
Fay akhirnya keluar dari kamar mandi. Matanya sembab dan tak mau melihat James.
James memeluknya.
"Maaf jika perkataanku menyakitimu..maaf..hmm", kata James lembut sembari mencium puncak kepala Fay.
Fay tidak mengatakan apapun. Hatinya terlanjur tidak mood. James melepaskan pelukannya dan menangkup rahang Fay.
"Kau masih marah padaku?", tanya James.
Fay hanya mengangguk. Karena jika bicara bisa dipastikan Fay akan menangis lagi.
"Baiklah..lalu apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah padaku lagi?".
"Pergilah..aku ingin tidur", kata Fay akhirnya.
James tahu mood Fay sedang berantakan sekarang. Dan James akan membiarkan Fay sendiri dulu.
"Oke...aku akan pergi ke kantor dulu honey", kata James kemudian mencium bibir Fay.
__ADS_1
Lalu James pun pergi kekantor lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Fay kemudian naik ke ranjang dan berusaha untuk tidur. Tetapi Fay tidak bisa tidur.
Dia memutuskan untuk keluar dan berjalan jalan di taman sekitar Mansion. Dia menyadari bahwa dirinya terlalu manja pada James. Mungkin karena di kehamilan sebelumnya Fay tidak didampingi oleh James.
"Apakah salah jika aku ingin didekatnya?apakah salah jika aku terlalu manja padanya?", gumam Fay pelan dan mulai menangis lagi kemudian menutup wajahnya.
"Aaahh..mengapa aku jadi secengeng ini?menyebalkan!!", Fay menghapus air matanya dan berjalan masuk ke dalam mansionnya lagi.
Fay memutuskan untuk pergi menemui Sera. Bersama Sera membuat moodnya menjadi lebih baik. Fay kesepian jika di mansion sendirian. Jayden masih sekolah dan baru pulang sore hari.
Fay ke mansion Sera diantar oleh sopir. Tetapi Sera sedang tidak ada di mansion. Fay sengaja tidak menelepon Sera terlebih dahulu karena ingin memberi kejutan padanya.
Fay juga memesan beberapa cake untuk dibawanya pulang. Fay ingin membagikannya kepada para pelayan.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan Fay menuju ke sekolah Jayden.
"Mom..", teriak Jayden dari jauh ketika melihat Fay ada di samping mobil.
__ADS_1
Fay tersenyum dan merentangkan tangannya. Lalu memeluk sang putra tampannya.
"Bagaimana sekolahmu sayang?", tanya Fay.
"Good", jawab Jayden seperti biasanya.
Setelah itu, keduanya kembali ke mansionnya. Fay senang jika Jayden sudah ada dirumah, itu artinya dia tidak kesepian lagi.
Sampai 8 malam, James belum juga pulang. Setelah makan malam, Jayden masuk kekamar dan bersiap untuk tidur.
Fay juga langsung tidur tanpa menunggu James pulang. Dirinya sangat mengantuk karena tidak tidur seharian ini.
Sepulangnya dari kantor, James datang ke club karena Nik berkelahi dengan seorang pengunjung club yang tidak mengenalnya dan mereka berkelahi karena seorang wanita.
James dan Alex tiba di club dalam waktu yang hampir bersamaan. Lawan Nik tampak babak belur dan pengawal Alex membawanya ke rumah sakit. Nik dengan santainya duduk di sofa sambil mengisap rokoknya.
"Hei..untuk apa kalian kesini?", kata Nik santai.
"Kau bagaikan adik bungsu kami Nik, jadi tentu saja kami kemari setelah asistenmu khawatir dengan apa yang terjadi padamu", kata Alex.
__ADS_1
Nik tertawa karena asisten yang dimaksud Alex adalah asisten barunya yang masih baru 4 hari bekerja di perusahaannya.
"Dia asisten baruku...jadi belum terlalu mengerti..dia hanya diberitahu jika terjadi sesuatu padaku, harus menghubungi kalian", kata Nik yang masih merokok dan meminum winenya.