
sebulan lainnya berlalu,,,,,,
arra memutuskan untuk tidak kuliah lagi, setelah bantuan yang biasa dia terima dihentikan, dia tidak punya alasan lagi untuk kuliah, beberapa kali mr.gilbert mendatanginya di minimarket tempatnya bekerja hanya untuk membujuknya kembali kuliah, tapi arra tidak pernah mau.
hari ini arra membereskan barang barangnya, hari ini dia akan tinggal dirumah patrice, untungnya ibu patrice mengijinkan arra untuk tinggal ditempatnya, memang selama sebulan ini dia masih tinggal di apartemen yang disediakan pemerintah.
setelah berkemas, arra segera keluar dari apartemennya dengan tas ransel hitam dipunggungnya yang berisi pakaiannya, tetapi ketika dia sampai di depan apartemen dia melihat mr.gilbert sedang duduk diatas motor sport 1000 CC nya.
"mr.gilbert???" arra menyapa mr.gilbert setelah dia yakin dia tidak salah orang.
"hy arra, saya sudah menunggumu, ada yang saya ingin bicarakan sama kamu, mari ikut saya sebentar" mr.gilbert memberi kode ke arra untuk naik ke motornya.
arra hanya menatap mr.gilbert dengan heran, sebenarnya arra heran dengan mr.gilbert, sudah berkali kali dia bilang bahwa dia tidak ingin lagi untuk kuliah, tapi mr.gilbert ini terus memaksanya, dia sama sekali tidak tau alasan mr.gilbert melakukan hal tersebut.
"hey arra, ayo naik, kenapa kau malah melamun," mr.gilbert mengulangi kata katanya karna melihat arra hanya diam saja.
"maaf mr.gilbert bisa kita bicara disini saja, lagipula apa yang ingin anda bicarakan, jika anda ingin saya untuk kuliah lagi, jawaban saya akan sama, tolong sampaikan kepada mr.franklin terimakasih saya, hanya saja saya tidak mau lagi."
"arra dengarkan saya kali ini, saya dan mr.franklin peduli padamu, maka itu kami ingin mengusahakan kamu agar bisa tetap kuliah, kau mengerti?"
"saya tidak mengerti mr.gilbert, apa yang membuat anda dan mr.franklin perduli? saya mohon untuk tidak mengganggu saya lagi." setelah berkata seperti itu, arra berniat untuk langsung pergi, tapi lagi lagi mr.gilbert menahannya.
"tuNGGU ARRA, jika kamu memang tidak mau mr.franklin yang membayar kuliahmu, saya punya pilihan lain untuk kamu."
"kenapa anda begitu peduli dengan saya mr.gilbert?" arra benar benar tidak tau lagi kenapa mr.gilbert begitu peduli dengannya.
"sudahlah, kamu tidak perlu tau, ayo crpat naik, saya jam 1 siang nanti ada kelas, saya tidak punya waktu seharian untuk mengurus kamu," mr.gilbert yang kesabarannya mulai habis menghadapi arra yang keras kepala.
"kita mau kema...."
"sudah ikut saja arra, jangan banyak tanya" mr.gilberttidak membiarkan arra menyelesaikan kata katanya.
mau tidak mau arra akhirnya naik ke motor mr.gilbert, dia juga sudah mulai jengah dengan mr.gilbert yang terus membujuknya.
*********
"turunlah arra, kita sudah sampai" mr.gilbert menyuruh arra turun, karna arra hanya diam saja ketika motor yang ia kendarai telah berhenti, arra akhirnya turun dari motor mr.gilbert
tidak lama mr.gilbert dan arra sampai disebuah rumah yang cukup besar bertingkat dua, "rumah siapa ini mr.gilbert?"
"ini rumah teman saya, dia yang ingin membantumu," jawab mr.gilbert singkat sambil dia melepaskan helemnya.
arra melihat rumah yang ada didepannya, walaupun rumah ini tidak terlalu besar dan mewah, tapi bisa memiliki rumah di negara ini menunjukkan orang ini adalah orang kaya, belum lagi sebuah mobil sport warna merah terparkir manis di garasi samping rumah ini, arra hanya menelan ludahnya ketika melihat lebih teliti mobil itu, mobil itu adalah mobil sport terkenal yang memiliki logo kuda hitam dari pabrikan negara italia.
