
James menggenggam tangan Fay tanpa berkata apapun. Fay membalikkan tubuhnya karena dia masih ingin menangis dan tidak ingin James melihatnya.
James naik ke ranjang dan berbaring memeluknya dari belakang. James membelai kepala dan lengan Fay dengan lembut. Mereka hanya terdiam dan tak ada kata kata yang keluar dari mulut mereka.
James menemani Jayden makan malam di meja makan. Sedangkan Fay masih ada dikamarnya.
Setelah makan malam, James menemani Jayden sampai Jayden tidur.
James beranjak dari ranjang Jayden kemudian berjalan menuju kamar Fay.
Fay masih tidur meringkuk di ranjang. Fay sama sekali tidak ingin beranjak dari ranjang. Bahkan sekarang James menyuapi Fay makan malam di ranjang.
Pandangan mata Fay tampak kosong. Dia hanya memakan 2 kali suapan saja. Lalu berbaring tidur lagi.
"Kau akan sakit jika begini...sejak pagi kau hanya makan sedikit saja Fay", kata James pelan.
Fay tak menjawab dan memejamkan matanya.
James menaruh kembali makanan Fay di meja makan lalu kembali ke ranjang dan menemani Fay tidur.
"Maafkan aku....", bisik James.
Fay menangis dalam tidurnya. Dia masih belum bisa menerima hal ini.
__ADS_1
Pagi menjelang. Jayden tampak bersiap siap.akan sekolah. Dia menuju kamar Fay dan mencium Fay yang masih tertidur.
"Apa mommy baik baik saja Dad?", tanya Jayden.
"Hmm..mommy hanya harus lebih banyak beristirahat..berangkatlah sekolah..sopir sudah menunggumu J..daddy akan jaga mommy", James mencium kepala Jayden.
James kembali ke ruangan kerjanya. Sedangkan Fay terbangun dari tidurnya dan beranjak dari ranjangnya dengan perlahan karena perutnya masih sakit.
Fay berjalan perlahan ke kamar mandi dengan masih memegang perutnya. Fay membersihkan tubuhnya dengan lap basah.
Setelah menghabiskan waktu satu jam dikamar mandi, Fay keluar menggunakan handuk dan mengambil bajunya di lemari.
Kemudian dia melangkah perlahan ke arah ranjang untuk memakai bajunya disana.
James tiba tiba membuka pintu kamar Fay dan melihat Fay yang masih menggunakan handuk.
James segera menghampiri Fay yang terlihat memegang perutnya.
"Apakah sakit?", James memegang perut Fay.
Fay mengangguk dan memejamkan matanya.
"Seharusnya kau memanggilku jika ingin ke kamar mandi"
__ADS_1
Fay menggeleng.
"Terlalu banyak darah yang keluar..kau akan jijik melihatnya", kata Fay pelan.
James mencium kening Fay lalu membantunya memakai bra dan dress pada Fay. Fay menutup dadanya didepan James ketika James membuka handuknya. Fay nerasa risih karena posisi wajah James tepat didepan dadanya.
James sedikit tersenyum karena Fay menutup dadanya yang bentuknya bahkan sudah sangat dihafal oleh James.
"Aku akan mengambilkan makanan untukmu", kata James setelah selesai memakaikan baju untuk Fay.
Lalu James keluar dan mengambil makan pagi Fay.
"Aku akan makan sendiri", kata Fay datar.
James memberikan makanannya pada Fay kemudian Fay memakannya pelan.
Setelah makan, Fay menyuruh James keluar kamar karena Fay ingin sendiri.
James memutuskan untuk bekerja dari rumah untuk sementara sampai Fay sembuh.
Fay beranjak dari ranjangnya dan duduk di sofa yang menghadap ke arah jendela. Fay melihat pemandangan taman diluar jendela dengan posisi berbaring di sofa.
Fay hanya termenung. Mentalnya sedang down. Dia belum tahu apa yang akan diperbuatnya. Meskipun begitu dia tetap memikirkan Jayden. Dia tidak ingin mengabaikan Jayden karena insiden ini. Fay hanya ingin punya waktu sebentar untuk menyendiri.
__ADS_1