THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#37


__ADS_3

"Benarkah?ya nanti daddy akan membawanya ke dokter", James tersenyum lalu beranjak dari kursinya menuju kamar Fay.


James masuk ke kamar Fay dan melihat Fay sedang tertidur dengan memegang kepalanya.


"Kau sakit?", tanya James datar.


"Hmm..hanya pusing biasa..temani Jayden bermain..aku ingin tidur", kata Fay lirih.


"Apa aku perlu membawamu ke dokter?".


"Tidak..aku sudah ke dokter kemarin".


"Hmm..baiklah", James lalu keluar dari kamar Fay.


Mereka bagaikan orang asing dan ini membuat Fay sangat sedih. Fay ingin dimanja ketika hamil. Dia belum pernah merasakan hal itu. Tetapi dia juga tidak ingin James tahu akan kehamilannya. Dia hanya takut kecewa dengan reaksi James nantinya.


Karena perasaannya yang sangat sensitif, Fay menangis sesenggukan didalam tidurnya. Dia merasa sangat cengeng akhir akhir ini.


Fay pun tertidur setelah menangis agak lama.


James mengajak Jayden ke taman bermain. Jayden sangat bahagia ditemani oleh James. Impiannya untuk memiliki seorang ayah akhirnya terwujud.


James benar benar memanjakan Jayden dan sangat mencintainya.


"Daddy...belikan kue untuk mommy..mommy sangat suka kue coklat", kata Jayden ketika dalam perjalanan pulang.


"Okey", James tersenyum dan mengacak rambut sang anak.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke rumah. Dan Jayden langsung menuju kamar Fay membawa kuenya.


"Mommy ...daddy membelikan mommy kue coklat..ayo kita makan sama sama", Jayden mencium pipi Fay.


"Hmm..baiklah..ayo", sebenarnya Fay masih pusing hanya saja dia tidak ingin melihat Jayden kecewa.


Fay beranjak dari ranjangnya. Penampilannya sangat acak acakan. Hanya memakai pakaian tidur pendek dengan rambut acak acakan dan wajah yang bengkak karena kebanyakan menangis.


Fay menggandeng Jayden dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan.


James melihat Fay dan memperhatikannya.


Fay mengambil piring dan pisau roti kemudian mulai memotong rotinya.


"Ini untukmu..ini untuk mommy", kata Fay lirih yang sesekali memegang kepalanya.


Lalu Fay mengambil satu piring lagi dan menaruh potongan kuenya disana.


"Ayo kita makan", kata Fay.


"Daddy duduklah", perintah Jayden.


James duduk disebelah Jayden. Matanya masih memandang ke arah Fay.


"Are you okey Fay?kau terlihat berantakan", kata James.


Fay yang sekarang dalam keadaan sangat sensitif terlihat tidak suka dengan kata kata James yang menyebut dirinya berantakan.

__ADS_1


"Aku memang selalu berantakan", kata Fay kesal.


"No..mommy sangat cantik", kqta Jayden polos.


"Thanks honey", Fay tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang dulu selalu membuat James gemas.


"Aku akan memanggil dokter kemari", kata James.


"Tidak perlu..aku baik baik saja".


"Kau tidak baik baik saja Fay..berkacalah",


"Ck...", kesal Fay dan merasa kepalanya semakin pusing jika dia sedang kesal.


"Besok kita akan berangkat ke Rusia..kau harus benar benar sehat agar tidak merepotkanku", kata James dingin.


Fay beranjak dari kursinya dan mencuci piringnya yang sudah kosong. James juga beranjak dari kursinya dan mengahampiri Fay.


"Jangan mengatakan hal seperti itu didepan Jayden..oke?", kata Fay pelan tetapi penuh penekanan.


James hanya diam. Wanita mungil didepannya tampak rapuh.


"Dan aku sudah ke dokter..dokter sudah memberiku obat dan vitamin..kau jangan khawatir, aku tidak akan merepotkanmu", Fay kemudian menghampiri Jayden.


"Sayang...mommy akan kembali ke kamar..kau tidak masalah kan?", kata Fay mencium kepala Jayden.


Jayden hanya mengangguk.

__ADS_1


Lalu Fay kembali ke kamarnya dengan langkah pelan.


__ADS_2