda sudah berapa lama bekerja dengan tuan Aldrich?" Tanya Livy dengan nada kepo saat mereka sudah berada didalam mobil sembari mengirim pesan SMS ke Petrik kekasihnya.
" Dia ini sungguh cerewet, kalau dia pacarku sudah ku mukbang tuh mulut nya." Gerutu Jack dalam hati. " Nona terpesona oleh ketampanan ku kah, tentu saja aku lebih tampan dari Roky." Goda Jack sembari menjalankan mobilnya keluar dari halaman panthouse. ia sengaja tidak membalas pertanyaan Livy tapi memilih menggoda wanita itu agar mulutnya berhenti berbicara.
"CK."
__ADS_1
Livy mendengus memasang wajah datar nya pemandangan di luar jendela lebih indah dari pada melihat asisten suaminya itu yang sok kegantengan menggodanya. padahal memang lumayan tampan meskipun masih lebih tampan dan gagah Aldrich meski pria itu menyebalkan.
" hih.. amit amit kenapa malah mikirin pria brengsek itu sih,"Livy menggerutu dalam hati sembari mengetuk-ngetuk kepalanya dengan telunjuk nya seolah-olah menyesal memuji Aldrich.Hal tersebut pun yang menyita perhatian Jack yang sedang mengemudi mobil nya mata Jack melirik Livy dengan tatapan penuh tanya.
" Bos istri mu sungguh luar biasa aneh bin menarik" Batin Jack terkekeh geli dengan fokus melihat ke arah jalan.
.
.
.
Petrik yang sedang membaca isi pesan dari Livy di ponselnya semakin merasa tidak tenang.
" Mengerjakan tugas skripsi? Dia pasti berbohong, biasanya jam sore begini dia tidak pernah sibuk begitu." Lirih Petrik menggenggam ponselnya dengan erat.
Rosya yang sudah berdandan cantik melihat raut wajah kekasihnya Petrik gelisah meatap ponselnya ia pun segera menghampiri nya.
" Pesan dari siapa honey? Apa ada masalah?" Tanya Rosya terdengar lembut namun penuh rasa penasaran dan mengecup bibir Petrik dengan mesra.
" Bukan siapa-siapa honey, ini dari rekan bisnis. kenapa kau curiga padaku?" Ujar Petrik membalas ciuman Rosya lebih rakus sembari menaruh ponselnya di nakas.
" Aku percaya padamu..." Jawab Rosya dengan suara mendesah saat Petrik mulai menyentuh tubuhnya kembali.
" God honey, kita buat dia terjatuh hingga ke akar akarnya." Bisik Petrik yang sudah melepaskan semua pakaian yang di kenakan oleh Rosya dan mengungkungnya di atas ranjang.
__ADS_1
" Tentu saja honey." Desah Rosya langsung mencium Petrik dengan kasar. Dan mereka pun kembali melakukan kegiatan panas mereka menikmati surga dunia tanpa adanya status pernikahan. Keduanya sudah sering bergumul bersama bagi Rosya Petrik pria yang hot dan bisa memuaskan hasratnya tidak seperti Aldrich yang tidak pernah menyentuhnya dan selama pacaran mereka hanya berciuman itupun dirinya yang memulai nya lebih dulu.