
James tentu saja terkejut dengan apa yang diucapkan Jayden.
"Jangan tinggalkan aku lagi", kata Jayden yang masih memeluk erat leher James.
Jayden akhirnya melepaskan pelukan James. Kemudian membelai wajah James dengan pelan sembari tersenyum. James melihat senyum Jayden. Senyum itu mengingatkannya pada dirinya sendiri.
James benar benar dibuat bingung dengan situasi ini.
Jayden menarik tangan James dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Kemarilah Dad..", Jayden tampak senang dengan kedatangan James dan mengambil beberapa album foto sejak dirinya lahir sampai sekarang.
"Duduklah disini Dad", Jayden memukul sofa disebelahnya.
James masih terdiam karena masih belum tahu apa yang harus diperbuatnya. Anak Fay memanggilnya Daddy dan itu masih membuatnya bingung.
Jayden membuka album foto yang pertama.
"Ini foto mommy waktu aku masih diperut mommy Dad..mommy sangat cantik bukan?", kata Jayden antusias.
James melihat Fay yang memang sangat cantik seperti yang dikatakan Jayden.
"Look Dad..ini fotoku yang baru lahir..dan mommy memberiku nama "Jayden James Andreev" seperti nama daddy bukan?", kata Jayden tersenyum.
Tentu saja hal ini membuat James kaget.
"Berapa usiamu?", tanya James.
__ADS_1
"4 tahun dan menjelang 5 tahun Dad", jawab Jayden.
Itu adalah jumlah tahun dimana Fay meninggalkannya.
'Bagaimana bisa Fay menyembunyikan hal sebesar ini dariku?', batin James geram.
James memeluk Jayden dan meletakkannya di pangkuannya sembari mendengar cerita Jayden tentang foto foto albumnya.
"Jayden...apa ada tamu?", Heidi masuk ke dalam rumah dan melihat James.
"Nenek..lihatlah..Daddyku sudah datang", kata Jayden riang.
Heidi tampak melongo dan melihat ke arah pria tampan didepan.
"Oh God..benarkah itu?".
"Iya nenek itu benar..namanya adalah James..", Jayden memeluk leher James seakan memamerjan sang ayah pada Heidi.
"Dia tahu aku disini..dan aku sudah bertemu dengannya", kata James sembari tersenyum, terima kasih sudah menjaga Jayden.
Setelah mebgobrol sebentar dengan Heidi, James pamit dan membawa Jayden bertemu Fay yang ada dirumahnya.
"Jadi mommy ada dirumah Daddy?", tanya Jayden ketika dalam perjalanan ke rumah James.
"Hmm..mommy bersama daddy selama kau berlibur", kata James mengacak rambut Jayden.
Bertemu Jayden membuat James sangat bahagia. Seandainya dia tidak kerumah Fay, mungkin dia tidak akan tahu bahwa dirinya telah memiliki anak.
James tentu saja semakin kecewa pada Fay atas hal ini.
__ADS_1
James tiba di rumahnya dan menggandeng tangan Jayden.
"Woooow..ini rumah daddy?", Jayden memandang takjub rumah besar milik James.
"Hmm..masuklah", James menggandeng tangan Jayden.
"Dimana mommy Dad?", tanya Jayden.
"Mommy ada dikamar..disana", James menunjuk kamar Fay.
Jayden langsung berlari dan membuka pintunya karena sudah sangat rindu pada sang mommy.
"MOMMYYYYYY!", teriaknya.
Fay terkejut dengan kedatangan Jayden dan memeluk Jayden.
"Mommy..i miss you", kata Jayden.
"I miss you too honey..i love you", Fay mencium wajah Jayden bertubi tubi.
James bersandar di pintu dan melihat Fay dan Jayden melepas rindu.
Ada perasaan hangat yang menjalar dihatinya.
Fay melihat ke arah James. Dan James menatapnya tajam.
"Daddy akan tinggal bersamaku mom..daddy akan membawaku ke negaranya", kata Jayden dengan semangat.
Fay melihat James dengan bingung.
__ADS_1
"Kau tetap bersama mommy disini sayang..kau tidak akan pergi kemanapun", Fay memeluk erat Jayden seakan James akan mengambil Jayden darinya.