
Sudah 3 bulan berlalu sejak Fay kehilangan bayinya. Fay terlihat lebih pendiam dan masih sering merenung. James dengan sabar menunggu mood Fay kembali baik. James selalu ada disisi Fay sekarang.
Hubungan James dan Fay semakin membaik seiring waktu.
Fay rutin mengunjungi kelas konsultasi untuk memperbaiki mentalnya yang down. Dan itu lumayan berdampak baik padanya. James selalu mendukung apa yang dilakukan Fay.
James dan Fay sama sekali belum bercinta. James ingin melakukannya atas kemauan Fay. Karena James masih merasa bersalah atas apa yang dia lakukan pada Fay dulu.
"Mom...apakah nanti malam kita akan makan malam di rumah uncle Alex?", tanya Jayden.
"Hmm...anak anak uncle Alex dan aunty Sera berulang tahun minggu lalu..dan kita tidak semoat datang", jawab Fay sambil menikmati makan siangnya.
Fay dan James akan membuat kejutan untuk Sera. Fay memutuskan untuk bertemu Sera. Dia sudah siap dengan semua pertanyaan yang akan Sera ajukan padanya.
Fay sangat merindukan Sera. Sahabatnya yang selalu bercanda dengannya dulu.
Menjelang malam, James pulang dan langsung bersiap karena akan segera ke rumah Alex.
James memakai kemeja hitam dan celana hitam. Sedangkan Fay menggunakan baju berwarna softpink membuat dirinya benar benar seperti barbie. Hal yang sangat disukai Sera padanya dulu.
"Kau cantik sekali sayang", kata James mencium kening Fay.
Fay hanya tersenyum lalu menggandeng tangan Jayden menuju mobil.
James memegang tangan Fay sepanjang perjalanan ke mansion Alex yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Sesekali James memcium tangan Fay dan James sangat suka dengan harumnya.
__ADS_1
"Kau gugup?", tanya James.
"Sedikit", jawab Fay.
Lalu mereka keluar mobil dan masuk ke mansion. Alex menyambut mereka di ruang tamu. Sera sibuk di dapur bersama Iren.
"Sayang..kemarilah..sambut tamu kita", paling Alex.
"Ck...kenapa aku harus menyambut James?menyebalkan", Sera masih seperti Tom n Jerry jika bertemu James.
Sera berjalan ke arah ruang tamu dengan menggandeng tangan Iren.
"Come on honey..paman menyebalkanmu sudah datang", kata Sera.
Langkah Sera terhenti ketika melihat sosok yang telah lama tak dilihatnya.
Sera menutup mulutnya yang melongo.
Fay menghampiri Sera dan memeluknya.
"Kau benar benar jahat Fay...darimana saja dirimu Hah?", teriak Sera sambil memukul lengan Fay.
"Hei ..jangan memukul istriku", teriak James.
"Wait...whatt???!", Sera terkejut dengan ucapan James.
"Dia dulu menghamiliku dan dia harus bertanggung jawab", kata Fay santai.
Sera mengalihkan pandangannya kepada sesosok anak laki laki tampan disebelah James.
__ADS_1
"Dia..anak kalian?", Sera mendapat kejutan satu lagi.
Fay mengangguk.
"Oh God...aku benar benar speechless", Sera menatap tajam pada James.
"Kau benar benar terbuai rayuannya Fay..kau jatuh juga dipelukannya..ck", ucap Sera kesal.
Fay tertawa dan membuat Sera gemas melihat lesung pipi Fay. Lalu Sera mencubit kedua pipi Fay.
"Kau tetap saja menggemaskan", kata Sera.
"Sera..dia istriku ..jangan menyakitinya", ucap James.
"Baiklah..ayo kita ke meja makan", kata Alex.
Sera menggandeng Jayden dan Iren. Iren tampak senang berada di dekat Jayden.
"Hai..kenalkan namaku Iren..namamu siapa?", kata Iren tersenyum.
Alex dan James melihatnya.
"Aku Jayden", Jayden tersenyum.
"Kau sangat tampan", kata Iren tersenyum manis.
"Dia benar benar anak Sera...sangat mirip", kata James.
Sera menatap tajam James.
__ADS_1
"Kemariklah..duduk denganku", kata Iren menarik tangan Jayden dan mereka duduk bersebelahan.
Fay dan Sera saling melihat satu sama lain dan mereka tertawa bersamaan melihat kelakuan Iren yang sudah sangat posesif pada Jayden.