
arra melepaskan vr yang melekat dikepalanya kemudian berjalan ke arah dapur untuk minum.
"fu.king **.*" umpatnya pelan, dengan tangan masih bergetar dan memegang gelas yang berisi air dingin, arra menyenderkan badanya di pintu kulkas.
"apa game itu tidak keterlaluan, apa perlu sedetil itu sampai rasa sakitnya terasa nyata, badanku serasa remuk tadi, padahal hanya monster level 10."
arra segera menghabiskan minumannya dan berjalan kembali kekemarnya, arra yang tidak tau apa yang akan dilakukannya, memilih memainkan handphonenya untuk mencari informasi lebih banyak tentang game second world.
******
tak terasa arra memainkan handphonenya hampir lima jam, dia bahkan lupa jika dia belum mandi, ketika dia melihat jam di handphonenya sudah jam 7 malam.
"sudah jam 7 aja, lebih baik aku mandi lalu siapkan makan untuk evelin."
arra kemudian bergegas mandi dengan cepat, setelah slesai mandi dan berganti pakaian arra kemudian pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam.
setelah selesai menyiapkan makan malam dan sedikit berberes dapur, arra kemudian duduk2 diteras menunggu evelin sambil memainkan handphonenya.
******
"hy arra, kau menungguku pulang?" setengah jam kemudian evelin pulang dan menyapa arra yang menunggunya di teras.
"ah tidak, aku hanya bosan didalam kamar terus, duduklah dulu, akan kubuatkan teh hangat untukmu."
"emmm baiklah, tetimakasih arra"
arra hanya membalas dengan senyum dan segera ke dapur untuk membuat teh untuk evelin.
tak lama kemudian arra kembali dengan secangkir teh ditangannya, arra kemudian meletakkan teh dimeja.
"sebenarnya kau kerja apa evelin, kenapa hari minggu kau tetap bekerja," tanya arra setlah duduk dikursi.
"emmm aku bekerja diperusahaan xxxxxx, sebenarnya minggu aku libur, tapi direkturnya meminta aku menemaninya bertemu klien."
"kau bekerja di perusahaan besar itu?" arra cukup terkejut evelin bekerja disalah satu perusahaan besar di negaranya.
"ya aku bekerja disana, sebenarnya aku dipindah kerjakan dari kantor pusat di amerika, karna aku dijanjikan akan jadi sekertaris serta gaji dan bonus yang besar, jadi aku terima tawaran itu"
"oh gitu ya" kata arra mangut mangut, "tapi kau hebat bisa bekerja disana, bahkan posisimu sangat tinggi, aku berfikir setelah studiku selesai aku akan melamar kerja di prusahaan itu." kata arra lagi.
"kau ingin bekerja disana? kalau kau ingin kerja disana aku bisa membantumu," kata evelin seraya menyruput tehnya
"ya tapi aku harus menyelesaikan studiku terlebih dahulu," kata arra dengan tersenyum.
"lalu apa yang kau lakukan seharian ini?" kata evelin sambil menyeruput tehnya.
"aku tidak melakukan apapun, aku hanya memainkan game SW tadi,"
"kau menyukainya?"
"i don't think so, mungkin aku masih terlalu baru, mungkin aku hanya akan memainkan diwaktu luang"
"emmmmm ya sudah terserah kau saja, aku akan mandi dulu," evelin beranjak dari tempat duduk lalu masuk ke dalam rumah dan segera naik kelantai dua.
arra kemudian ikut masuk kedalam rumah, sekaligus membawa cangkir evelin ke dapur.
setelah mencuci gelas dan meletakkan di rak, arra naik ke lantai dua menuju kamar evelin.
"tok tok tok, evelinnn kau masih mandi?"
"tidak aku sedang ganti baju, ada apa?" kata evelin dari dalam kamar.
"oh tidak ada, aku sudah menyiapkan makan malam didapur."
"baiklah, aku akan turun nanti, kau sudah makan?"
"aku sudah makan tadi."
"baiklah aku akan makan nanti, terimakasih arra"
"tidak masalah evelin," arra kemudian masuk kedalam kamarnya untuk menyiapkan tugas kuliahnya.
