
Fay menarik nafasnya dalam dalam dan menyenderkan punggungnya di kursi taman. Dia mengusap hidung dan matanya yang basah dengan tisu. Fay merasa tidak enak badan dan ingin segera pulang ke apartemennya.
Fay mengambil ponselnya dan menelepon James.
"James..bisakah kita pulang lebih dulu?aku tidak enak badan", kata Fay.
"Kau dimana honey?", tanya James.
"Aku didepan toilet dekat taman kecil", jawab Fay lalu menutup teleponnya.
James berpamitan pada Tuan rumah dan segera menyusul Fay.
"Honey...are you okey?", James berlutut dan melihat wajah Fay yang sedikit pucat dan sembab.
"Aku hanya ingin tidur saat ini", jawab Fay lemah dan memeluk James.
Lalu James menggendong Fay dan menuju mobil mereka.
Sepanjang perjalanan, James memegang tangan Fay.
Setelah sampai di apartemen, James langsung menidurkan Fay di ranjang.
James membelai pipi Fay dengan lembut dan mengecup bibirnya.
"Aku akan memanggil dokter", kata James.
"Tidak usah..tidurlah bersamaku..".
James membuka sepatu dan jaketnya lalu tidur disamping Fay dan memeluknya.
__ADS_1
"Sepertinya aku hamil James..", kata Fay pelan.
James melihat ke arah wajah Fay dan sedikit terkejut.
"Apa yang kau katakan honey?", tanya James lebih jelas.
"Dulu waktu hamil, aku selalu merasakan hal seperti ini..jadi sepertinya aku sedang hamil", Fay memandang wajah James.
James mencium wajah Fay bertubi tubi dan semakin memeluknya erat.
"Besok kita akan memeriksanya ke dokter..i love you honey", James merasakan cintanya pada Fay.
"I love you too", jawab Fay lirih.
๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก๐งก
Fay memakainya di pagi harinya dan sedikit gugup melihat hasilnya.
2 garis. Mata Fay bersinar dan tersenyum. Fay langsung menuju James yang masih tertidur di ranjang.
"Sayang..lihatlah", Fay membangunkan James.
James terbangun lalu Fay memperlihatkan sesuatu padanya.
"Aku hamil sayang...aku benar benar hamil", kata Fay senang.
"Benarkah....i love you", James memeluk Fay dan mendekapnya erat.
"Aku akan benar benar menjagamu dan bayi kita honey", James membelai perut Fay yang masih rata.
__ADS_1
"Bangunlah James..kita ke dokter setelah ini", kata Fay mencium bibir James.
"Kita mandi bersama?", tanya James yang masih enggan melepaska pelukannya.
"No James..kita akan sangat lama nanti", jawab Fay.
Setelah sarapan pagi, akhirnya mereka berangkat ke dokter kandungan. Dokter tampak mengeluarkan alat usg dan mengusapnya di perut Fay.
"Lihatlah titik ini..ini calon bayi anda..usianya berjalan 2 bulan", kata dokter.
James yang baru pertama kali melihat momen ini tampak takjub melihat calon buah hatinya yang masih sangat kecil dan rapuh.
James mencium kening Fay. 2 kali Fay hamil tetapi James tak pernah ada disampingnya dan itu membuat James merasa sangat bersalah.
"Anda harus lebih berhati hati menjaga kandungan anda nyonya..karena ada riwayat keguguran..aku akan memberikan vitamin dan penguat saja" , kata Dokter.
James menggenggam erat tangan Fay dan menciumnya.
"Hmm..baik dokter", kata Fay.
Lalu merekapun langsung kembali ke apartemen karena James mau Fay lebih banyak istirahat untuk menjaga kandungannya.
"James..apa kau akan pergi hari ini?", Fay duduk santai dipangkuan James sembari menonton televisi.
"Tidak..aku akan menemanimu", kata James.
"Kau tahu sayang..aku sangat ingin menikmati momen ini sejak dulu..aku ingin kau memanjakanku ketika aku sedang hamil", Fay merangkul leher James dan mencium lehernya.
"Maafkan aku..aku akan menebusnya mulai sekarang" , lirih James dan memeluk erat sang istri.
__ADS_1