THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#35


__ADS_3

James berangkat ke Rusia keesokan harinya. Jayden sedikit sedih melihat James pergi. Dia takut James tidak kembali lagi.


"Daddy akan segera kembali dan membawamu ke Rusia J", kata James mengusap punggung Jayden.


Jayden Merasa berat melepas pelukannya pada James.


"Sayang..kau harus cepat masuk kelas..lihatlah gerbang akan segera ditutup", kata Fay mengambil Jayden dari gendongan James.


Dan akhirnya Jayden pun masuk ke sekolah setelah James memberinya ciuman di seluruh wajahnya.


"Bye Daddy...i love you" teriak Jayden sambil mengankat tangannya.


"I love you too", gumam James pelan.


James kemudian mengantar Fay ke rumahnya dan tanpa pamit langsung menancap gas mobilnya menuju bandara.


Fay sudah terbiasa dengan sikap James yang sinis terhadapnya. Tak ada rasa cinta yang tersisa dari James untuk Fay selain rasa kebencian.


๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


James memanfaatkan waktunya dengan mengerjakan semua pekerjaannya agar cepat selesai dan kembali ke New Zealand.


Alex mendengar kabar bahwa James menemukan Fay di New Zealand. Dan James sudah menjelaskan apa yang terjadi dengan Fay kecuali tentang Jayden. James ingin memberikan kejutan pada Nik dan Alex serta Sera tentunya.


Sudah seminggu lebih James pergi ke Rusia dan belum kembali ke New Zealand. Tetapi setiap hari James menelepon Jayden dan video call dengannya.


Fay sudah berhenti dari pekerjaanya di hotel. Semua sangat sedih dengan kepergian Fay. Tapi Nyonya Karina dan beberapa teman Fay ikut bahagia karena Fay akhirnya bertemu Ayah Jayden.

__ADS_1


Fay juga sudah mengurus kepindahan sekolah Jayden. Tapi Jayden tetap masuk sekolah di sekolahnya sembari menunggu James datang menjemput mereka.


Setelah Jayden pergi kesekolah, Fay merasa perutnya sangat mual dan akhirnya memuntahkan makanannya di closet.


Fay merasa kepalanya sangat pusing. Fay diam sejenak. Lalu Fay berdiri dan langsung memakai jaketnya lalu pergi ke apotik.


Setelah membeli keperluannya Fay langsung pulang kerumahnya


Fay masuk kekamar mandi dan membuka Test pack yang dibelinya tadi.


Fay sedikit khawatir dengan hasil tesnya. Beberapa detik kemudian Fay mekihat hasil tesnya.


'Garis dua', Fay menggigit bibirnya.


Fay terduduk dan memegangi kepalanya.


"Apa aku harus mengatakan ini pada James?", gumam Fay.


"Tidak..dia sangat membenciku..aku tidak akan memberitahunya dulu", Fay menggelengkan kepalanya.


Fay kemudian ke ranjangnya dan tidur seharian sampai Jayden pulang.


"Momm....apa mommy sakit?", tanya Jayden yang sudah ada di tepi ranjang Fay.


"Sayang..kau sudah datang?mommy hanya sedikit pusing", kata Fay yang merasa kepalanya sangat berat.


"Are you okey mom?".

__ADS_1


"Hmm..jangan khawatir...mommy baik baik saja sayang", Fay duduk dan memegang kepalanya lalu berdiri.


Fay menggandeng tangan Jayden dan membawanya ke meja makan.


"Makanlah..tadi nenek Heidi membuat ini untukmu", Kata Fay tersenyum.


Jayden Mengangguk dan membalas senyum Fay.


Setelah menemani Jayden makan, Fay langsung masuk kekamarnya lagi dan berbaring diranjang.


Ponsel Fay berbunyi dan Fay mengangkatnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.


"Halo", kata Fay lemah.


"Dimana Jayden?", kata James.


"Sebentar", kata Fay.


"Sayaaangg...Daddy menelepon", teriak Fay lemah.


Jayden segera mengambil ponsel Fay kemudian berbicara dengan James.


"Halo Dad..kapan Daddy akan kemari?", tanya Jayden.


"Besok lusa Daddy akan kesana", kata James.


Mereka berbicara panjang lebar. James sama sekali tidak menanyakan tentang Fay seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2