__ADS_1
--------
Oh, hush, my dear, it's been a difficult year
And terrors don't prey onย
Innocent victims
Trust me, darling, trust me darling
It's been a loveless year
I'm a man of three fears
Integrity, faith andย
Crocodile tears
Trust me, darling, trust me, darlingggggg
let's go f.cking crazy!!!!
duum tak!!! tak bummb bummb bummb tak bummb tak bummb tak tak tak TAAK TAK!!
CICICICTTTTTTT!!!!!!!
3
2
1
"LE'TS SINGINGGGG!!!!!"
"hoooooooooOOOAAAAA!!!!"
*So look me in the eyes,
............."
disebuah diskotik yang penuh sesak dengan orang yang berjoget terlihat selena, david, chentia, anthoni, chalisa sedang berjoget melompat dan bernyanyi mengikuti irama dj beraliran breakbeat dengan lampu yang terus berkedap kedip, lengkap dengan dress seksi yang dikenakan semua wanita yang ada disana, termasuk selena dan yang lainya.
kelimanya saling berangkulan agar menjaga agar tidak terjatuh, karna sudah dibawah pengaruh alkohol.
"aku lelah, bisa kita duduk sebentar!!" teriak selena ditengah ramainya orang dan kerasnya musik yang berdentam dentum dengan ganasnya.
"apAAA!!!" teriak david karna tak mendengar teriakan selena dengan jelas.
selena menarik rambut david dan mendekatkan wajahnya ke telinga erik, "aku lelah, bisa kita istiRAHAT SEBENTAR!!!"
"baiklAH!!" kata david juga berteriak, HEY GUYS!!! LET'S BREAK!!!" teriak david ke anthoni dan lainnya.
merka hanya mengangukkan kepala, mereka segera saling berpegangan tangan dan keluar dari kerumunan orang menuju meja yang sudah meraka sewa sebelumnya, terlihat anete sedang memainkan handphonenya dan menikmati segelas jus.
selena dan lainya langsung duduk di kursi, dan meletakkan kepala mereka di sandaran kursi.
"hey bos, aku haus" kata chentia pada david yang tengah asik memakan kacang.
"kau ingin memeras david," seloroh selena tak senang karna chentia meminta minum lagi padahal dari tadi dia yang paling banyak minum.
"hey memeras apa, bukannya dia yang bilang akan mentraktir dan tidak mengijinkan kita pulang sebelum mabuk."
selena ingin menjawab tapi segera ditahan david karna tidak ingin dua wanita itu bertengkar.
"pesanlah lagi chentia, tapi meja ini aku tak mau bayar, pesanlah sesuka kalian, kita akan mabuk sampai lupa jalan pulang, hahahaha" kata david dengan senang
"that's my bos, hahaha" kata chentia sambil tertawa senang, "barTENDERRR!!! 5 w.ne!!, 5 VOD.A!!, 5 rokstar baBYY!!" teriak chentia ke pada bartender didekatnya agar bartender itu bisa dengar suaranya.
"kau gila? sebanyak itu?" tanya david ke chentia.
"kenapa, uangmu cukup bukan?"
__ADS_1
"cukup jika hanya minumanya, tapi kalau dengan meja akan kurang" kata david lagi.
"INI TEMPATKU, KAU BAYAR SAJA MINUMANYA!!!!, soal meja biar aku yang tanggung" kata chentia dengan tertawa.
"hey honey, kau punya uang sebanyak itu?"
"tenang saja, kemarin aku menjual pedang rare di game SW pada pemula bod.h, aku menjualnya dengan harga tinggi, hahahahah"
tak seberapa lama minuman merka datang, mereka semua terus minum dengan sesekali tertawa, bahkan chentia berciuman dengan anthoni dengan mulut penuh dengan alkohol, memindahkan kemulut anthoni yang sudah tak sanggup lagi minum.
diantara mereka hanya anete yang hanya diam dengan tetap fokus ke handphonenya, dirinya memang tak mau minum alkohol, bahkan kalau bukan terus dibujuk dan dipaksa oleh chentia dia juga tidak mau ketempat ini.
"kemana si marco?" tanya chalisa ditengah minumnya.
