THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#29


__ADS_3

"Itu bukan suatu alasan..kau bisa memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi daripada menusukku dari belakang..aku sangat bisa membantumu Fay..tapi kau menghancurkan semuanya", kata James dingin dan meneruskan langkahnya masuk ke dalam ruang kerjanya.


Fay semakin meratapi kesedihannya. James sangat membencinya dan itu benar benar membuat hatinya sangat sakit.


James terlihat keluar dari rumah. Fay melihatnya dari jendela ketika James memasuki mobilnya dan meninggalkan rumah.


James pergi ke club malam untuk melepaskan penatnya karena bekerja seharian di depan laptop.


Laura yang berada di club itu juga, langsung menghampiri James. Laura duduk dipangkuan James dan mencium bibir James. James tak membalas ciuman tetapi juga tak melepaskan Laura dari pangkuannya.


"Mengapa kau lakukan ini padaku James?aku sangat mencintaimu..kau bisa berhubungan dengan wanita manapun asal kau tetap bersamaku..jangan tinggalkan aku...please", kata Laura dengan memandang mata James yang tajam.


"Aku bisa melayanimu jauh lebih baik dari wanita itu James", lanut Laura.


"Lanjutkan hidupmu Laura..jangan menungguku..karena akan sakit rasanya jika perasaanmu tak terbalaskan", ucap James datar.


"Aku tidak akan meninggalkanmu James..tidak akan pernah", kata Laura penuh emosi.


"Aku bisa saja membunuh wanita itu James".


James memegang rahang Laura dengan kuat.

__ADS_1


"Jangan menyentuhnya..dia milikku..hanya aku yang boleh menyiksanya bahkan membunuhnya", geram James kemudian dia beranjak pulang.


Laura menangis histeris karena saat ini dirinya dalam kondisi mabuk.


James kembali pulang ke rumah yang baru dibelinya itu.


Fay tampak tidur meringkuk di ranjang membuatnya semakin terlihat rapuh.


James memperhatikan Fay. Perasaan cintanya pada Fay telah tertutup dengan perasaan benci dan dendamnya. James memang sangat tidak mentolerir penghianatan. Bahkan dia bisa membunuh anak buahnya jika melakukan penghianatan padanya.


Untuk Fay dia hanya akan menyiksanya. Bukankah itu hukuman yang ringan?itulah yang ada dipikiran James. Dia menguatkan dirinya untuk tidak menaruh rasa kasihan pada Fay.


James membuka pakaiannya dan kemudian membuka pakaian Fay dengan paksa dan kasar. Ya ...James selalu melakukan segalanya dengan kasar jika itu sudah menyangkut Fay.


'Apa hatimu terlalu sakit James?maafkan aku' , batin Fay menangis melihat betapa brutalnya James menyetubuhinya.


Fay terbangun di pagi harinya dengan badan yang selalu remuk karena perbuatan James semalaman.


James selalu meninggalkannya setelah mereka berhubungan. James tidur di kamar sebelah karena tidak ingin terbangun dan melihat Fay disampingnya.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙

__ADS_1


Tak terasa sudah 2 minggu Fay tinggal bersama James. Dan James tetap dengan sikap dinginnya pada Fay. Bahkan James tak pernah menatap mata Fay ketika berhubungan.


Dan ini waktunya Jayden pulang kerumah bersama bibi Heidi dan paman Chris.


Fay berjalan mondar mandir dikamar. Dia bingung apa yang harus dilakukannya.


Bibi pelayan masuk ke kamar mengantarkan makanan.


"Bibi..apakah James ada?", tanya Fay.


"Ya nyonya..Tuan ada di ruang tengah", kata pelayan.


Setelah makan, Fay segera ke ruang tengah untuk menemui James.


"James..apa aku boleh pulang sebentar ke rumahku?", kata Fay dengan suara khasnya yang lembut.


"Ini rumahmu", jawab James singkat dan masih fokus ke layar laptopnya.


"Aku ada keperluan sebentar..aku janji akan pulang kesini lagi jika urusanku sudah selesai", kata Fay hati hati.


"No" , jawab James.

__ADS_1


"James..please..ini sangat penting", kata Fay memohon.


__ADS_2