
James memeluk Fay berusaha mencegahnya untuk menyerang Laura.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit...tutup rapat kejadian ini", perintah James pada asistennya dengan mata tajamnya.
"Lepaskan aku James..aku akan membunuh wanita laknat itu..lepaskan akuuuu!!", teriak Fay yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan James.
James menggendong Fay kedalam ruangannya. Lalu membawanya ke kamar pribadinya. Fay masih berusaha melepaskan dirinya dari James.
James memeluk Fay erat dan menciumi kepala Fay.
"I love you honey..jangan seperti ini....hmm", James mengusap punggung Fay dan berusaha menenangkannya.
"Aku tidak akan tenang sebelum membalaskan dendamku padanya James", kata Fay kesal dengan tangisan frustasinya.
"Seharusnya kau membantuku..dia yang membunuh anak kita..kenapa kau diam saja!!!", teriak Fay.
James masih memeluk Fay. James juga tidak tahu harus berkata apa. Kondisi mental Fay ternyata belum sepenuhnya stabil. Fay masih terbayang bayang dengan peristiwa itu.
Sampai akhirnya Fay sedikit tenang dan James membawanya ke kamar mandi. Membersihkan tangan Fay yang terkena darah Laura serta membuka bajunya.
James membuka jasnya yang juga terkena darah dari tangan Fay.
__ADS_1
James mendudukkan Fay diatas meja wastafel. Lalu menangkup rahang Fay agar memandang kearah matanya. James melihat wajah Fay yang sendu.
"Lupakan hal ini...aku tahu ini sangat sulit..aku akan selalu ada disisimu sayang...i love you", lirih James dan mengecup bibir Fay.
James menciumi wajah Fay dengan lembut.
Fay menangis dan memeluk James. James mengeratkan pelukannya dan tetap dalam posisi itu dalam waktu yang agak lama sampai Fay benar benar tenang.
Lalu James membawa Fay ke ranjang dan menyelimutinya. Dia menelepon sekretarisnya dan menyuruhnya membelikan baju baru untuk Fay.
James juga menelepon asistennya untuk menanyakan keadaan Laura. James mau asistennya mengurus semuanya tentang Laura. Dia tidak ingin berbuntut panjang karena Fay menyerang Laura.
"Momm...", panggil Jayden dan memeluk Fay ketika Fay masuk kedalam mansion.
"Sayang..maaf mommy meninggalkanmu terlalu lama", kata Fay sendu.
"Mommy sudah makan?", tanya Jayden.
"Belum..ayo kita makan bersama", Fay menggandeng tangan Jayden dengan James yang ikut dibelakangnya.
Mereka bertiga makan malam bersama. Setelah itu, James mengantar Jayden ke kamarnya dan menemaninya bermain sebentar.
__ADS_1
Fay langsung menuju kamar dan berendam di bathtub untuk merilekskan tubuh dan pikirannya.
Fay sudah benar benar tenang sekarang. Akal sehatnya telah kembali. Emosinya sudah menghilang.
Fay sampai lupa mengucapkan ulang tahun pada James. Karena sejak pagi Fay sama sekali belum mengucapkan selamat pada sang suami.
Fay memakai parfumnya dan memakai baju tidurnya yang agak sexy. Dia hanya ingin James senang melihatnya seperti ini.
Fay menunggu James di ranjang. Tetapi James belum kunjung masuk kekamar. Akhirnya Fay tertidur sebelum James masuk kekamar.
Setelah dari kamar Jayden, James langsung masuk ke ruang kerjanya. Dia menelepon Nik dan meminta bantuan Nik untuk mengatasi masalah Laura.
James berdiri di balkon dan merokok. James selalu seperti itu jika ada sedikit masalah yang memenuhi otaknya.
James belum kembali ke kamar karena ingin membiarkan Fay menenangkan pikirannya dulu.
Fay terbangun di tengah malam. Dia masih belum melihat James di sampingnya. Fay berpikiran mungkin James tidur bersama Jayden.
Fay merasa perutnya sedikit lapar. Fay menuju dapur dan membuka kulkas. Fay selalu menyiapkan beberapa kue dan minuman di kulkas.
Fay mengikat dan menggulung rambutnya keatas.
__ADS_1