"nah itu orangnya," mr.gilbert menunjuk ke arah seorang wanita yang baru keluar dari rumah itu, arra mengikuti arrah yang ditunjuk mr.gilbert, dia bisa melihat wanita yang berpakaian seksi berdiri di teras rumah
ayo kita temui dia" mr.gilbert mengajak arra yang mematung.
__ADS_1
arra mengikuti mr.gilbert dari belakang, ketika sudah cukup dekat, wanita seksi itu langsung menyapa arra dengan hangat.
"owh ini yang namanya arra, kenalkan saya evelin, saya teman gilbert." kata seorang wanita didepan arra dengan tersenyum serta mengulurkan tangannya.
arra melihat wanita cantik didepannya dengan heran, wanita ini tidak menyambut mr.gilbert, bahkan melihat ke arah mr.gilbert pun tidak, tapi akhirnya dia menyambut uluran tangan wanita itu, setelah dilihat lebih dekat, wanita ini juga terlihat seumuran dengan mr.gilbert.
"mari kita duduk dulu, tidak baik bicara sambil berdiri", wanita itu mengajak arra dan mr.gilbert duduk kursi tamu yang juga ada di teras.
setelah sudah duduk arra langsung bertanya pada mr.gilbert "apa maksudnya ini mr.gilbert, saya tidak mengerti" arra melihat mr.gilbert yang duduk disampingnya.
"eheeem, arra begini,,, wanita ini berasal dari amerika dan dia baru tinggal diperancis, dia adalah teman saya sewaktu saya kuliah di disana, dia bilang dia butuh teman untuk tinggal dirumahnya, dia bilang dia takut jika tinggal sendiri, jadi saya menceritakan tentang kamu, dia bersedia membayar biaya kuliahmu dan memenuhi kebutuhanmu jika kau mau tinggal dengannya."
arra melihat ke arrah wanita didepanya yang terpisah dengan sebuah meja, kemudian kembali ke mr.gilbert, "mr.gilbert saya tidak mau menerima bantuan mr.franklin, apa yang membuat anda berpikir saya mau meneriman bantuan dari teman anda, lagipula bukankah dia terlalu baik untuk orang asing."
"jangan keras kepala arra, terima saja, kenapa kamu mempersulit dirimu sendiri," mr.gilbert benar benar tidak tau lagi menghadapi arra.
"maaf mr.gilbert, saya ti........"
"arra aku cuma ingin membantumu, tidak lebih, pikirkanlah baik baik," wanita yang bernama evelin segera angkat bicara ketika arra ingin menolak bantuannya.
"maaf miss.evelin, saya tidak bisa menerima semua ini, say.... ........"
"emmmm begini saja, kalau kau memang tidak bisa menerima dengan cuma cuma, kau bisa bantu bersih bersih, dan melakukan pekerjaan lainnya, bagaimana?"
"emmm ini,,,,,,,,," arra bingung harus menjawab apa, dia merasa jika dia melakukan pekerjaan rumah, tidak akan cukup untuk mengganti biaya yang dikeluarkan miss.evelin untuknya, tapi dilain sisi dia memang membutuhkan tempat tinggal, dia tidak harus merepotkan patrice dan ibunya.
"miss.evelin, sebenarnya apa alasan anda melakukan ini, jika anda memang membutuhkan teman agar tidak sendirian dirumah ini dan untuk membersihkan rumah, anda bisa menyewa asisten rumah tangga, kenapa harus saya yang anda minta untuk menemani anda? anda dan mr.gilbert terlihat tidak dekat" arra akhirnya mengeluarkan apa yang dipikirkannya dari tadi.
"oh itu ya, awalnya aku minta si gilbert menemaniku, tapi dia tidak mau, mungkin dia masih sakit hati denganku karna dlu aku pernah meninggalkannya ahahahahaha" jawab miss.evelin dengan tawa, "bahkan kudengar dia sekarang jadi g.y," imbuhnya lagi masih dengan tertawa.
"jaga mulutmu dengan baik, selama aku masih menghargaimu sebagai perempuan," jawab mr.gilbert sinis
evelin hanya memeletkan lidahnya tidak peduli dengan mr.gilbert, dilain sisi arra hanya diam melihat tingkah mereka berdua.
