
Laura yang melihat James semakin menjauh langsung menyudahi acara sesi fotonya.
"James ...mengapa kau tidak menungguku?", tanya Laura.
"Aku tidak suka media", jawab James datar.
Laura memilih diam dan menggandeng tangan James kembali. Lalu mereka masuk ke tempat berlangsungnya acara.
"Wooow...this is amazing..aku ingin seperti ini jika menikah nanti", gumam Laura dengan harapan James mendengarnya.
James langsung menuju meja yang telah disediakan untuknya.
"Apa kita tidak kedepan James?kita harus mengucapkan selamat pada pengantin", kata Laura.
"Nanti saja..terlalu ramai", jawab James.
Kemudian James dan Laura menikmati hidangan yang telah disediakan di meja mereka.
Ketika pelayan akan menuangkan wine ke dalam gelas Laura, tiba tiba ada seseorang yang menyenggol tangan siku pelayan itu dan membuat wine itu tumpah ke baju Laura.
"Oh my God..apa yang kau lakukan?", Laura marah.
"Ma...maaf nona..tadi ada orang yang menabrak lenganku", kata Pelayan itu gemetaran.
Laura berdiri dan mendorong pelayan itu karena pelayan itu berusaha membantu membersihkan baju Laura yang terkena tumpahan wine menggunakan tisu.
__ADS_1
"Don't touch me!", teriak Laura.
James sangat tidak suka dengan situasi ini.
"Kau hanya tinggal ke kamar mandi saja..jangan berteriak", kata James.
"Tapi James..pelayan ini sudah keterlaluan", jawab Laura yang masih kesal karena penampilan sempurnanya dirusak oleh seorang pelayan.
"Fay..disana ada keributan..coba kau tangani", kata Secil menunjuk ke arah keributan itu.
"Hmm..baiklah", Fay melangkah cepat menuju meja tempat terjadinya keributan itu.
Dari kejauhan Fay melihat seorang pelayan sedang dimarahi oleh seorang wanita.
James beranjak dari duduknya karena malas melihat Laura yang masih kekeh memarahi pelayan itu. Dan James terlalu malas untuk melerai karena itu bukan urusannya.
"Fay" , gumam James.
Fay yang awalnya melangkah cepat menuju keributan itu tiba tiba berhenti setelah melihat James.
Langkahnya menjadi terbalik. Kini Fay melangkah mundur dan berbalik. Fay lari. Dia seperti melihat hantu ketika melihat sosok James didepannya.
James jelas saja tidak tinggal diam. Dia mengejar Fay. Kali ini dia memastikan akan menangkap Fay, wanita penipu yang sangat dibencinya itu.
Fay berlari sekuat tenaga melewati tamu tamu yang ramai.
__ADS_1
Dengan high heels setinggi 12 cm membuat kakinya sakit dan kelelahan.
"Fay!!!", teriak Secil ketika melihat Fay berlari keluar dari tempat acara pernikahan.
"Apa dia sakit perut dan tidak bisa menahannya?", gumam Secil sambil menggelengkan kepalanya.
James semakin mempercepat larinya. Fay tidak akan bisa lari darinya.
"Shiittt!!!", umpat James ketika hampir saja menabrak pelayan yang membawa makanan.
Fay melewati lobby dan melihat kebelakang. James masih mengejarnya.
Fay sudah ngos ngosan tapi dia tetap harus lari agar James tak bisa menangkapnya.
Posisi James semakin dekat dengan Fay. Fay melewati lobby dan segera memencet tombol lift.
"Aaahh", gumam Fay frustasi ketika pintu lift tak kunjung terbuka.
Fay memutuskan lari ke tangga darurat untuk turun ke tempat parkir mobil.
"Kau tidak akan bisa lari dariku Fay..kau benar benar akan habis sekarang", gumam James yang jaraknya sudah semakin dekat dengan Fay.
James membuka pintu tangga darurat dan langsung loncat melewati beberapa anak tangga.
Lalu James pun berhasil menangkap Fay.
__ADS_1
"I GOT YOU BABY!" kata James ngos ngosan.