THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#56


__ADS_3

Fay tidak menghampiri James. Dia justru menjauh dan mengambil pakaian kotor untuk dibawanya keluar.


Fay memegang kemeja putih dan celana James yang ada di kamar mandi tadi.


"Apa semalam kau pergi ke club James?", tanya Fay yang tetap tidak melihat ke arah James. Dia terus saja keluar dan menaruh pakaian kotor di keranjang depan pintu lalu masuk kembali dan menutup pintunya.


Kali ini matanya menatap James tajam dan tubuhnya bersandar dipintu.


"Hmm..Nik semalam berkelahi dengan oengunjung club, jadi aku dan Alex kesana untuk menyelesaikan urusannya", jawab James dan menghampiri Fay dengan tanpa menggunakan baju yang membuat dada bidangnya terlihat sexy.


"Lalu kau tidak langsung pulang dan bersenang senang disana?", tanya Fay lagi.


"Kami hanya mengobrol dan minum wine sedikit honey", jawab James yang kemudian mencium keningnya.


"Apa kau bermain main dengan wanita disana?", tanya Fay lirih.


"Tentu saja tidak sayang...aku tidak akan melakukan hal itu", James tersenyum dan mengecup bibir Fay berkali kali.


"Aku tidak suka kau ke club James..jangan lakukan itu lagi", kata Fay.


"Hmm..baiklah...i'm sorry honey", James memeluk Fay dan mengusap punggungnya lembut.

__ADS_1


Ketika memeluk Fay, bayi didalam perut Fay bergerak dan James merasakannya.


"Oh God..dia bergerak honey", kata James kemudian berlutut dan memegang perut buncit Fay.


Ini momen pertama kalinya James merasakan pergerakan bayinya. Lalu James mencium perut Fay dan bayinya bergerak lagi.


"Apakah perutmu sakit jika dia bergerak?", tanya James.


"Tidak..hanya seperti tertarik saja", kata Fay memegang perutnya.


"James...aku ingin berbaring", kata Fay.


Lalu James berdiri dan menggandeng Fay menuju ranjang. James bukannya bersiap siap pergi ke kantor, dia malah ikut berbaring bersama Fay dan mengusap perut Fay.


"Tidak..aku ingin bersamamu hari ini", jawab James.


Fay merasa nyaman James membelai perutnya.


"I love you honey", bisik James di telinga Fay.


"I love you too", jawab Fay pelan lalu mencium bibir James.

__ADS_1


Ciuman yang awalnya ringan menjadi panas. James dengan hati hati mencium leher dan dada Fay agar tubuhnya tidak menekan perut Fay.


Fay merasa sangat bergairah pagi ini. Ini juga termasuk dalam hormon kehamilannya.


James melakukannya dengan sangat hati hati dan tak terburu buru. Karena jujur, James sangat merindukan bercinta dengan Fay. Semenjak hamil mereka tidak boleh sering bercinta sesuai anjuran dokter.


Dadanya Fay yang terlihat lebih besar membuat James betah bermain di area itu.


"Aahhh..James..", Fay mendesah.


James sudah berhasil membuka semua pakaian Fay tanpa tersisa. Lalu James mulai memasukkan kejantanannya dan menghentakkannya dengan pelan agar kandungan Fay tetap aman.


"Ooohh ini nikmat sekali honey", kata James dengan nada suara yang sexy.


Gairahnya benar benar di uji disini karena James tidak bisa mempercepat ritme permainannya.


Setelah beberapa lama, James dan Fay akhirnya menuntaskan permainan ranjangnya di pagi hari ini.


James memeluk erat tubuh Fay yang polos dan menarik selimut agar menutupi tubuh polos Fay.


James masih mengusap usap perut buncit Fay. Dan Fay justru tertidur karena merasa nyaman ketika James mengusap perutnya.

__ADS_1


Setelah mandi, James keluar dari kamarnya dan menuju meja makan. Dia makan sendirian karena tidak ingin membangunkan Fay yang kelelahan setelah bercinta.


__ADS_2