THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#45


__ADS_3

Setelah makan malam, Sera dan Fay bertukar cerita di taman belakang. James tak ingin mengganggu nostalgia Fay bersama Sera. Dia dan Alex menunggu diruang tamu.


Iren mengajak Jayden bermain dikamarnya. Sedangkan Damien dan Andrei tidak sedang berada dirumah karena nenek dan kakek mereka membawa mereka berlibur ke Amerika, ketempat Rey.


Tak berapa lama, Nik datang dan bergabung bersama James dan Alex.


"Kapan kau menikah Nik..usiamu sudah semakin tua", kata James mengejek.


"Hei..usiaku masih kepala 3 ..jadi kurasa aku masih punya waktu bersenang senang sedikit lagi", jawab Nik cuek.


"Ya...kau kalah start dari James Nik...hati hati jangan sampai kau menumpahkan spermamu ke sembarang wanita..untung saja James mengalami hal itu pada Fay..", Alex tertawa.


"Itu tidak lucu Al..mungkin ini sudah takdirku", kata James.


"Hmm..gairahnya terlalu kuat pada Fay..akhirnya kecelakaan itu terjadi", Nik tertawa terbahak bahak.


Syukurlah Sera tak mendengar obrolan mesum para laki laki ini. Kalau tidak, bisa jadi Sera memukul mereka semua.


"Apa kau membiarkan Laura?", tanya Alex.


"Hmm..dia lari ke Paris..lagipula Fay sudah melupakannya", jawab James.

__ADS_1


"Ya..kalian bisa membuat lagi kapan saja bukan?", kata Nik.


"Tidak semudah itu ...aku belum berani menyentuhnya..aku menunggu Fay yang menginginkannya..mental Fay masih kurang stabil kata dokternya", James menjelaskan.


"Seserius itu?", tanya Nik.


James mengangguk.


"Fay mengidap gejala post traumatic stress disorder sudah tiga bulan sejak kehilangan calon bayi kami, Sehingga tidak jarang menyebabkan Fay teringat kembali kejadian tersebut lewat mimpi buruk, kilas balik, dan pikiran..itu yang dijelaskan dokter padaku", lanjut James.


"Apa dia masih menjalani terapi James?", tanya Alex.


"Ya..sampai sekarang meskipun tidak sesering dulu", jawab James.


James menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Nik yang selalu berputar pada ***.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Fay dan James serta Jayden pulang ke mansion sekitar pukul 12 malam. Dan Jayden tidur didalam gendongan Fay.


"Dia semakin berat saja..dia bukan bayi lagi", kata Fay ketika menggendong Jayden dan mencium pipinya.

__ADS_1


"Biar aku yang menggendongnya sayang", kata James. Lalu James mengangkat Jayden ke kamarnya.


Fay mengganti bajunya dan masuk ke kamar mandi.


Fay sedikit lebih baik setelah bertemu Sera. Fay mengeluarkan semua keluh kesahnya termasuk tentang masalah keguguran yang baru dialaminya.


Benar kata Sera, Trauma yang dialaminya hanya dirinya sendiri yang bisa menyembuhkannya.


Fay melihat dirinya di cermin. James sudah berubah kembali mencintainya seperti dulu. Dan James selalu ada disisinya ketika dirinya terpuruk setelah mengalami keguguran.


Fay membersihkan tubuhnya, lalu memakai parfumnya dan kemudian menuju ranjang. Dia masih memikirkan tentang hubungan ranjangnya dengan James. Tak berapa lama, Fay pun tertidur.


James masuk kekamar dan mengganti bajunya. Lalu bergabung dengan Fay di ranjang.


James mencium leher Fay yang sangat harum. James sangat suka harum Fay. Tiap malam James harus menahan hasratnya.


Fay membuka matanya dan merasakan ciuman James di lehernya. Fay mencoba menikmati hal itu meskipun James tidak bermaksud menggoda Fay.


Fay membelai tangan James yang melingkar di perutnya.


"Kau belum tidur sayang?", tanya James mencium kepala Fay.

__ADS_1


"Hmm..aku sedang berpikir", kata Fay lirih.


"Apa yang kau pikirkan?", tanya James dan semakin mengeratkan pelukannya.


__ADS_2