THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#34


__ADS_3

"Biasanya kau tidak suka mommy peluk..", kata Fay lembut.


"I miss you mom", jawab Jayden lemas karena sudah benar benar mengantuk.


"I miss you too sayang", Fay mencium kepala Jayden berkali kali.


"Bayi mommy harum sekali", Fay masih menciumi Jayden seperti anak bayi.


"Mooomm", protes Jayden yang matanya sudah terpejam.


James memperhatikan adegan ibu dan anak yang penuh kasih sayang itu. Rasa benci pada Fay sedikit berkurang karena hadirnya Jayden. Tapi James tetap belum sepenuhnya memaafkan Fay.


Pandangan mata Fay bertemu dengan mata James. Fay langsung memejamkam matanya dan memeluk Jayden lebih erat lagi agar dirinya aman dari James malam ini.


"Kapan kau tahu bahwa kau hamil Jayden?", tanya James pelan. James juga ingin tahu apa yang dialami Fay sejak meninggalkannya.


"2 minggu setelah pergi darimu", jawab Fay.


"Apa yang dilakukan kakakmu ketika tahu kau hamil?".


"Dia menghilang dan meninggalkanku sebelum aku memberitahunya".

__ADS_1


James tampak terkejut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka Fay akan menjalani hidupnya sendirian dalam keadaan hamil.


"Apa nyonya Heidi yang menjagamu?" .


"Hmm", jawab Fay singkat dan memejamkan matanya karena sudah mengantuk.


James memperhatikan Fay dan Jayden yang tidur berpelukan.


'Apa yang sudah kulakukan padanya?shhiitt..tapi tetap saja dia menghianatiku dulu..", batin James galau.


James melihat wajah cantik Fay yang tertidur. Ingin rasanya memeluknya tetapi rasa angkuh dalam dirinya tak membiarkan hal itu terjadi. Masih ada rasa kesal pada Fay apalagi Fay menyembunyikan keberadaan Jayden darinya.


James beranjak dari ranjang dan keluar kamar.


Yang pasti James akan membawa Jayden bersamanya kembali ke negaranya. Dia ingin menjamin hidup Jayden. Membawa Jayden pasti akan membawa Fay juga.


James mengantar Jayden dan Fay pulang ke rumah mereka karena Jayden sudah mulai bersekolah. Kemudian James dan Fay mengantar Jayden kesekolah.


Biasanya Jayden naik bis sekolah. Tetapi kali ini Jayden ingin diantar sang daddy ke sekolah.


"Aku beri waktu 2 minggu untuk mengurus kepindahan sekolah Jayden..dia akan ikut bersamaku", kata James datar.

__ADS_1


"Apa maksudmu?dia akan tetap bersamaku", protes Fay.


"Kau akan ikut juga..aku tidak akan memisahkan seorang anak dari orang tuanya...aku tidak sepertimu", sindir James tajam.


Fay hanya diam tak membalas sindiran James. Dan Fay juga tidak akan menang melawan James. Fay hanya menurut saja.


"Aku berhenti disini saja..aku akan mengurus pekerjaanku dulu", kata Fay.


Tapi James tak menuruti perintah Fay. Dia terus menjalankan mobilnya sampai kerumahnya.


Fay kesal dengan sikap James yang seenaknya sendiri.


James masih bersikap dingin pada Fay. Tetapi dengan adanya Jayden membuat James tak pernah bersikap kasar lagi pada Fay. Dan itu membuat Fay bersyukur.


"Besok aku akan pulang ke Rusia karena ada urusan pekerjaan yang sangat penting", kata James dan langsung masuk ke kamarnya.


Fay menghela nafasnya melihat sikap dingin James.


Fay menjemput Jayden ke sekolah bersama James di siang harinya. Mereka langsung menuju restoran cepat saji karena Jayden ingin makan disana.


"Kau senang J?", kata James.

__ADS_1


"Sangat", jawab Jayden mengangguk sambil mengunyah makanannya.


"Jangan berbicara ketika sedang makan sayang..kau bisa tersedak", kata Fay sembari menghapus sisa makanan yang menempel di pipi Jayden.


__ADS_2