
Fay memegang tangan James dan mengusapnya. Tangan yang sangat dirindukannya.
"Cepatlah bangun..kita akan makan malam diluar", James beranjak dari ranjang dan berjalan keluar.
Fay sedikit sedih karena James masih menjaga jarak dengannya.
Mereka bertiga kini berada di sebuah restoran mewah dan menikmati makan malamnya.
Tampak ada mata yang memandang tajam ke arah mereka.
Laura menggenggam gelasnya karena melihat pemandangan keluarga kecil James. Dia sakit hati pada wanita yang merebut James darinya.
Laura melihat ke arah Fay dengan tatapan jahat.
Fay pergi ke toilet dan Laura mengikutinya.
Setelah keluar dari toilet, Laura menampar pipi Fay dengan sangat keras dan membuat bibirnya berdarah.
"Apa yang kau lakukan?", teriak Fay.
"Kau sudah merebut milikku bitchh..aku akan membalasmu", teriak Laura.
"James milikku sebelum bersamamu..jadi aku tidak mengambil siapapun darimu..dia kembali padaku", jawab Fay yang memegang bibirnya yang sakit.
"Hah...kau menjebaknya dengan seorang anak..jika tidak ada dia mungkin dia masih bersamaku..dasar ******", Laura menjambak rambut Fay.
Fay berusaha melepaskan tangan Laura dari rambutnya. Perkelahianpun tak terhidarkan lagi.
Fay terpeleset karena tubuhnya tertarik akibat jambakan Laura.
"Aaawwwwhhh", Fay menjerit.
__ADS_1
Salah seorang pengunjung yang akan masuk ke toilet melihat pertengkaran itu.
"Hei..ada apa ini?", kata wanita paruh baya itu.
Fay tampak memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Tolong aku", kata Fay lemah dan hampir menangis.
Laura langsung keluar dari toilet ketika wanita paruh baya itu berteriak minta tolong.
James melihat keributan itu dan menggandeng tangan Jayden. James berpapasan dengan Laura.
Tetapi James tak mempedulikannya. James terus menuju toilet karena disanalah keributan terjadi. Fay berada disana.
"Are you oke miss?", tanya wanita paruh baya itu.
"Perutku sakit", kata Fay menahan sakit di perutnya.
"Ada apa ini?", tanya James.
"Tadi ada wanita yang bertengkar dengannya dan mendorongnya", kata wanita itu.
"Momm..?", kata Jayden.
Fay mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya. Darah segar sedikit merembes ke bajunya yang berwarna putih.
"No...No...jangaaann", Fay menutup matanya dan menangis.
James melihat hal ini dan langsung menggendong Fay dan membawanya ke mobil. Jayden berlari di belakangnya.
Fay menangis sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.
__ADS_1
James berusaha tenang menghadapi situasi ini. Dia belum tahu apa yang terjadi pada Fay.
"Cepat James!!!.", teriak Fay frustasi. Fay tidak ingin kehilangan bayinya.
"Moommm", Jayden menangis.
"Its Okey J", kata James menenangkan.
Sesampainya dirumah sakit, James membawa Fay ke UGD.
Fay masih menangis. Bukan karena sakitnya tetapi karena Fay takut terlambat dan kehilangan bayinya.
"Selamatkan bayiku dokter", kata Fay menangis ketika dokter sudah ada disampingnya.
James tentu saja terkejut dengan ucapan Fay.
"Tenang nyonya..kau harus tenang ok?", dokter berusaha menenangkan.
"Tidak....aku tidak bisa tenang..aku sudah mengeluarkan darah..bagaimana jika aku kehilangan bayiku", Fay semakin histeris.
James masih terpaku. Mencoba mencerna ucapan Fay.
"Kaluarlah Tuan..kami akan menangani nyonya", kata dokter pada James yang masih diam ditempatnya.
"Tuan", panggil dokter lagi ketika James belum beranjak keluar. Sementara Fay masih menangis.
James keluar dan Jayden memeluk James.
"Ada apa dengan Mommy , Dad?", Jayden menangis. Jayden belum pernah melihat Fay se histeris itu.
James tetap memeluk Jayden dengan pandangan yang masih menerawang.
__ADS_1