"bagaimana arra, sudahlah terima saja ya, lagipula jika dengan asisten rumah tangga, akan beda rasanya jika dibandingkan dengan teman, lagipula soal bersih bersih dan pekerjaan rumah itu jika kau mau, jika tidak ya kita lakukan saja berdua, itukan jika kau tidak bisa menerima bantuanku dengan cuma cuma, mau ya kau tinggal denganku." pinta miss.evelin lagi.
"emmm baiklah, terimakasih untuk semua bantuan anda miss.evelin," akhirnya arra menerima bantuan dari miss.evelin.
"yeeeeeEEEY, gitu dong arra, dari tadi kek hehehehehe" miss.evelin langsung berteriak bahagia," oh ia kau tidak usah bersikap sopan padaku, dan memanggilku miss.evelin, cukup evelin saja, jika kau memanggilku seperti kau membuatku terlihat tua, umur kita kan tidak beda jauh, kita mungkin hanya berbeda 2 sampai 3 tahun, jad......."
"brrreeeeeept, kau memang tua, sadar umurmu sudah lebih dari 30 tahun," mr.gilbert bicara dengan sinis ke arah miss.evelin.
"apa kau tidak tidak tau membicarakan umur perempuan itu tidak sopan," miss.evelin langsung menunjukan wajah yang tidak senang.
"memang kenyataan kok, kau itu memang sudah tua," jawab mr.gilbert tidak peduli.
"kau memang benar benar ya, sudahlah terserah kamu saja," miss.eevelin kemudian melihat ke arrah arra, "arra kau bawa masuk dulu barangmu kedalam, dari sini kau masuk kedalam, nanti kau naik tangga, dilantai dua nanti ada dua kamar, nah kamu bisa pakai kamar yang kiri, yang kanan itu kamarku, aku ingin ngobrol dlu dengan si tua gilbert dulu, nanti aku akan nyusul."
__ADS_1
"baiklah miss.evelin" jawab arra singkat.
"cukup evelin saja arra"
"emm baiklah evelin" arra kemudian beranjak dari duduknya dan masuk kedalam.
setelah arra masuk kedalam dan hanya tinggal tersisa mr.gilbert dan evelin saja, suasana berubah menjadi dingin, mr.gilbert dan evelin saling bertatapan dengan tajam.
"kau diminta untuk mengurusnya dengan baik dan kau ingin menjadikan dia pembantu?" mr.gilbert bicara dengan pelan, tapi jelas terdapat kemarahan dalam suaranya.
"kau tidak bisa melakukan apapun bukan?,
jadi lebih baik kau tutup saja mulutmu itu, lagipula kenapa kau marah, apa kau masih mencintainya hemmm?" jawab evelin dengan tersenyum sinis.
"bukan urusanmu, kau urus saja urusanmu sendiri"
"kau begitu menyedihkan, kau hanya menyia nyiakan hidupmu, dasar laki laki bodoh"
"bruuuUUUAK," mr.gilbert menggebrak meja dengan keras, "jaga bicaramu jal.ng, jika kau bukan perempuan, aku akan dengan senang hati menghancurkan wajahmu, jadi ketahui batasmu," mr.gilbert kemudian pergi dari rumah evelin.
evelin tidak berusaha menahan mr.gilbert pergi, seteleah mr.gilbert sudah pergi, evelin membuang nafasnya dengan kasar "dasar laki laki sialan" umpatnya pelan.
evelin segera bangkit dari duduknya, dan pergi kedalam menemui arra, tapi baru dua langkah, handphonenya berdering, dia melihat seseorang menelfonnya, dia kemudiàn menjauh dan mengangkat telfon tersebut, dia bicara dengan berbisik bisik, takut ada orang lain yang mendengar.
"haloo"
"......."
"ya, dia sudah denganku, kau tenang saja"
"......."
"tidak perlu kau pikirkan, kau sudah kuanggap seperti kakak sekaligus ibuku sendiri"
"......"
"kau tidak ingin menemuinya, dia berhak tau tentang dirimu,"
"......"
"yasudah terserah kau saja, sepertinya keras kepalamu menurun padanya"
"laki laki gila itu, aku tidak mau dengannya"
"......"
"sudahlah sudahlah, aku ingin istirahat, bye," evelin kemudian menutup telfonnya.
__ADS_1
"aku akan lakukan yang terbaik yang aku bisa" gumamevelin pelan, setelah itu dia kemudian masuk kedalam rumah untuk menemui arra.