"tidak usah pikirkan dia, dia pasti sedang bersenang senang dengan perempuan malam,"
mereka kemudian melanjutkan minum, berbotol botol alkohol sudah habis ditenggak mereka, chalisa, david dan antoni bahkan sudah tak sadarkan diri, sedangkan chentia yang memilki ketahanan alkohol yang tinggi sudah tak bisa berjalan dengan benar dan mulutnya terus meracau.
hanya anete dan selena yang masih sepenuhnya sadar, anete memang tidak minum, sementata selena menahan diri agar tidak minum terlalu banyak, akan jadi masalah jika dia pulang dengan keadaan mabuk.
selena hanya meminumkan alkohol ke mulut david setelah dia merasa dia sudah mencapai batas minumnya.
*******
"kau tidak pulang chentia?" tanya anete dari dalam mobil.
"aku akan tidur di hotel depan saja dengan anthony."
"sayang, kita tidak pulang kerumah?" tanya anthony yang masih dengan setengah sadar dan bersender pada chentia.
"tidak, kita tidur di hotel depan saja, aku malas pulang.
"ya sudah aku pergi memgantar mereka," kata anete seraya mengemudikan mobilnya menjauh untuk mengantar chalisa yang sudah tak sadarkan diri, sementara david diantar selena.
"jam berapa sekarang?" tanya antony pada chentia yang ada di sebelahnya.
"jam tiga pagi" chentia kemudian memapah anthony yang masih dalam keadaan mabuk berat ke hotel.
setelah sampai di kamar chentia membanting tubuh antony ke ranjang, dia kemudian merenggangkam punggungnya yang pegal.
chentia kemudian melepas sepatu anthony dan meletakkan diujung kamar dekat pintu.
ketika dia ingin membalikkan badannya, tiba tiba anthony memeluknya dari belakang dan mencumbu tengkuknya.
"emmmh" chentia melenguh ketika anthony semakin ganas mencumbu tengkuknya dan tangan anthony mulai bergerilnya dibagian sensitif tubuhnya.
dengan kasar anthony membalikkan badan chentia dan merapatkannya dengan tembok dan menjambak rambutnya membuatnya mendongak keatas, dengan kasar anthony mencium bibir chentia dan menjamah gunung kembarnya.
"emmmmh, baby, emmh," lenguhan chentia kembali tendengar ditengah pergulatan lidahnya dan lidah anthony, dia hanya bisa melingkarkan tangannya ke leher anthony dan mengelus rambut anthony.
anthony melepaskan ciumanya dan berpindah ke ke leher dan gunung kembar chentia, chentia hanya bisa terus melenguh dan mendesah dengan apa yang diperbuat anthony pada dirinya.
"sayang, bisa kau lakukan dengan lebih lembut, ini menyakitkan" kata chentia pelan dan terus mengelus rambut anthony, berusaha membuat anthony lebih tenang.
anthony tidak menjawab apapun, tapi perlakuannya menjadi lebih lembut, chentia yang diperlakukan seperti itu merasa senang karna anthony mau mendengarnya membuatnya mengangkat wajah anthony dan mencium bibirnya, "lebih baik kita lakukam diatas ranjang daripada dengan berdiri."
anthony segera mengangkat chentia ala tuan putri ke atas ranjang, anthony segera menindih dan menjamah setiap inci tubuh chentia, begitu juga sebaliknya.
malam ini dilewati chentia dengan lenguhan serta desahan, dia menggila ketika anthony terus menggepur tubuhnya dengan buas dengan berbagai macam gaya.
"aaaaAAAHHHH!!!!! im cuming baBYYYY, AKKKHH" anthony memenuhi tubuh chentia dengan air kenikmatanya, tubuh mereka berdua tersenggal senggal.
tepat jam enam pagi pertempuran sepasang kekasih itu baru selesai dengan diahiri dengan banyak kecupan merah leher dan dada chentia, sedangkan tubuh anthony ambruk disamping chentia dan terlelap setelahnya.
chentia segera menyelimuti tubuhnya dan anthony kemudian ikut tertidur, dia sempat melihat pakaiannya dan anthony bertebaran dilantai, tapi dia memilih tidak peduli
-----
maaf jika masih banyak penulisan yang masih kacau, maupun alur cerita yang amburadul, ini karya pertamaku, mohon untuk para pembaca tidak sungkan memberi keritik dan saran di kolom komentar, enjooooy๐๐๐๐
jangan lupa like ya hehe
__ADS_1